Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Pengorbanan cinta


__ADS_3

Berada di situasi dimana dia akan di jadikan pelampias nafsu bejat beberapa orang membuat Raya merasa sangat menyesal karena tidak mendengarkan perkataan sahabatnya, rasa sesal di dalam hatinya tak mampu membalikkan keadaan menjadi lebih baik. Di dalam keputusasaan dirinya Raya masih sangat berharap jika suami atau salah satu sahabatnya akan menolong dirinya dari cengkeraman serigala-serigala lapar ini.


Ya Allah aku memohon kepadamu tolong lah hambamu


" Kenapa kamu sekarang tidak memberontak lagi? apa kamu sudah mulai menikmati irama permainanku?" sambil berbisik di telinga Raya


" Bos bagi-bagi dong kami juga mau mencicipi nya " seru salah satu preman dengan tidak sabaran lg


" Oke kalau begitu, ini ambillah! aku sudah bosan dengannya" Darwin pun mendorong tubuh Raya yang lemah ke hadapan para preman yang nampak seperti serigala di mata Raya.


" Jangan.... jangan sentuh aku kumohon jangan sentuh aku" Dalam posisi duduk Raya terus berusaha untuk mundur sambil tangannya menutupi bagian dadanya.


Tapi ketiga preman itu malah tertawa terbahak-bahak melihat calon mangsanya menangis ketakutan seperti itu, ketika salah satu preman hendak menyentuh pundak Raya tiba-tiba terdengar suara pintu yang roboh.


" Hentikan!!! jangan coba-coba kalian menyentuh tubuh Raya kalau tidak mau kehilangan tangan kalian" ancam Sophia dengan suara lantangnya.


Melihat sahabat serta mantan kekasihnya datang menyelamatkan dirinya membuat Raya sangat terharu sampai-sampai dia tidak sadar jika butiran-butiran bening jatuh dari kelopak matanya.


Terima kasih ya Allah engkau memerintahkan mereka untuk menolongku


Sophia dan Rian terlibat dalam sebuah pertarungan melawan Darwin dan para preman, walau mereka hanya berdua tapi mereka cukup mudah untuk menaklukan para preman itu. Terlebih Sophia yang sudah khatam dalam mempelajari 3 ilmu seni bela diri dari mulai taekwondo, wushu, hingga karate. Setelah mereka selesai membabat habis semua preman segera mereka menghampiri Raya yang terlihat sangat lemah dan berantakan.


" Raya bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Sophia dengan penuh kekhawatiran


Raya tidak menjawab pertanyaan dari Sophia melainkan dia langsung memeluk sahabatnya itu dengan erat sambil menangis sesenggukan.

__ADS_1


" Maafkan aku Sophia..... maafkan aku" ucap Raya


" Sudah sudah kamu tidak perlu meminta maaf justru yang bersalah itu aku karena mengabaikan perasaan mu untuk bertemu Dion, maafkan aku ya Raya" sambil mengusap lembut punggung Raya


" Sebaiknya di lanjut bicaranya di dalam mobil saja! " saran Rian


" Iya kamu benar, oh ya apa kamu sudah menelepon polisi? " tanya Sophia memastikan


" Tenang saja sebentar lagi polisi akan datang " jawab Rian sambil mengawal kedua perempuan di depannya masuk ke dalam mobil miliknya, sementara dirinya masih di luar untuk menjaga para preman agar tidak kabur. Tidak membutuhkan waktu lama polisi pun datang, Sophia dan Raya keluar dari mobil untuk memberikan keterangan kepada pihak polisi.


Di anggap sudah cukup dalam memberikan keterangan Raya berniat masuk ke dalam mobil terlebih dahulu, tanpa di duga Darwin nekat mengambil pistol polisi dan mengarahkannya kepada Raya, melihat orang yang sangat dia cintai dalam bahaya segera Asep yang berada di dalam mobil sedari tadi akhirnya keluar berlari mendekati Raya dan langsung mendorongnya dengan cukup keras hingga kepala Raya bagian belakang terbentur batu hal itu bertepatan dengan peluru yang di tembakkan Darwin tepat mengenai dada Asep.


Polisi yang melihatnya segera meringkus Darwin dan memasukkannya ke dalam mobil bersama ketiga preman lainnya, sementara Sophia dan Rian yang di bantu oleh sebagian anggota polisi lainnya segera membawa tubuh Raya dan Asep ke Rumah sakit terdekat.


