
Cinta yang baru saja tumbuh di hati harus segera di matikan sebelum mengakar dan mendarah daging, karena cinta itu tumbuh di tengah-tengah hubungan cinta yang sudah terjalin.
Cinta yang Ruben rasakan di dalam hati harus segera ia hilangkan agar dirinya bisa lebih fokus di dalam mengabdikan diri kepada majikannya dan lebih bisa bersifat profesional. Walau mungkin terasa sakit tapi dia yakin dengan berjalannya waktu rasa sakit yang dia rasa akan hilang.
" Baik Raya jika memang itu yang terbaik aku setuju untuk membatalkannya" ucap Ruben sambil mengepalkan tangannya, pertanda jika dirinya kini sedang menahan sakit yang ada di dalam hatinya.
" Terima kasih Ruben aku senang bisa mempunyai teman sepertimu. Oh ya aku harap ini terakhir bagi kita untuk membahas soal pernikahan, selanjutnya kita jangan pernah lagi mengungkit masalah ini terlebih di depan mas Dion" kata Raya dengan semangat nya
Ruben memandang Raya dengan perasaan bahagia bercampur sedih, dia bahagia karena bisa melihat senyuman lagi di wajah cantik Raya tapi dia sedih karena senyuman itu bisa terukir bukan karena kehadirannya.
" Aku janji Raya kedepannya tidak akan pernah mengungkit masalah ini" sambil mengangkat tangannya ke udara sebagai simbol bahwa dia sedang berjanji
Ketika Ruben sedang berjanji ternyata sudah ada Dion di belakang mereka.
" Tidak akan mengungkit masalah apa?" tanya Dion tiba-tiba
Seketika itu Raya dan juga Ruben panik. Ruben berusaha memikirkan sesuatu untuk bisa menjawabnya tanpa harus berkata jujur.
" Oh itu masalah di Padang Tuan, ketika Raya sedang bersujud di depan rumah dokter yang dulu pernah anda marahi" jelas Ruben dengan jantung yang masih berdebar-debar
Semoga saja Tuan Muda bisa mempercayainya kalau tidak aku akan semakin bingung mencari alasan.
" Apa? Raya pernah bersujud di depan rumah orang? kenapa kamu bisa biarkan hal bodoh itu terjadi Ruben?" Dion mulai emosi
" Mas tolong kamu sabar dulu, duduklah disini biar aku yang menjelaskannya, jangan bicara terlalu keras nanti Athala takut" ujar Raya dengan lemah lembut
Ucapan Raya berhasil membuat emosi Dion mereda, Dion pun duduk di dekat Raya sesuai dengan apa yang di perintahkannya. Di rasa Dion sudah tenang Raya memulai kembali ceritanya.
" Aku bersujud di depan rumah dokter itu karena aku membutuhkan informasi yang berhubungan denganmu, karena bagaimana pun aku harus tahu alasan apa yang mendorong kamu meninggalkanku dan juga Athala" jelas Raya
__ADS_1
" Padahal sebelum pergi aku sudah memberikan surat agar kamu tahu aku pergi kemana dan dengan tujuan apa, ini semua tidak akan terjadi jika Ruben memberikan surat itu kepadamu" sambil beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Ruben
" Katakan Ruben dimana kamu menyimpan surat untuk Raya? " dengan tatapan tajam
" Sudah saya serahkan kepada Sophia, karena pada waktu Tuan pergi Sophia datang ke rumah mencari anda untuk memberitahukan bahwa Raya mengalami sebuah insiden yang membuatnya tidak bisa melihat" jawab Ruben
" Berarti Sophia yang menyimpan surat itu? tapi kenapa Sophia tidak pernah menyinggung soal surat itu sama sekali?" Raya mulai menduga-duga
Sejenak Dion berpikir "Jangan-jangan yang mengirimi ku email dari akunmu itu Sophia?"
" Tidak mungkin untuk apa Sophia melakukan hal tersebut " bantah Raya
" Lantas untuk apa pula Sophia menyimpan surat itu?" tanya Dion
Raya merenungkan semua ucapan Dion
sebenarnya dia mengakui ada benarnya tapi hatinya menentang dengan keras karena tidak mungkin jika sahabatnya melakukan hal buruk padanya.
