Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Cerita Tiara


__ADS_3

Kota Padang adalah kota yang memiliki julukan kota tercinta karena keindahan alamnya yang bisa bikin semua orang jatuh cinta, Keindahan kotanya yang dikelilingi perbukitan dan langsung menghadap Samudera Hindia menjadi alasan utama mengapa orang bisa jatuh cinta dengan alamnya, di kota tercinta inilah Raya menggantungkan harapannya untuk mencari sebuah jawaban yang selama ini bersemayam di otaknya.


Dengan menempuh waktu 1jam 45menit Raya dan teman-temannya akhirnya tiba di bandara Minangkabau, Ruben yang sudah mempersiapkan hotel untuk mereka menginap pun segera mengantar kesana.


Raya di beri kamar pribadi untuk dirinya sendiri sedangkan ketiga lelaki itu berada dalam satu kamar yang memiliki 3 tempat tidur di dalamnya.


" Aku mau ke kamar teh Raya dulu " Asep berpamitan kepada dua pria yang berada di depannya.


" Apa yang akan kamu lakukan? " tanya Ruben tanpa basa basi dan dengan tatapan yang mengintimidasi.


" Aku hanya ingin membantu teh Raya, itu saja" jawab Asep singkat


" Tidak perlu karena aku sudah menyuruh pelayan hotel untuk membantunya" jelas Ruben


" Ruben sebelumnya aku mau minta maaf, aku mau bertanya satu hal kepadamu, apakah kamu menyukai Raya?" tanya Rian penasaran


Mendengar pertanyaan itu Ruben tersenyum tipis "Mana mungkin aku menyukai istri dari majikanku? lebih tepatnya sekarang aku sedang melindunginya dari pria-pria yang mencoba menikung tuan muda Dion" jawab Ruben datar


" Apa maksud kamu? apa kamu masih berpikir kalau aku mau menikung Dion? " tanya Rian geram


" Aku tidak pernah menuduhmu melakukan hal itu" ucap Ruben dengan santainya


Jawaban Ruben yang terkesan menyudutkannya membuat Rian semakin kesal, dia ingin sekali memukul laki-laki yang berada di hadapannya tapi setelah memikirkan konsekuensi yang akan dia dapat jika hal tersebut terjadi maka Rian pun mengurungkan niatnya.


" Oke aku minta maaf karena terlalu sensitif " kata Rian sambil bergegas meninggalkan Ruben menuju kamar mandi.


Asep yang merasa suasananya kurang kondusif akhirnya memutuskan untuk bermain game yang ada di ponselnya dan mengurungkan niatnya untuk menemui Raya.

__ADS_1


Di sisi lain Raya yang baru saja selesai membereskan barang bawaanya, kini terlihat melamun di pinggir ranjangnya.


Apakah yang aku lakukan sekarang sudah benar? Meninggalkan bayiku bersama orang lain sedangkan aku sibuk mencari kebahagian buat diriku sendiri.


Semoga baby Athala disana baik-baik saja. Sebaiknya aku istirahat dulu sebelum bertemu dengan Tiara, karena tadi malem aku tidak bisa pulas.


Raya merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi miring ke arah kanan, lalu matanya dia katupkan dengan harapan dirinya bisa segera tertidur dan setelah bangun nanti tubuhnya bisa kembali segar dan bertenaga.


Di Sore harinya Raya yang mempunyai janji bertemu dengan Tiara di restauran yang berada di bawah, sudah terlihat rapi dengan mengenakan outfit yang berupa dress warna salem yang panjangnya selutut dengan tatanan rambut yang di gerai menambah kesan manis dan energik. Di rasa penampilannya sudah sempurna, Raya lantas mengambil ponselnya yang berada di meja rias lalu memencet angka satu dan langsung terhubung dengan ponsel milik Ruben.


