
Cerita hidup yang begitu pahit sudah tersimpan dengan rapi beberapa tahun lalu, dan sekarang cerita itu terpaksa harus di beberkan dengan tujuan untuk menjaga hubungan yang sudah terikat dengan erat tidak menjadi putus. Itulah yang sedang Raya lakukan saat ini, untuk menjaga hubungan persahabatan dengan Sophia dia terpaksa membuka luka lamanya yang sudah dia kubur dalam-dalam dengan maksud agar sang sahabat bisa merasakan bahwa dirinya kini menjadi sosok yang sangat di percaya dan spesial di hatinya.
" Nih minuman sama cemilan buat kamu, biar lebih semangat lagi ceritanya." sambil menyerahkan kantung plastik yang berisi beberapa cemilan dan air minum.
" Kamu kelihatan semangat sekali ya mendengarkan cerita dari aku." goda Raya sambil menerima kantung plastik itu dan mengambil sebotol air mineral di dalamnya lalu menenggaknya.
" Jelas dong, dengan kamu bercerita aku jadi semakin tahu posisi kamu saat ini seperti apa, dengan demikian jika suatu saat kamu mendapat masalah dari masa lalu kamu aku bisa langsung membantu tanpa bertanya-tanya lagi." ungkap Sophia
" Terima kasih Sophia kamu memang sahabat terbaikku" sambil memeluk Sophia
" Nah sekarang lanjutin lagi dong ceritanya aku ingin tahu apa yang terjadi setelah Rian menyelimuti tubuh kamu." desak Sophia dengan nada manja
" Oke, jadi setelah itu Rian memegang wajah aku dengan kedua tangannya lalu dia menatap aku dengan hangat, aku yang di tatap seperti itu tak kuasa menahan air mata yang mau keluar, sampai pada akhirnya Rian menenggelamkan mukaku ke dadanya dan memeluk aku dengan erat." jelas Raya
" Wah enak sekali bisa di peluk Rian" goda Sophia " Enggak usah mulai deh" Raya memasang muka masamnya. "iya enggak lagi, peace" Sophia tersenyum sambil merenggangkan kedua jari telunjuk dan tengah. "Sekarang sudah bisa di lanjutin lagi kan ceritanya? " Sophia berkata dengan penuh semangat
" Yaudah ini aku lanjutin lagi, jadi pada saat itu aku yang baru saja mendapatkan kenyamanan dari pelukan Rian, tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan Dion yang melihat tajam ke arah kita yang sedang berpelukan di atas ranjangnya, hal itu membuatnya marah besar tanpa banyak bicara Dion segera memukuli Rian sampai babak belur, aku yang bingung dengan situasi itu mencoba berpikir sejenak, berpikir kenapa Dion tiba-tiba marah. Sampai akhirnya aku tahu penyebab dia marah, ternyata dia beranggapan kalau aku itu pacarnya yang sedang selingkuh sama sahabatnya sendiri, aku mengetahuinya karena Dion memukuli Rian sambil mengatakan berani-beraninya kamu selingkuh dengan kekasihku." Raya bercerita dengan antusias
" Gila ya Dion, dia yang berbuat orang lain yang di hajar, iiiiihhh.... jadi gemes aku pengin banget nonjok ginjalnya." umpat Sophia sambil mengepalkan tangannya ke udara
__ADS_1
" Jangan gitu Sophia bagaimanapun juga itu semua di luar kesadarannya Dion, aku saja rela pada saat itu berakting menjadi apa yang Dion pikirkan, agar kejiwaannya tidak kembali terguncang." jelas Raya dengan suara yang agak berat
" Maksudnya? kamu menerima tuduhan-tuduhan yang Dion layangkan? mungkin kamu bisa langsung membaca situasi dan berakting tapi apa Rian tahu tentang gangguan otak yang Dion alami?" Sophia berusaha memastikan
" Iya Rian tahu, sebelum aku memutuskan untuk menerima dia jadi pacarku pada saat itu aku menjelaskan bahwa aku punya sahabat yang akan selalu ada di samping aku dan akan sangat protektif, aku bertanya pada Rian apa dia keberatan dengan kehadiran Dion yang setiap saat ada di sampingku ternyata tidak, justru dia senang ada yang bisa menjaga aku dimanapun berada, akhirnya aku menjelaskan masa lalu Dion dan gangguan yang dia alami."jawab Raya