" Email minta cerai" jawab Dion dengan cepat
Mendapat jawaban dari Dion, Ruben nampak kaget.
" Kalau seperti ini dapat di simpulkan ada kemungkinan Sophia yang melakukannya "
" Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu Ruben? kamu jangan asal tuduh! " Raya kembali membantah kali ini dengan nada yang cukup tinggi
Ruben dengan santainya mencoba membuka pikiran Raya
" Sekarang coba Raya ingat kembali beberapa bulan yang lalu ketika Tuan Muda pergi meninggalkan Raya dan Athala bagaimana reaksi Sophia? dia seperti memberi Raya sebuah hasutan yang membuat Raya membenci Tuan Muda kan? bukan hanya itu, ketika Raya berniat mencari Tuan Muda hanya Sophia lah yang menentangnya. Dan yang terakhir ketika aku baru pulang dari perjalanan bisnis lantas mengetahui bahwa Raya dan Tuan Muda mau cerai aku pernah menawarkan untuk menyelidiki terlebih dahulu tapi Sophia menentangnya. Apakah ini belum menjadi suatu bukti kalau Sophia tidak suka kalian bersatu?" jelas Ruben panjang lebar
__ADS_1
Raut wajah Raya seketika itu menjadi murung "Ingin rasanya aku tidak percaya dengan apa yang kalian katakan tapi pikiranku membenarkan semuanya"
Dion mendekati Raya sambil menenangkannya, Ruben melihat kebersamaan mereka sudah mulai bisa mengikhlaskannya.
Aku senang bisa melihat mereka bersama-sama lagi seperti dulu, semoga tidak akan ada lagi yang berusaha memisahkan mereka.
" Ruben kenapa kamu jadi patung disana, cepat bantu aku menggendong Athala aku mau membantu Raya. Kita pergi ke apartemen dulu setelah itu kamu ke hotel untuk membawa semua barang bawaan Raya." perintah Dion
" Tapi mas kalau kita pindah ke apartemen uang yang buat bayar hotel akan jadi sia-sia dong, mubadzir". celoteh Raya
Sambil mengelus pipi Raya "Jangan khawatir biar tidak mubadzir nanti aku akan suruh staf hotel yang sudah bantu kamu selama di hotel itu untuk menggantikan mu menikmati fasilitas hotel nya. Bagaimana setuju tidak?"
" Iya mas aku setuju sekali" ucap Raya dengan semangat nya "Yasudah sekarang kita berangkat ke apartemen" lanjutnya sambil merangkul lengan Dion.
Di dalam mobil Raya terlihat sangat manja, dia terus menempel di lengan Dion sambil menceritakan semua yang terjadi ketika Dion pergi meninggalkannya.
" Maafkan aku Raya karena gangguan otak yang aku derita kamu jadi harus merasakan segala kepahitan hidup" sambil mencium kening Raya
" Mas memangnya tidak apa-apa jika kita bermesraan seperti ini? padahal kita sudah bercerai"
Dion gemas dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Raya, di sentil nya dahi Raya sampai yang punya dahi meringis kesakitan.
" Salah aku apa sih mas? sakit tahu" keluhnya
" Habis pertanyaan mu itu menggelikan sekali, memangnya kenapa kalau kita sudah bercerai? itukan hanya status yang penting kita masih saling mencintai lagipula setelah pulang ke Indonesia aku akan menikahi mu lagi" jelas Dion
" Kayaknya aku harus operasi mata dulu biar ketika kita menikah aku bisa melihat tampannya wajahmu" seru Raya dengan senangnya
" Kenapa tidak dari dulu saja kamu operasi matanya kenapa baru sekarang?" Dion merasa heran
__ADS_1
" Karena aku merasa tidak ada gunanya melihat jika orang yang aku cintai tidak ada di sampingku makanya aku berjanji akan melakukan operasi mata jika sudah bertemu denganmu"
Perkataan Raya membuat hati Dion tersanjung, dia tidak habis pikir bisa di cintai dengan tulus oleh orang yang selama ini dia abaikan dan sakiti. Tanpa pikir panjang lagi segera dia peluk Raya dengan erat sambil membisikkan kata cinta.