
Di dalam sebuah apartemen yang mewah dengan segala fasilitas lengkap di dalamnya Raya kini tinggal di sana bersama anak semata wayangnya, sahabatnya Sophia dan juga Asep yang di anggap seperti adik kandungnya sendiri. Walau dirinya kini di manjakan dengan berbagai fasilitas tapi tidak bisa membuat hatinya yang kosong merasakan kebahagiaan seperti hal nya orang-orang pada umumnya yang merasa bahagia jika di suguhkan dengan berbagai kemewahan.
Sadar akan hatinya yang hampa, Raya memutuskan untuk mencari cintanya yang telah hilang. Di ajaknya Asep untuk mencari jejak suaminya yang pergi meninggalkan dirinya tanpa pamit.
" Asep kamu mau kan ikut denganku untuk mencari jejak mas Dion? " tanya Raya dengan pandangan yang menjurus ke depan
" Memangnya teh Raya mau mencari kak Dion dimana? kita ini tidak ada yang tahu keberadaan nya lo"
" Aku akan mulai penyelidikan dari rumah mas Dion hingga ke Padang, karena terakhir dia berkunjung di kota itu" jawab Raya tanpa ragu
" Sebelumnya aku minta maaf, tapi jika teteh melakukan pencarian dengan kondisi seperti ini apa tidak kurang maksimal" tanya Asep dengan ragu-ragu
" Maksud kamu dengan kondisi aku yang buta? kamu tenang saja Sep, selama masih ada kamu disisi ku aku yakin semua akan baik-baik saja dan berjalan lancar." sambil tersenyum tipis
Asep melihat lekat pada sesosok wanita cantik di hadapannya, dia merasa setiap hari semakin kagum dengan wanita itu, hingga membuat dirinya sulit untuk berpaling ke wanita lain.
" Hayo, kamu lagi melihat apa Sep? sampai segitunya" ledek Sophia yang tiba-tiba datang
" Apaan sih, aku tidak melihat apa-apa" Asep mencoba mengelak
" Memangnya Asep melihat apa? " tanya Raya penasaran
Asep yang takut jika kelakuannya di ketahui oleh Raya, segera memberi isyarat kepada Sophia agar mau membantunya memberikan sebuah alasan.
" Oh itu, tadi Asep lagi lihat foto wanita seksi di ponselnya" jawab Sophia sekenanya sambil tersenyum puas
Asep yang mendengar jawaban Sophia merasa sangat kesal "Enggak teh, kak Sophia bohong! mana ada Asep lihat foto wanita seksi" sanggah Asep dengan nada suara yang lantang
" Sudah-sudah jangan ribut lagi! Sophia aku mau pergi sama Asep tolong jaga Athala ya!" pinta Sophia
" Memangnya kalian mau kemana? kenapa aku tidak di ajak"
" Kami mau mencari jejak kak Dion" jawab Asep cepat
Raya yang mendengar Asep menjawab seperti itu segera menambahinya "Kamu tidak perlu khawatir Sophia, aku akan baik-baik saja selama masih ada Asep di sampingku"
__ADS_1
" Kenapa sih Raya kamu begitu amat sangat keras kepala sekali, apa tidak cukup kamu hidup bahagia disini bersama kami? lagipula belum tentu juga kamu bisa menemukan jejak Dion"
" Kak Sophia, sebaiknya jangan berbicara seperti itu, karena bagaimana pun juga kak Dion itu masih suaminya teh Raya, jadi wajar dong kalau teh Raya mencarinya" Asep mencoba memberi pembelaan kepada Raya
" Cukup Asep, sebaiknya kita pergi" ajak Raya sambil memberi isyarat agar Asep menggandeng tangannya.
" Tunggu Raya tunggu! " teriak Sophia
Tapi Raya tetap melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan panggilan Sophia, bersama Asep yang terus menggenggam tangannya.
Sophia kesal dengan sikap sahabatnya yang batu menurutnya.
Aku harus berbuat sesuatu agar Raya tidak bisa lagi bersatu dengan Dion.
Di parkiran Raya yang sedang menunggu Asep mengeluarkan motor hanya bisa mematung sambil pikirannya terus membayangkan kebersamaannya dengan sang suami.
