
Penjelasan yang di berikan oleh Rian tidak sepenuhnya membuat Sophia puas, justru dia semakin penasaran dengan kisah mereka bertiga, dia merasa bingung kenapa Rian tidak mengakui bahwa Atala adalah darah dagingnya justru dia mengungkapkan bahwa Dion ayah dari bayi mungil itu.
Kayaknya aku benar-benar harus menyewa detektif yang berkompeten biar bisa memecahkan teka teki yang ada di kepalaku ini.
" Sophia kamu memikirkan apa? serius amat" tanya Rian sambil tersenyum
Sophia yang mendapat teguran dari lelaki yang diam-diam dia kagumi menjadi salah tingkah.
" aahh... enggak ada kok" jawab Sophia sambil tangannya merapikan hijabnya.
" Sophia boleh aku bertanya?" dengan penuh kehati-hatian, " Ya jelas boleh dong, siapa yang melarang" jawab Sophia sedikit deg-degan.
" Kamu kenal dengan Raya sudah lama?" Rian mulai bertanya
" Belum, aku kenal dia kurang lebih satu bulanan itupun pas suaminya selesai menggelar acara pernikahannya yang kedua, di salah satu hotel milik orang tuaku. " jawab Sophia
" Apa kamu bilang? Dion menikah lagi? apa Raya bisa menerimanya? trus bagaimana cara Dion memperlakukan Raya apa dia bisa adil?" Rian memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi kepada Sophia, dan itu membuat Sophia berpikir seperti nya Rian begitu peduli terhadap Raya.
" Ha.. ha... ha... bertanya nya bisa lebih santai dikit enggak om?" canda Sophia " Kamu tenang saja sekarang Raya sudah bisa bernapas lega karena madunya sudah di usir oleh Dion dari rumah, karena kepergok sering menindas Raya sewaktu dia pergi bekerja." jelas Sophia panjang lebar
" Berarti maksud kamu selama ini Raya hidup menderita karena mendapat penindasan dari istri kedua Dion? kenapa Dion bisa menikah dengan sembarang perempuan seperti itu, tanpa melihat akhlaknya terlebih dahulu." Rian mulai kesal mendengar cerita dari Sophia.
" Kalau kata Raya Dion menikah lagi karena ingin membalas perselingkuhan Raya di masa pacaran mereka dahulu, bahkan Dion tega menyuruh Raya untuk melihat malam pertamanya dengan Maya istri keduanya." lanjut Sophia
Mendengar cerita dari Sophia membuat Rian benar-benar menjadi kesal, dia tidak habis pikir kalau sahabatnya dulu bisa melakukan hal yang sangat keji seperti itu kepada seorang perempuan.
__ADS_1
" Sophia apa kamu sengaja mengajak aku ketemuan di taman hiburan ini, agar aku bisa bertemu dengan Raya dan Dion?" tanya Rian lagi
" Mengajak ketemuan? bukannya kamu yang mengajak ketemuan di sini lewat email?" jawab Sophia dengan kebingungan
" Aku " sambil menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk, sejenak Rian memikirkan sesuatu. " Aku curiga kalau ada orang yang sengaja mengatur ini semua"
" Benarkah? tapi siapa? dan motif dia melakukan ini semua untuk apa?" tanya Sophia yang semakin penasaran
" Kayaknya ada orang yang ingin membuat Raya dan Dion hancur melalui aku, karena orang ini tahu kalau Dion itu tipe pencemburu akut." jelas Rian dengan serius
Orang yang ingin membuat Dion dan Raya hancur??? siapa ya? oh ya aku tahu pasti ini perbuatan dari nenek lampir itu, lihat saja nanti kalau sampai terbukti dia melakukannya aku akan membuat perhitungan.
" Kamu tahu siapa yang melakukannya?" tanya Rian
Aku enggak boleh memberi tahu dia terlebih dahulu sebelum ada bukti kuat kalau nenek lampirlah pelakunya, aku harus melakukan penyelidikan
" Ya sudah apa rencana kamu setelah ini, kita sudah terlanjur sampai disini?" sambil tersenyum
" Rencana apalagi? ya kita mainlah, ayo! " ajak Sophia sambil menarik tangan Rian agar mengikuti langkahnya.
