
Keesokan harinya Dion dan rombongan sudah berada di bandara Seoul tepat setengah jam sebelum jadwal penerbangan, tidak perlu menunggu waktu lama akhirnya mereka lepas landas pukul 09.15 dan sampai di tempat tujuan pukul 15.07, setibanya di bandara Jakarta segera Dion memerintahkan Ruben untuk mempersiapkan segala keperluan mulai dari jumpa pers hingga rapat yang akan di laksanakan sore harinya. Sementara itu Dion akan mengantar Raya dan juga anak-anak pulang ke apartemen milik Sophia. Di dalam perjalanan menuju apartemen Raya banyak cerita tentang mimpinya jika sudah menjadi Nyonya Dion kembali. Tapi sang kekasih tidak banyak memberikan tanggapannya, dia hanya memegang erat tangan Raya sambil terus fokus menyetir.
" Mas aku mau akad kita di laksanakan sesegera mungkin, soalnya aku merasa tidak enak jika terus-terusan tinggal di apartemen Sophia, apalagi dia akan pergi ke Singapore dalam waktu yang cukup lama" ucap Raya dengan manjanya
" Kamu tenang saja sayang semua akan berjalan seperti apa yang kamu inginkan" jawab Dion Sambil terus mengemudikan mobilnya, setelah beberapa saat akhirnya mereka tiba di depan apartemen, Dion keluar dari mobil terlebih dahulu lalu membuka pintu untuk Raya, baru saja mereka berjalan beberapa langkah tiba-tiba ada bapak-bapak yang meneriaki Raya dengan kata-kata umpatan sambil melempari nya dengan kulit pisang. Aksi bapak-bapak itu diikuti oleh beberapa orang di sana.
Raya yang tidak tahu menahu tentang rumor yang beredar di internet hanya bisa kebingungan sekaligus ketakutan dengan serangan yang bertubi-tubi dari orang-orang yang berada disana. Dion dengan tubuhnya terus berusaha untuk melindungi Raya dari serangan itu hingga mereka bisa selamat masuk ke dalam lift dengan bantuan beberapa security apartemen.
Di dalam lift Dion mendekap tubuh Raya yang masih bergemetar karena efek dari rasa takutnya.
" Tidak apa-apa sayang, semuanya sudah bisa diatasi" ujar Dion
" Sebenarnya ada apa mas? kenapa mereka seakan-akan begitu sangat membenciku, bahkan mereka dengan tega nya mengumpat dengan kata-kata yang sangat kejam. " kata Raya sambil meneteskan air mata
" Jika kamu ingin tahu jawabannya nanti kamu tanyakan langsung kepada sahabatmu itu, dia lah biang dari semua masalah" jawab Dion dengan kesal
" Apa maksud mas itu Sophia? memangnya apa yang dia perbuat" tanya Raya sedikit tidak percaya
" Biar lebih jelasnya lebih baik tanyakan saja padanya agar tidak ada lagi su'udzon di antara kita" sambil memapah Raya keluar dari lift.
__ADS_1
Sesampainya di depan pintu apartemen Sophia, Dion segera memencet bel pintu secara berulang-ulang hal itu sengaja ia lakukan agar sang pemilik rumah segera membukakan pintunya.
Benar saja tidak membutuhkan waktu lama pintu pun terbuka, Sophia yang melihat Dion bersama Raya nampak kaget di buatnya.
" Dion? kenapa kamu bisa di sini? bukankan kamu sedang melakukan pengobatan di luar negeri?" tanya Sophia penasaran
Dion tidak menjawab pertanyaan Sophia, dia terus berjalan masuk ke dalam rumah sembari memapah Raya.
"Minggir!" ucap Dion dengan keras, tatkala Sophia menghalangi jalanya.
Sophia yang tidak dianggap merasa sangat kesal dengan sikap sombongnya Dion.
" Raya kenapa kamu bisa pulang dengan Dion?" tanya Sophia sambil mendekati Raya
" Kamu kenapa bersikap dingin seperti itu ke aku? apa ini ada kaitannya dengan Dion? " tanya Sophia lagi seakan akan dia tidak terima di perlakuan seperti itu oleh sahabat yang di cintainya.
