
Rian yang telah di hubungi oleh Asep segera meluncur ke rumah Dion tanpa Raya ketahui. Terang saja Raya menjadi bingung tatkala Rian tiba-tiba muncul di hadapannya.
" Rian apa yang kamu lakukan di sini? " tanya Raya heran
" Aku baru saja di telepon oleh Asep dia mengatakan bahwa kamu akan pergi ke Padang besok pagi untuk menemui seseorang disana, aku sebagai sahabat kamu merasa terpanggil untuk menemanimu pergi, jadi bagaimana apakah kamu setuju untuk mengajakku pergi bersamamu? "
" Rian.... Rian..... kamu ini terlalu pede untuk mengatakan hal itu, walau kita sekarang sahabatan tapi tetap saja aku tidak bisa mengajak banyak orang untuk pergi kesana, biarlah hanya Ruben yang menemani ku"
" Kenapa Raya? bukankah lebih banyak orang yang membantu akan lebih baik?"
" Benar kata kak Rian, lebih banyak orang yang membantu lebih baik bukankah teteh ingin segera menemukan kak Dion?" imbuh Asep
" Kalian ini sedang berkomplot untuk bisa meruntuhkan apa yang menjadi keputusanku ya? terutama kamu Sep, pintar sekali kamu di dalam mencari Sekutu"
" Bukan seperti itu teh, tapi....... " belum sempat Asep mengutarakan maksudnya, Rian sudah memberi isyarat agar Asep menghentikan pembicaraannya.
" Raya kamu harus bisa menghargai perhatian dan rasa sayang yang kami berikan kepadamu, karena hanya inilah yang kami bisa lakukan kepadamu " sambil menggenggam erat tangan Raya
Raya berpikir sejenak untuk mencerna kata-kata yang di ucapkan oleh Rian kepada dirinya.
" Maaf Rian bukannya aku tidak mau menerima rasa sayang dan perhatian yang kalian berikan kepadaku, hanya saja aku merasa tidak enak hati jika terus-terusan menyusahkan kalian, karena bagaimanapun juga kalian mempunyai kehidupan sendiri"
" Raya perlu kamu ketahui bahwa selama ini kamu selalu jadi prioritasku, apa yang aku lakukan semata-mata hanya ingin selalu dekat denganmu dan membuatmu bahagia"
Laki-laki macam apa dia, merayu seorang wanita yang sedang mempunyai masalah dengan suaminya.
Asep merasa kesal melihat Rian yang terus merayu Raya dengan kata-kata manisnya.
" Ekheeemmm.......maaf tuan Rian, anda harus ingat bahwa Nyonya Raya masih memiliki suami jadi lebih baik anda bisa lebih menjaga sikap" ujar Ruben dengan tatapan tajamnya
Rian yang mendapat tatapan tajam dari Ruben merasa risih, dengan berat hati di lepasnya genggaman tangannya.
__ADS_1
" Tenang saja aku dan Raya hanya sahabatan lagipula aku sangat menghormati pernikahan mereka" Rian mencoba membuat suasana menjadi tenang
Ruben nampak acuh dengan apa yang di katakan Rian karena dia tahu masa lalu yang terjadi antara Rian dan juga Nyonya mudanya.
" Ruben kamu tenang saja di hatiku hanya ada tuan mudamu, Lagipula mana berani aku selingkuh darinya" ucap Raya sambil tersenyum getir "Ya sudah aku izinin kalian berdua untuk ikut denganku ke Padang daripada kalian disini membuat keributan"
" Beneran teh? wah.... makasih ya teh, kalau begitu aku mau memberitahu temanku dulu biar besok dia yang ngizinin aku ke piket guru" seru Asep kegirangan
" Sep, sebaiknya kita pulang dulu buat memberitahu Sophia dan juga packing pakaian yang akan kita bawa besok"
" Nyonya untuk apa mengambil pakaian lagi? kalau disini saja pakaian Nyonya juga ada" jelas Ruben
" Bukan hanya pakaian yang akan aku ambil tapi anak semata wayangku juga akan aku ajak pergi ke Padang " jawab Raya
" Teh kalau menurut Asep lebih baik kita tidak usah pulang karena kak Sophia begitu sangat menentang rencana teteh untuk mencari kak Dion, aku takut nanti kak Sophia akan menghalangi kita untuk bisa keluar dari apartemennya" Asep mencoba memberitahu kekhawatirannya.