"Teh ayo naik" suara Asep membuat Raya tersentak "Maaf kalau mengagetkan" seru Asep sambil memegang tangannya
" Ah tidak apa-apa, teteh hanya sedikit melamun makanya kaget ketika kamu sapa" kata Raya sambil tersenyum getir
" Ehhmmm... teh, Asep boleh bertanya sesuatu? " tanya Asep ragu-ragu
" Kamu mau bertanya apa Sep?
Asep memelankan laju motornya dengan tujuan agar suaranya bisa terdengar sampai ke belakang "Tadi Asep melihat teh Raya melamun di parkiran, memangnya apa sih yang teh Raya pikirkan?"
" Teteh membayangkan saat-saat indah bersama mas Dion, ingin rasanya teteh segera bertemu dengannya dan meluapkan segala rindu yang bersemayam di dada"
" InsyaAllah teteh akan segera bertemu dengan kak Dion, kalau begitu pegangan yang erat ya! aku akan melajukan motornya dengan kencang supaya kita bisa cepat sampai di rumah kak Dion"
"oke" jawab Raya sambil mempererat pegangannya
Motor Asep pun melesat kencang di jalanan ibukota, dengan penuh perhitungan satu persatu kendaraan di depannya dia taklukan hingga pada akhirnya mereka sampai di rumah Dion.
Para pelayan yang melihat nyonya mereka kembali, dengan sangat cekatan segera menghampiri dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik.
__ADS_1
" Sudah-sudah kalian biasa saja jangan terlalu berlebihan, aku kesini hanya mampir saja tidak akan lama" kata Raya sambil meraba-raba sofa yang akan dia duduki.
Para pelayan yang melihat tingkah laku majikannya itu nampak bingung, dengan sedikit keberanian salah satu pelayan disana mengajukan pertanyaan.
" Sebelumya saya minta maaf, sebenarnya apa yang terjadi terhadap Nyonya? kenapa Nyonya bertingkah sedikit aneh" tanya salah satu pelayan dengan sangat hati-hati
" Aneh? apanya yang aneh? "tanya Raya balik sambil tersenyum
" Maksud kalian aneh itu ketika aku berjalan sambil meraba-raba? itu aku lakukan karena saat ini aku kehilangan indera penglihatan"
Mendengar jawaban Raya para pelayan nampak kaget, mereka hampir tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
" Tapi bagaimana bisa Nyonya kehilangan indera penglihatan?" tanya salah satu pelayan
" Ceritanya panjang nanti biar Asep yang menceritakan nya, aku mau pamit ke kamar dulu untuk mencari sesuatu" ujar Raya
Dengan cekatan salah satu pelayan menawari bantuan kepada Raya untuk mengantarkannya ke kamar, tapi dengan ramah dia menolaknya.
" Maaf bukannya aku tidak menghargai bantuanmu hanya saja aku ingin membiasakan diri untuk bisa mengerjakan segala sesuatunya sendiri." jawab Raya sembari berjalan dengan tongkatnya menuju kamar.
Melihat Raya yang berjalan menuju kamar, Asep dengan sigap mengikutinya dari belakang. Sesampainya di dalam kamar Raya pun berhenti lalu memutar badannya ke arah Asep.
" Sep, apa para pelayan itu mengikuti kita?" tanya Raya
" Tidak teh, mereka tetap tinggal di ruang keluarga" jawab Asep sambil menutup pintu kamar
" Bagus kalau begitu kamu ikuti aku" Raya berjalan sambil menggerakkan tongkatnya ke kanan dan ke kiri menuju ruang wardrobe.
" Coba kamu buka laci yang di bawah pojok sana lalu kamu cari buku diary yang berwarna pink" lanjut Raya
Dengan sangat teliti Asep mencari buku yang di maksud oleh Raya, tapi tidak jua dia temukan.
" Teh, Asep sudah mencari buku itu di laci ini tapi tidak ada buku yang berwarna pink." ujar Asep dengan putus asa
" Sudah Sep, tidak perlu di cari lagi! kalau buku itu tidak ada di tempatnya berarti mas Dion sudah membaca semua isinya, mungkin ini salah satu penyebab kenapa dia menghilang" Raya bicara dengan tenangnya tapi Asep masih belum mengerti tentang apa yang di bicarakan oleh Raya.
__ADS_1