Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Rumor


__ADS_3

Sebuah rumor yang tersebar di internet mengenai retaknya rumah tangga CEO tampan dan kaya raya yang bernama Dion perkasa dengan Raya Anjani di picu oleh adanya hubungan gelap antara sang istri dengan asisten kepercayaan sang CEO yaitu Ruben menjadi buah bibir di kalangan pengguna sosial media, rumor itu terus mencuat hingga banyak netizen yang menyalahkan bahkan menghujat sang mantan istri. Terlebih kabar pernikahan antara sang mantan istri dengan asisten Ceo membuat rumor tersebut bukan hanya isapan jempol semata.


Rumor yang menyebar di internet pertama kali di ketahui oleh Ruben, dengan cepat dirinya berusaha menekan penyebarannya di sosial media. Tapi sayang rumor itu sudah meluas bahkan banyak pemegang saham yang meneleponnya untuk minta klarifikasi, Ruben yang sudah terdesak akhirnya menelepon Sophia untuk meminta bantuannya, tapi tanpa dia duga Sophia membuat pengakuan yang membuatnya merasa sangat kecewa. Sophia menjelaskan bahwa dirinya sudah mendaftarkan Raya dan Ruben di KUA setempat, memboking gedung untuk acara resepsi pernikahan bahkan Sophia juga sudah menyebar undangan. Sophia benar-benar tidak tahu jika apa yang dia perbuat bisa berdampak besar seperti ini. Dia nekat melakukan hal itu karena dia tidak mau jika Raya kembali hidup dengan orang yang temperamental seperti Dion. Tadinya Ruben sangat marah kepada Sophia tapi setelah mendengar ceritanya Ruben baru menyadari jika orang yang menyebar rumor bahwa Raya selingkuh dengannya bukanlah Sophia.


Di atap sebuah cafe Ruben yang mendapat pukulan dari bos nya secara terus-menerus tidak mau melawan sedikitpun walau wajahnya sudah banyak darah yang bercucuran.


" Aku kecewa padamu Ruben, aku kecewa" sambil tangan kirinya memegang pundak Ruben dan tangan kanannya mengepal dengan posisi hendak memukul, tapi niatnya ia urungkan sebab dirinya teringat ucapan dari kekasihnya untuk tidak memakai emosi ketika menyelesaikan masalah.


Di lepaskannya Ruben lalu Dion berjalan mendekat ke teralis pembatas, sambil melihat kota Seoul dengan segala kesibukan warganya, Ruben pun mendekati majikannya sambil berjalan sempoyongan.


" Apa rencana tuan sekarang?" tanya Ruben


" Kamu usahakan agar rumor itu segera hilang! untuk saat ini yang terpenting operasi yang akan Raya jalani jadi masalah lainnya kita bicarakan nanti saja" jawab Dion


" Lantas bagaimana dengan para pemegang saham?" lanjut Ruben


" Untuk masalah itu aku serahkan kepadamu, pandai-pandainya kamu saja dalam mengolah kata" sambil menepuk pundak Ruben lalu berjalan meninggalkannya.


Ruben hanya bisa menghembuskan napas dengan kasar tanpa bisa mengeluh sedikitpun.


Cekling... suara notifikasi dari ponsel Ruben, diapun segera melihat layar ponselnya, alangkah terkejutnya dia ketika melihat saldo yang berada di akun nya bertambah. Kemudian dia melihat sebuah chat yang baru masuk.


Cepat berobat!! aku tidak suka melihat mukamu yang jadi jelek seperti itu.


(sorry)

__ADS_1


Ruben tersenyum membaca chat dari bos nya itu.


Tuan Muda memang lelaki yang baik walau dia mempunyai temperamen yang sangat buruk. Baiklah aku akan berobat atau sekalian saja operasi plastik mumpung masih di Korea Selatan. haahaaa.....


Ruben pergi meninggalkan cafe.


Dion yang sudah berada di apartemen sebisa mungkin bersikap netral agar Raya tidak merasakan kalau dirinya tengah menghadapi masalah yang cukup besar. Di dalam apartemen Dion menghabiskan seharian waktunya bersama kekasih dan juga anak-anak mereka hingga malam pun tiba, Dion yang masih sibuk di depan laptopnya di hampiri oleh wanita yang paling di cintainya.


