
Setelah menyandang status barunya sebagai janda, Raya seperti sebuah piala yang di perebutkan oleh beberapa pria mulai dari Rian, Ruben hingga Asep. Mereka sering sekali berkompetisi untuk merebutkan hati Raya, tapi Raya sendiri masih menutup rapat hatinya untuk pria lain karena dirinya masih belum siap menjalin hubungan baru dengan pria lain. Sophia yang menginginkan agar sahabatnya segera menikah lagi pun selalu mencari cara tapi semuanya gagal hingga dia mendapat telepon dari maminya yang memberitahukan kalau papinya sedang sakit dan di rawat di salah satu rumah sakit ternama di Singapura. Momen seperti inilah yang membuat Sophia mempunyai ide briliant, dia sangat yakin sekali jika kali ini Raya pasti akan masuk ke dalam jebakannya. Untuk melancarkan rencananya itu Sophia mengajak teman-temannya untuk makan malam bersama di apartemen nya.
" Tumben kamu ngajak makan malam bersama, memangnya ada apa?" tanya Rian penasaran
" Aku dapat kabar dari mami kalau papi aku masuk rumah sakit, dan sekarang beliau di rawat di rumah sakit Singapura, sebagai anak satu-satunya aku harus menemani beliau sampai sembuh. Dan yang jadi permasalahannya sekarang adalah Raya dan juga anak-anaknya siapa yang jaga?" tanya Sophia sambil memandang ke arah teman-temannya
" Kan ada Asep disini, jadi kak Sophia tidak perlu khawatir " timpal Asep
" Justru karena kamu serumah sama Raya aku jadi khawatir, karena bagaimanapun juga kalian tidak mahram, akan ada banyak fitnah nantinya dan itu jelas akan menambah masalah baru buat Raya" jelas Sophia
" Maaf kalau aku jadi beban buat kalian, tapi sungguh aku tidak apa-apa kok di tinggal sendiri bersama anak-anak. Kalian tidak perlu khawatir " ucap Raya dengan senyuman
Sophia segera memegang kedua pundak Raya dan menatapnya dengan lekat "Kamu tidak pernah merepotkan Raya, karena kamu adalah harta terbesar di dalam hidup kami, kami semua sayang sama kamu dan juga anak-anakmu jadi kamu jangan pernah berpikiran seperti itu lagi ya!" Raya hanya menganggukkan kepalanya, lalu Sophia merubah posisi duduknya yang sekarang menghadap ke depan "Sebenarnya aku mengumpulkan kalian disini dengan maksud untuk bertanya siapa di antara kalian yang siap menikahi Raya dalam waktu dekat ini agar aku bisa tenang untuk meninggalkan Raya disini" imbuhnya
Ucapan Sophia membuat orang di rumah itu nampak syok, mereka tidak habis pikir kalau Sophia bisa mempunyai pemikiran semacam itu.
" Apa maksud kamu Sophia? aku belum siap untuk menikah dalam waktu dekat ini lagipula aku baru saja jadi janda empat bulan apa kata orang nantinya?" Raya protes dengan rencana Sophia
" Dengarkan aku Raya! kamu aku suruh menikah semata-mata untuk menghindari bahaya fitnah dan orang-orang yang berniat jahat sama kamu, ini di Indonesia Raya bukan di luar negeri yang mana laki-laki dan perempuan bebas hidup bersama tanpa tali pernikahan, jika setiap hari kamu di datangi laki-laki yang bukan mahram kamu jelas itu akan mengundang fitnah, oleh sebab itu jalan satu-satunya hanya menikah" jelas Sophia
Raya terdiam dia bingung harus berkata apalagi, karena semua ucapan sahabatnya itu benar adanya.