Untuk sementara Sophia ingin menghabiskan waktunya bersama lelaki yang telah menyelamatkan hidupnya, setelah itu dia akan mulai melakukan penyelidikan dan bersiap untuk perang melawan musuh-musuh yang akan menyakiti sahabat yang paling dia sayangi.
Di dalam mobil, Dion yang sudah tidak kuasa menahan hasratnya memulai aksinya dengan meraba-raba bagian sensitif milik Raya, Raya yang mendapat belaian lembut dari suaminya merasakan seluruh tubuhnya menjadi tegang, bahkan ketika Dion bermain-main di atas gundukan, Raya tanpa sadar mengeluarkan suara-suara yang membuat Dion semakin bergairah, ketika mereka memulai untuk buka-bukaan baby Atala yang tertidur di jok mobil belakang menangis dengan kencang, sontak saja itu membuat mereka menjadi tersadar dan segera menghentikan kegiatannya. Raya yang malu mendapati dirinya yang sudah berantakan segera merapikan diri dan berjalan keluar mobil untuk pindah kebagian belakang tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
" Kenapa pindah ke belakang?, sini duduk di depan, kamu pikir aku ini sopir? " suruh Dion
__ADS_1
Apa duduk dekat dengan Dion, bagaimana bisa aku melakukannya setelah apa yang barusan kita perbuat tadi, rasanya malu.
" Malah bengong, ayo pindah ke depan, kalau tidak mobil ini akan terus berada disini." ancam Dion
Dengan ragu-ragu Raya kembali keluar dari mobil sambil menggendong bayinya, ketika tangannya sudah mencengkeram gagang pintu dia tidak segera membukanya malahan batin Raya seperti sedang perang antara mau masuk atau tidak, Dion yang sudah tidak sabar melihat istrinya yang bengong diluar mobil memencet klakson sekencangnya, Raya yang terdiam sontak menjadi kaget dan segera membuka pintu lalu duduk di samping Dion.
" Kenapa kamu tidak segera masuk mobil? malah bengong di luar, apa kamu tidak tahu dengan lamanya kamu diam di luar sana bayi kita jadi kedinginan terkena angin, dasar ibu ceroboh." mendengus kesal
Mendengar cacian dari suamimya seketika membuat Raya jadi naik darah.
" Mas tidak ingat apa yang barusan kita lakukan? bukankah itu pertama kali buat kita melakukannya setelah kita menikah? dan itu membuat aku jadi malu untuk berdekatan dengan mas." jelas Raya dengan suara lantang
" Oh jadi kamu malu, kenapa tidak bilang dari tadi? tenang saja sayang mulai saat ini aku akan sering menyentuh dan membelai seluruh tubuhmu agar kamu terbiasa dan tidak malu lagi, bagaimana apa kamu setuju?" tanya Dion dengan senyuman yang menggoda
" Iiiiiihhhhh..... apaan sih jadi geli dengernya, sudah-sudah lebih baik sekarang kita pulang saja."
" Kamu ngajakin pulang cepat karena sudah tidak bisa tahan lagi untuk bermesraan dengan aku ya?" goda Dion
" Kamu ini kenapa sih mas? jadi bersifat narsis dan mesum gini? jangan-jangan kamu bukan Dion suamiku ya? iya benar pasti kamu dedemit penghuni taman hiburan ini yang menjelma jadi Dion, ayo ngaku!" ancam Raya dengan muka serius
Pletaakk.... Jari Dion menyentil dahi Raya
" Aduh sakit mas " sambil mengusap-ngusap dahinya yang sakit
" Jangan berbicara sembarangan ya, ngatain orang demit lagi, memangnya ada setan seganteng dan sekeren aku? makanya jangan kebanyakan nonton film horor jadi konslet kan otaknya" ketus Dion
__ADS_1
" Aku kan niatnya bercanda mas, masa gitu aja sudah marah?" sambil memasang muka memelas
Dion melihat muka Raya seperti itu nampak imut di matanya, seperti terkena hipnotis tiba-tiba Dion mendekati wajah Raya dan hendak menciumnya tapi tangan Raya menghalangi nya. " Mas mau ngapain? ini lihat ada baby Atala" kata Raya sambil menunjuk bayi mungil yang ada di pangkuannya.