Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Rencana Maya


__ADS_3

Setelah mengakui kekalahannya kepada Dion, Sophia menatap tajam mata sahabat yang berada di depannya.


" Raya maafkan aku kali ini, karena tidak bisa melindungimu, tapi aku berjanji suatu hari nanti aku pasti bisa membawa kamu keluar dari neraka itu." sambil menunjuk ke arah rumah Dion


" Tidak apa-apa Sophia, aku akan baik-baik saja tinggal di rumah itu, sebaiknya kamu lupakanlah aku, karena aku bukanlah sahabat yang bisa kamu ajak bersenang-senang, justru jika kamu tetap menjadi sahabat ku hidupmu bisa tertimpa masalah yang besar, jadi aku mohon pergi dan jangan pernah menemuiku lagi. " ucap Raya sambil pergi meninggalkan Raya


Mendengar perkataan dari sahabat nya itu hati Sophia sakit sekali seperti tercabik-cabik, bagaimana tidak selama ini dia hidup sendiri tidak punya saudara apalagi sahabat, teman di kala happy sangat banyak tapi teman di kala sedih Sophia tidak memiliki nya, dia cenderung menyendiri hidupnya di sibukkan dengan urusan kuliah dan kerja bahkan untuk pergi jalan-jalan dia tidak mempunyai waktu. Pertama kali dia bertemu dengan Raya dan berbicara dengannya, Sophia merasa kalau Raya lah sosok yang dia cari untuk menemani hidupnya yang sunyi tapi apa daya kini dia harus menyerah pada kenyataan. Sophia melihat Raya yang berjalan menghampiri suaminya kemudian masuk ke dalam rumah hanya bisa terpaku.


Aku berharap kamu bisa bahagia berada di dalam rumah itu sahabatku, tapi jika aku mendengar kamu tertindas kembali maka aku pastikan pada saat itu aku akan kembali dan benar-benar mengeluarkan mu dari rumah itu walau nyawa sekalipun taruhannya.


Setelah beberapa saat di sibukkan dengan pikiran nya sendiri, Sophia akhirnya berjalan dan masuk ke dalam mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah Dion.


Mendengar suara mobil Sophia pergi meninggalkan kan halaman rumah, Raya yang sedang di tarik tangannya oleh Dion menuju kamar utama kembali meneteskan air mata.


Sophia maafkan aku tidak bisa menjadi sahabat terbaikmu, aku tidak mau kamu berurusan dengan Dion yang dingin sekaligus kejam ini.


" Kamu menangisi siapa? "


Tiba-tiba suara Dion terdengar dan itu membuat Raya tersentak.


" Ah gak kok, aku enggak nangis " jawab Raya dengan terbata-bata


Dion berteriak memanggil salah satu baby sister untuk mengambil Atala yang sedang di gendong Raya, kemudian Dion menarik Raya ke dalam kamar.


" Kenapa Raya kamu menangisi wanita itu, padahal kalian baru saja bertemu, apa kamu juga akan menangis jika aku meninggalkanmu? " tanya Dion dengan nada tinggi

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu Raya bingung harus menjawab apa, dia hanya terdiam membisu.


" Jawab Raya jangan bikin aku jadi emosi, kamu selalu saja membuat aku hampir hilang kendali. Memangnya kamu mau aku benar-benar menjadi gila dan menyiksamu? " bentak Dion


" enggggakk..... jangan siksa aku, maafkan aku mas, aku janji tidak lagi berbuat sesuatu yang membuatmu marah. " Raya menjawab dengan gagap


" Raya ingat ya kamu itu hanya milik aku dan cuma aku yang bisa ada di dekatmu, jika kamu mengkhianati ku lagi maka orang-orang yang berada di dekatmu akan musnah termasuk anak haram itu. " bisik Dion


Mendengar ucapan Dion membuat bulu kuduk Raya langsung berdiri bahkan dia merasa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Saat ini Raya hanya bisa terdiam dan menunduk dia tidak berani bila harus menatap mata suaminya itu.


Dion kenapa dia bisa berkata seperti itu andai saja dia mengetahui semuanya.


" Raya kamu yang diam seperti ini aku menyukainya, aku suka dengan wanita yang patuh terhadapku, jadi jangan coba-coba untuk melawan ku apalagi pergi meninggalkan aku lagi. " sambil mengelus pipi Raya


" Iya mas aku janji padamu tidak akan melakukan itu lagi. "


" iya mengerti " jawab Raya singkat


Tanpa mereka ketahui bahwa di balik pintu ada Maya yang sedang menguping pembicaraan mereka.


Oh jadi jika Raya kembali keluar dari rumah ini maka Dion akan menceraikannya bahkan dia juga akan membuat hidup wanita itu hancur, oke aku akan menyusun rencana agar Raya bisa angkat kaki dari sini selamanya.


Maya segera meninggalkan kamar Dion dan berjalan menuju basement, disana dia memilih salah satu mobil dan pergi menuju ke satu tempat.


Sesampainya di tempat tujuan Maya segera mengetuk pintu, dan pintu pun terbuka, ternyata orang yang di temui oleh Maya adalah seorang laki-laki yang bernama Darwin.

__ADS_1


" Maya ini beneran kamu? " tanya Darwin hampir tidak percaya


" Iya ini aku, lebih baik kamu izinkan aku masuk dulu baru kita bicara karena aku takut nanti ada orang yang mengenaliku disini. " ucap Maya


" Oh ya benar, ayo masuk " ajak Darwin


Setelah masuk Maya segera melepaskan kacamata dan blazer nya, kemudian dia melihat beberapa foto yang terpajang di dinding.


" Kamu masih menyimpan foto kita disini? " tanya Maya


" Iya benar, jujur saja aku masih belum terima kamu putuskan secara sepihak hanya karena ingin menikahi bos kamu yang kaya itu, walaupun begitu aku selalu mendoakan supaya kamu bisa bahagia dengan suamimu. " jelas Darwin


" Terima kasih atas doa nya, tapi kali ini aku datang kesini mau minta bantuanmu, Kira-kira apakah kamu bisa membantuku? " tanya Maya serius


" Minta bantuan ku? kamu serius? bukankah suami kayamu itu memiliki segalanya kenapa kamu masih minta bantuan orang lain? " tanya Darwin penasaran.


" Karena dia tidak mau lagi menyentuh ku setelah malam pertama, padahal aku ingin sekali mengandung anaknya agar posisiku semakin kuat di rumah itu, kamu kan tahu kalau aku ini hanya istri kedua. "


" Memangnya kenapa, Jangan-jangan suami kamu itu tidak bisa berdiri ya? haaahaaaa " dengan nada meledek


" Jangan sembarangan bicara kamu, justru dia itu sangat jago di atas ranjang sampai membuat aku tidak bisa move on, tapi sayang dia melakukan itu hanya untuk balas dendam terhadap istri pertamanya yang dulu pernah di hamili oleh sahabatnya sendiri. " jelas Maya sambil tangannya menggenggam menahan amarah.


" Terus rencana kamu sekarang apa? " tanya Darwin lagi


" Seperti yang aku bicarakan tadi, aku ingin hamil. " jawab Maya singkat

__ADS_1


" Kalau mau hamil ya kamu harus ML dululah gimana sih " dengan nada santainya, tapi tiba-tiba dia memikirkan sesuatu. " tunggu jangan-jangan kamu mau melakukan itu sama aku ya? " tanya Darwin lagi kali ini dengan nada yang penuh penekanan


" Bingo " sambil mengedipkan matanya


__ADS_2