" Memangnya di antara kalian ada yang mau menikahi wanita buta yang memiliki dua anak sepertiku?" tanya Raya penuh keraguan
__ADS_1
" Aku siap" jawab Rian mantap penuh kepercayaan diri
Sepertinya kesempatan ku untuk mendampingi Raya hingga akhir hayatku tidak akan pernah tercapai, aku sudah kalah. batin Ruben
" Maaf Rian aku tidak bisa menerimamu karena rasa cintaku ke kamu sudah lama kandas, jadi sangat mustahil bagiku untuk mengulanginya kembali" jawab Raya
" Tapi rasa yang sudah kandas itu bisa saja kan muncul kembali jika kita sering bersama" Rian berusaha meyakinkan Raya
" Maaf Rian aku tidak mau jika menerimamu hanya sebagai pelampiasan semata, dan kamu menikahiku hanya menuruti ambisimu untuk memilikiku" jelas Raya
"Tapi Raya kamu kan tahu betapa besar rasa cintaku kepadamu, aku dari dulu sampai sekarang tidak pernah bisa menerima wanita lain untuk mengisi hatiku selain kamu Raya" Rian mulai putus asa meyakinkan Raya
" Rian kamu jangan paksa Raya jika dia tidak mau, karena itu akan membuat dia semakin trauma dengan sebuah pernikahan" ujar Sophia "Lantas siapa yang ingin kamu nikahi Raya?" lanjutnya
Dengan ragu-ragu Raya berkata "Ruben" seketika itu Ruben langsung terperanga mendengar namanya di sebut wanita idamannya. Dia sendiri sampai bingung harus bersikap seperti apa untuk menanggapinya.
Ruben yang masih belum percaya dengan dirinya yang baru saja di pilih oleh wanita impiannya masih terdiam dalam pikirannya sendiri.
" Jika Ruben tidak mau jangan di paksakan" ucap Raya mencoba untuk mencairkan suasana yang tegang
" Aku mau, aku mau" kata Ruben tiba-tiba sambil beranjak dari tempat duduknya
" Waow.... kelihatannya kamu semangat sekali Ruben" ledek Sophia sambil menahan tawa dengan tingkah Ruben
__ADS_1
Rian yang cemburu sekaligus kesal karena dirinya tidak di pilih akhirnya berpamitan untuk pulang terlebih dahulu sedangkan Asep yang sedikit kesal karena masih di anggap anak kecil sehingga tidak bisa ikut di dalam pemilihan pun izin masuk ke dalam kamar dengan alasan ingin mengerjakan tugas. Tinggal Ruben yang masih berada di ruang makan bersama Sophia dan Raya.
" Terus rencanamu kapan menikahi Raya?" tanya Sophia tanpa basa basi
" Aku kapanpun siap yang terpenting sekarang adalah Raya, dia siapnya kapan" jawab Ruben
" Aku ingin liburan dahulu sebelum memutuskan untuk menikah, karena anak-anak butuh untuk mendekatkan diri dengan Ruben"
" Memangnya Raya mau liburan kemana?" tanya Ruben seakan-akan dia menyetujui keinginan Raya
" Aku dari dulu sangat ingin sekali liburan ke Korea Selatan" jawabnya lagi
" Oke beri aku waktu beberapa hari untuk menyiapkan semuanya mulai dari Visa kalian hingga pesawat dan juga hotelnya" ucap Ruben antusias
Rencanaku berhasil juga, Raya dan Ruben akan segera menikah dengan demikian tidak akan ada lagi yang membuat Raya bersedih. batin Sophia
" Aku sangat iri dengan kamu Ray, kamu di kelilingi laki-laki yang baik dan bertanggungjawab terlebih mereka semua bisa menerimamu apa adanya." Sophia berbicara sambil meneteskan air mata
" Suatu saat nanti kamu juga pasti akan menemukan laki-laki yang baik dan bisa menyayangimu karena kamu wanita salikhah dambaan kaum adam" puji Raya
" Ah kamu bisa saja Raya buat aku jadi geer" sambil tertawa manja
" Maaf kalau sudah tidak ada lagi yang di bicarakan aku pamit pulang" kata Ruben
__ADS_1
" Tunggu Ruben ada sesuatu yang ingin aku bicarakan berdua sama kamu" cegah Raya
Ruben sedikit panik dan menduga-duga apa yang akan Raya bicarakan pada dirinya.