" Sebaiknya kamu tidak perlu bertanya macam-macam dulu, sekarang yang terpenting kamu jawab pertanyaan dari ku!" ujar Raya dengan lantangnya " Sebelum menjelaskan, aku mau kamu serahkan dulu surat yang Ruben titipkan!" sambil merentangkan tangan kanannya dan menggerakkan jari-jarinya sebagai isyarat meminta sesuatu
" Surat apa? " Sophia mencoba mengelak
__ADS_1
" Sudahlah Sophia mengaku saja aku sudah tahu semuanya!, aku tahu kalau kamu yang menyimpan surat dari Dion dan aku juga tahu kalau kamu yang mengirim email ke Dion agar dia bersedia menceraikan ku, pleasa Sophia jelaskan kenapa kamu melakukan itu semua? apa salah aku?" kata Raya sedikit emosi
" Baiklah aku akan jujur sama kamu soal kenapa aku melakukannya, itu tidak lain karena aku benci jika kamu hidup bersama dengan lelaki yang tidak bisa di andalkan seperti Dion. Awalnya aku mau menyatukan kalian makanya aku nekat ke rumah Dion untuk menjelaskan semua kebenarannya agar dia tidak lagi salah paham, tapi ternyata ketika aku sampai di rumah Dion dia malah sudah pergi ke luar negeri untuk berobat, aku sangat kesal dengan keputusannya. Kenapa dia bisa pergi ke luar negeri di saat kalian sedang ada masalah dan di saat kamu terkena musibah. Terlebih yang bikin aku tambah emosi ketika aku membaca surat dari Dion yang berisikan supaya kamu mau menunggunya sampai batas yang tidak di tentukan dan jika lelah maka boleh untuk menikah lagi. Gila laki-laki macam apa itu? menggantungkan sebuah hubungan tanpa adanya kejelasan" Sophia mulai meradang "Makanya aku membuat sebuah rencana untuk memisahkan kalian dengan cara mengirimi dia email atas nama kamu dan rencanaku akhirnya berhasil membuat kalian berpisah selamanya". Raya mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Sophia membuatnya hampir kehilangan kesabaran, ingin sekali Raya menampar mulut itu dengan tangannya sendiri tapi niatannya ia urungkan dan tetap mencoba untuk bersabar mendengar kelanjutan ceritanya.
" Rencanaku hampir sempurna tatkala kamu dengan Ruben sepakat untuk menikah setelah pulang dari Korea Selatan. Tapi hal yang tidak terduga terjadi, Ruben menelepon ku dan mengabari kalau kamu dan dia sepakat untuk membatalkan pernikahan, kabar itu membuatku kecewa hingga akhirnya aku nekat mendaftarkan namamu dan Ruben di KUA dan mencetak undangan pernikahan kalian" jelas Sophia
" Kamu dengar sendiri kan sayang kalau semua masalah ini muncul karena dia, karena sikapnya yang sok peduli itu membuat kita mengalami masalah besar, sekarang kamu ikut aku dulu! ada sesuatu yang harus aku bicarakan karena sudah tidak ada waktu lagi" ucap Dion sambil menggandeng Raya dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.
Sophia sebenarnya ingin mencegah Dion tapi dia tahu kalau itu dia lakukan yang ada Raya tambah membencinya.
Di dalam kamar Dion menceritakan situasi yang sekarang di alami oleh perusahaannya yang sedang pailit akibat menyebarnya rumor tentang perselingkuhan yang di lakukan mantan istrinya dengan asisten kepercayaan nya, bahkan Dion bercerita kalau banyak perusahaan-perusahaan kecil di bawah naungan Central group mengalami kebangkrutan hal itulah yang menyebabkan orang-orang di luar sana membenci Raya karena menganggap itu semua akibat kesalahannya. mendengar itu Raya merasa sedih lalu Dion berlutut di hadapan Raya yang sedang duduk di atas ranjang sambil menggenggam tangan Raya. "Sayang agar semuanya bisa kembali seperti semula kita harus melakukan pengorbanan apa kamu mau melakukannya?" tanya Dion sambil terus menatap wajah Raya
" Aku mau melakukan apapun agar mereka semua bisa kembali berdiri dan namaku juga bisa kembali baik" jawab Raya dengan penuh keyakinan
Kemudian Dion menjelaskan semua rencananya, mendengar rencana Dion sontak Raya menolaknya
" Tidak mas aku tidak mau" ucap Raya sambil menangis
" Sayang ini adalah satu-satunya cara untuk bisa mengembalikan semuanya, aku mohon kamu mau menerima nya!" sambil memeluk Raya dengan erat
__ADS_1
Tiba-tiba Ruben dari luar mengetuk pintu dan memberitahukan bahwa sebentar lagi jumpa pers akan segera di mulai, Dion yang mendengarnya segera berpamitan kepada Raya.
" Sayang aku pergi dulu, maafkan aku yang tidak bisa menjadi lelaki yang kamu andalkan" sambil membelai lembut pipi Raya kemudian perlahan pergi meninggalkan nya.