" Aku setuju dengan Asep, lebih baik kalian tidak usah pulang, biar nanti pakaian dan segala kebutuhan Asep aku yang menanggungnya" kata Rian
" Begini saja, biar aku yang mengambil Athala dan membawanya kemari" kata Rian memberi usulan
" Menurutmu apakah Sophia akan memberikan baby Athala begitu saja? bagaimana kalau dia menanyakan sesuatu tentang ku? apa yang akan kamu jawab? terlalu beresiko lebih baik jangan! aku takut dia akan semakin murka jika tahu kalian semua ikut ke Padang tapi dia malah di tinggal disini sendirian".ungkap Raya
" Terus apa yang kita lakukan sekarang?" tanya Asep memastikan
" Kalau menurutku lebih baik selesaikan dulu apa yang menjadi misi kita baru setelah itu kita pikirkan masalah Sophia dan juga nona Athala" sambung Ruben
" Iya perkataanmu ada benarnya Ruben, baik kalau begitu aku dan Asep akan tinggal disini tolong kamu siapkan semuanya ya!"
" Baik Nyonya " segera Ruben keluar dari kamar dan menyuruh beberapa pelayan untuk mempersiapkan segala kebutuhan Nyonya mudanya.
Keesokan paginya mereka sudah berada di Bandara.
__ADS_1
"Teh ini ada panggilan masuk dari kak Sophia sebanyak 63 kali, apa yang harus aku lakukan? ponsel teh Raya aku matikan saja ya untuk sementara waktu" tanya Asep.
" Iya Sep sebaiknya matikan saja! " celetuk Rian
" Kalau di matikan aku takut nanti Sophia marah lantas melampiaskan kekesalannya pada baby Athala"
" Enggak akan Raya, kamu kan tahu kalau Sophia itu sangat sayang sama kamu dan juga baby Athala, jadi lebih baik kamu jangan overthinking ya! percaya sama aku" kata Rian mencoba meyakinkan
" Baiklah kalau begitu, Asep kamu matikan saja ponselnya sampai kita sudah berada di Padang " perintah Raya
Di sisi lain Sophia nampak kesal mengetahui jika telepon nya tidak di jawab oleh sahabatnya.
" Raya pergi kemana sih? sudah aku telepon bolak balik tetap saja enggak di jawab, apa dia lebih memilih lelaki tidak bertanggung jawab seperti Dion daripada anaknya sendiri? tanpa dia ketahui kalau anaknya sedang demam tinggi seperti ini" keluh Raya
" Bagaimana mbak apa ibu anak ini sudah bisa di hubungi?" tanya seorang suster
" Belum bisa Sus, terlebih sekarang ponselnya tidak aktif" jelas Sophia dengan wajah murungnya
" Memangnya ibu anak ini sedang sibuk bekerja sampai tidak bisa di hubungi" tanya suster itu penasaran
" Tidak Sus, ibu anak ini hanya seorang ibu rumah tangga hanya saja sekarang dia sedang sibuk mencari suaminya yang hilang entah kemana" jawab Sophia
" Maaf maksudnya hilang itu bagaimana ya?"
" Suaminya pergi tanpa pamit" jawab Sophia singkat
" MasyaAllah.... lelaki tidak bertanggung jawab seperti itu kenapa harus di cari sampai mengorbankan kesehatan anak, benar-benar definisi seorang istri yang di butakan oleh cinta"
Mendengar kata-kata yang keluar dari suster membuat rasa marah di dalam hati Sophia semakin menjadi-jadi.
Aku tidak boleh tinggal diam seperti ini, aku harus secepatnya bertindak untuk memisahkan mereka berdua, semuanya aku lakukan demi kebahagiaan Raya dan Athala.
__ADS_1