Di sana Raya dan Asep langsung di masukkan ke dalam ruang IGD.


" Tenang Sophia! jangan biarkan rasa amarah menguasai dirimu" ucap Rian


" Mana mungkin aku bisa tenang jika aku tidak tahu kondisi Raya di dalam sana, apalagi di saat aku mengingat darah yang keluar sangat banyak dari belakang kepala Raya." Sophia berbicara dengan nada yang keras tapi dengan air mata yang bercucuran, melihat kondisi Sophia seperti itu Rian pun berinisiatif memeluknya sebagai bentuk kepeduliannya tapi Sophia segera mendorong tubuh Rian jauh-jauh.


" Apa yang kamu lakukan? ingat kita ini bukan mukhrim" Kata Sophia dengan lantang


Rian yang mendapat penolakan dari Sophia mulai merasa tidak enak hati


" Maaf aku khilaf, tadi aku hanya berpikir ingin menenangkan hati kamu yang penuh kekhawatiran " Rian mencoba menjelaskan maksud dan tujuannya memeluk Sophia.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu, aku minta maaf karena sudah suudzon sama kamu." dengan nada suara yang mulai merendah


" Tidak perlu minta maaf karena yang salah itu aku, seharusnya aku tidak asal memeluk kamu apapun alasannya." Rian mengungkapkan penyeselannya tanpa berani menatap


Hmmmm....... aku jadi kehilangan muka di hadapan Sophia, aku benar-benar bodoh tidak mengetahui kalau hal semacam itu sangat anti Sophia lakukan sebelum menikah.


Dengan adanya kejadian itu mereka berdua tidak lagi saling bicara, dua insan itu larut dalam pikirannya masing-masing entah apa yang mereka pikirkan yang jelas terlihat dari raut muka keduanya nampak saling canggung satu sama lain, terlebih Rian yang merasa tidak enak hati karena sudah melakukan suatu tindakan yang menurut Sophia itu adalah perbuatan dosa.


Walau demikian Sophia yang terlihat cuek dan dingin secara diam-diam sering melirik ke arah Rian sebenarnya dia ingin sekali mengawali pembicaraan agar suasana yang seperti es bisa segera mencair tapi rasa gengsi yang ada di dalam hatinya terlalu tinggi, dia merasa yang seharusnya mengawali pembicaraan itu Rian bukan dirinya hingga pada akhirnya Sophia hanya bisa memandangi orang yang sedang lalu lalang di depan matanya sambil sesekali dirinya melihat pintu di mana sahabatnya terbaring di baliknya.


Setelah cukup lama menunggu akhirnya pintu IGD terbuka, Dokter yang menangani Raya pun keluar. Sophia dan Rian yang melihat itu segera berjalan cepat ke arahnya.


" Bagaimana dok keadaan pasien? " tanya Sophia dengan cemas


" Pasien beresiko mengalami kebutaan hal itu di sebabkan karena benturan tersebut mengenai saraf penglihatan yang berada di belakang saraf bola mata yakni di bagian rongga kepala, walaupun demikian tapi bapak dan ibu jangan khawatir jika pasien sudah sembuh dan siap untuk di operasi InsyaAllah dia bisa melihat kembali." jawab dokter


" Kira-kira tingkat keberhasilan nya berapa persen dok?" tanya Rian


" Tingkat keberhasilan nya bisa sampai 65% jadi bapak dan ibu jangan sampai pesimis karena pasien masih ada kemungkinan untuk melihat lagi, jadi saya menyarankan agar bapak dan ibu bisa selalu mendampingi dan terus menyemangati pasien."


" Terus bagaimana dengan keadaan bayinya dok? " tanya Sophia lagi


" Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi bayinya tidak mampu kami selamatkan" ucap dokter dengan penuh penyesalan


Sophia yang baru saja mendengar penjelasan dari dokter merasa syok hingga membuat lututnya menjadi lemas dan tidak mampu lagi menopang tubuhnya, dengan cepat Rian memegang tubuh Sophia begitu melihat Sophia hampir terjatuh.

__ADS_1


" Sophia kamu tidak apa-apa? " tanya Rian khawatir


" Aku tidak apa-apa tapi bagaimana dengan Raya jika dirinya nanti mengetahui semuanya? " Sophia takut jika sahabatnya menjadi frustasi dengan apa yang dia alami.


__ADS_2