" Terus bagaimana kelanjutannya?" tanya Sophia lagi
"Jadi pada saat aku mulai berakting pura-pura meminta maaf dan menyesali kekhilafan yang aku lakukan dengan sahabatnya, Rian mulai tuh membaca situasi dan ikut juga berpura-pura meminta pengampunan pada Dion. Aku sangat bersyukur ternyata cara kami berhasil, emosi Dion secara berangsur menghilang, kemudian Dion mengantar aku pulang ke tempat kost-kostan ku". imbuh Raya
" Wah aku benar-benar tidak tahu harus berpendapat apa, tapi yang jelas pengorbanan yang kamu lakukan untuk Dion itu sangat mahal harganya apalagi kamu berkorban sampai detik ini" memeluk Raya dengan erat sambil meneteskan air mata
" Coba siapa yang berani beranggapan seperti itu biar aku hajar orang nya." ancam Sophia
" Sophia... Sophia lucu sekali kamu ini." Raya tersenyum sambil mencubit pipi Sophia. "Mau di lanjutin enggak nih ceritanya?" tanya Raya menggoda
" Sebenarnya aku jadi tidak enak membuat kamu menceritakan kembali luka lama yang sudah kamu kubur beberapa tahun yang lalu." Sophia berkata dengan perasaan yang sedih
" Kamu tenang saja aku sudah bisa berdamai dengan masa lalu aku, jadi bagaimana apa kamu mau mendengarkan cerita dari aku?" tanya Raya kembali
__ADS_1
" Selama kamu tidak keberatan aku akan menjadi pendengar setia buat kamu." kata Sophia
" Oke jadi semenjak kejadian itu aku jadi malu keluar kamar bahkan aku sudah bolos kuliah hampir dua minggu lamanya, banyak teman-teman yang datang ke kostan ingin menemuiku tapi tidak pernah aku temui bahkan Rian pun sering datang tetap aku cuekin. Sampai pada akhirnya di minggu ketiga aku merasakan badanku tidak enak, sering mual dan muntah membuat aku benar-benar sangat lemah tidak berdaya, di saat itu aku beranikan diri menelepon Rian untuk membantuku pergi ke rumah sakit. Betapa kagetnya di saat dokter memberitahukan hasil pemeriksaan, dokter bilang kalau aku hamil, tadinya aku sempat putus asa dan bingung harus berbuat apa, tapi Rian meyakinkan ku
serta menyuruhku untuk meminta pertanggung jawaban dari Dion melalui ibunya. Bagaimana pun juga Dion itu sangat taat terhadap ibunya jadi masih ada kemungkinan buat Dion menikahi aku, akhirnya aku berusaha mengumpulkan segenap keberanian untuk bertemu dan menceritakan semuanya kepada ibunya Dion.
Kamu tahu tidak seperti apa reaksi dari ibunya Dion?" tanya Raya menatap tajam ke arah Sophia
" Tidak " Sophia menjawab singkat sambil menggelengkan kepalanya.
" Ibunya Dion malah bahagia anaknya bisa melakukan hal seperti itu pada seorang perempuan terlebih perempuannya itu adalah aku sahabat Dion dari kecil yang sudah mengetahui siapa Dion sebenarnya." jelas Raya
" Waow ini benar-benar definisi dunia sudah gila, masa ada orang tua yang bahagia anaknya melakukan zina?" tanya Sophia seakan-akan tidak percaya
" Bukan seperti itu tapi ini masalahnya trauma yang di alami Dion, membuat ibunya takut kalau anaknya tidak mau menjalin hubungan dengan seorang perempuan." ujar Raya
" Kalau boleh aku tahu peristiwa seperti apa yang dialami Dion hingga membuat otaknya bermasalah?"
Sebelum menceritakan kisah Dion di masa lalu Raya meraih sebotol air yang berdiri tepat di sampingnya, dia merasa kalau tenggorokannya mulai kering akibat banyaknyan dia berbicara, tanpa menunggu lama di tenggaklah botol air mineral itu, seketika air di dalam botol mengalir membasahi tenggorokannya Raya, dan membuat perempuan itu merasa lega dan siap untuk bercerita.
__ADS_1