" Halo Ruben, aku sudah siap nih, cepat kesini dan antar aku ke restauran yang ada di bawah buat bertemu dengan Tiara!" ucap Raya antusias


" Maaf nyonya, jadwalnya itu pukul 19.30 sedangkan sekarang masih pukul. 05.36" jelas Ruben


" Benarkah? maaf ya aku ini kan buta jadi tidak tahu waktu" canda Raya di iringi tawa


" Maaf Nyonya atas perkataan saya yang mungkin menyakiti hati" ucap Ruben dengan nada suara penuh penyesalan


" Kamu ini kenapa begitu sensitif Ruben? aku enggak papa kok, jadi santai saja! kalau begitu tolong antarkan aku ke restauran sekarang karena aku ingin makan sesuatu " lanjut Raya


" Baik Nyonya, saya segera ke sana" sambil memutus hubungan teleponnya


Baru saja Raya menaruh ponselnya ke dalam tas mininya sudah terdengar suara ketukan pintu dari luar. Dengan cepat Raya beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu.


" Selamat sore Nyonya, mari saya antarkan anda ke restauran bawah " seru Ruben sambil menggandeng tangan Raya


" Terima kasih Ruben" ucap Raya dengan tersenyum kecil

__ADS_1


Raya yang tidak bisa melihat hanya bisa pasrah mengikuti kemanapun langkah kaki Ruben membawanya pergi.


Sesampainya di restauran Raya meminta Ruben untuk memesankan beberapa cemilan dan es coklat kesukaannya. Setelah menghabiskan waktu hampir 2jam akhirnya orang yang di tunggu pun datang.


" Selamat malam, maaf menunggu" ucap seorang wanita dengan memakai kaos berwarna merah, Mendengar suara itu membuat Raya langsung bersemangat, segera dirinya beranjak dari tempat duduknya lalu mengulurkan tangannya. "Senang bertemu kembali denganmu Tiara" kata Raya


Wanita itu nampak bingung karena posisi dia berdiri saat ini ada di samping kanan Raya tapi Raya mengulurkan tangannya ke arah yang lain.


" Raya kamu kenapa? " tanya Tiara dengan nada suara yang pelan


" Aku tidak apa-apa, memangnya ada apa?" tanya Raya balik


Tiara tidak segera menjawab pertanyaan dari Raya justru dia hanya terdiam sambil memegang bahu Raya, mendapati bahunya di pegang oleh Tiara kini Raya tersadar bahwa dia menghadap ke arah yang salah.


" Yah, ketahuan kalau sekarang aku tidak bisa melihat " keluh Raya sambil tertawa


" Kamu jangan bercanda, aku tidak percaya" Tiara berbicara dengan lantang


" Mau bukti " Raya melepas kacamata hitamnya dan Tiara melihat dengan detail mata Raya sambil tangannya di gerak-gerakan di depan mata Raya, karena tidak ada respon dari mata Raya akhirnya Tiara percaya kalau sahabat lamanya kini benar-benar tidak bisa melihat.


" Masya Allah Raya, kenapa kamu bisa jadi seperti ini? Dion ngapain saja sih selama ini sampai enggak bisa menjaga istrinya dengan baik" celoteh Tiara sambil memeluk Raya


" Ceritanya panjang insyaAllah aku akan menceritakan semuanya nanti, yang terpenting sekarang aku minta kamu ceritakan dulu apa saja yang kamu katakan ketika bertemu dengan mas Dion waktu itu sehingga membuat dia masuk rumah sakit" tanya Raya dengan tatapan yang penuh harap akan sebuah jawaban yang selama ini dia nantikan.


" Jadi tujuanmu menemuiku hanya ingin tahu apa saja yang aku katakan padanya? sebenarnya aku tidak bercerita banyak sih, karena yang dia tanyakan mengenai kejadian ketika kamu mengantar pulang Dion di saat dia mabuk di pesta ulang tahunnya Rian, aku jawab saja kalau aku tidak tahu tapi aku memberi tahu dia mengenai pertemuan antara kamu dan juga Dion di atap kampus, yang pada saat itu kamu menangis tersedu sedangkan Dion dalam kondisi marah besar. Di saat dia berusaha mengingat kejadian itu tiba-tiba dia berteriak kesakitan sambil memegangi kepalanya lalu muncullah dua orang pria yang berpostur tubuh besar mengangkat Dion dan membawanya ke rumah sakit terdekat" jelas Tiara


Ternyata selama ini mas Dion diam-diam berusaha mencari tahu kejadian apa saja yang terjadi di masa lalu, Kira-kira motifnya apa ya? aku jadi semakin penasaran

__ADS_1


__ADS_2