" Mas kamu sedang apa?" Raya mendudukan dirinya di samping Dion


" Loh sayang kenapa kamu belum tidur?, ini sudah malam bukankah besok pagi kamu akan dioperasi" sambil menutup laptopnya dan merangkul wanita yang berada di sebelahnya.


" Justru karena besok aku mau dioperasi makanya aku tidak bisa tidur" tangan Raya memeluk tubuh Dion


Apapun yang terjadi aku akan terus berusaha melindungi dan menjagamu sampai akhir hidupku.


" Sayang... malam semakin larut sebaiknya kamu segera tidur! biar aku gendong kamu sampai di atas ranjang ya?" bisik Dion


" Iya boleh" sahut Raya sambil menempelkan kepalanya di dada bidang milik sang kekasih


Dengan semangat Dion mengangkat tubuh Raya dan membopongnya menuju kamar sementara itu kedua tangan Raya di lingkarkannya ke leher Dion.


Dion memperhatikan wajah Raya dengan perasaan sangat sedih, tidak tahu kenapa dia merasa kalau inilah momen terakhir baginya bermesraan dengan kekasih hatinya.


Raya meraba muka Dion alangkah kagetnya dia tatkala mendapati jari-jemarinya basah.

__ADS_1


" Kamu kenapa mas? ada masalah apa?" tanya Raya khawatir


Dion tidak menjawab pertanyaan Raya justru dia langsung mencium bibir Raya dengan lembut, di situ Raya merasakan ada yang aneh dengan ciuman Dion kali ini.


Masalah apa yang sedang mas Dion hadapi, hingga membuatnya mellow seperti ini? dan ciuman yang dia berikan sangat berbeda.


Sampai di kamar Dion meletakkan tubuh Raya di atas ranjang tanpa melepaskan ciumannya, bukan hanya bibir leher Raya pun kini jadi santapan Dion hingga meninggalkan banyak tanda di sana. Tapi sesaat kemudian Dion tersadar jika dirinya hampir saja melakukan sebuah kesalahan.


" Maafkan aku Raya, aku hampir saja melakukannya kembali " dengan nada penuh penyesalan


" It's okay " jawab Raya sambil mengelus lengan Dion "Kalau begitu kita tidur saja! tapi aku maunya kamu peluk biar tidurnya pulas" lanjut Raya dengan manjanya


Malam yang indah penuh dengan rasa cinta kini berubah menjadi pagi yang indah penuh dengan harapan dan perjuangan, hari ini adalah hari yang sangat menegangkan bagi Raya bagaimana tidak kegelapan dan rasa kesepian yang hampir menemaninya sepuluh bulan lamanya kini akan segera berakhir di meja operasi.


Dengan semangat dan sedikit rasa gugup Raya di temani oleh Dion mendatangi rumah sakit, mendapat dukungan penuh dari Dion membuat Raya semakin semangat menjalani semua prosedur yang ada hingga pada puncaknya yaitu operasi.


Dion begitu gelisah menunggu Raya menjalankan operasinya, dia tidak bisa tenang hingga terus berjalan mondar-mandir sampai Ruben mendatanginya dengan langkah tergesa-gesa.


" Tuan muda maaf saya mau melaporkan berita buruk mengenai Central group " kata Ruben tiba-tiba dengan napas yang masih naik turun.


" Ruben tenang kan dulu dirimu! coba atur napas secara perlahan baru mulai cerita maksudnya berita buruk apa yang mau kamu sampaikan" tanya Dion dengan datar


Segera Ruben memberikan ipad nya kepada Dion. "Tuan lihat nilai saham Central group semakin anjlok, banyak perusahaan kecil di bawah naungan Central group mengalami kebangkrutan dan itu membuat mereka melakukan demo di depan kantor pusat Central group, bahkan Sophia sering mendapat teror dari orang yang tidak di kenal dia di ancam akan di bunuh jika tidak segera memberi tahu Raya berada dimana" jelas Ruben


Apa yang bisa aku perbuat saat ini? apa aku harus melakukan rencana itu agar semua bisa kembali berjalan seperti semula.

__ADS_1


__ADS_2