Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Hubungan yang indah


__ADS_3

Di ruang rawat VIP salah satu rumah sakit ternama yang begitu luas dengan segala fasilitas di dalamnya, terdapat dua insan yang terlihat sedang dimabuk cinta saling mengatupkan bibir mereka dengan lembut dan penuh kasih sayang di atas ranjang pasien, dua insan itu tidak lain adalah Dion dan Raya pasangan suami istri yang selama ini menjalani biduk rumah tangga dengan penuh kehampaan tanpa ada rasa cinta di dalamnya kini menjadi begitu sangat bergelora tatkala mereka melewati beberapa rintangan yang membuat hubungan mereka semakin intim.


Dion yang menikmati setiap inci bibir pasangannya nampak belum puas jika tangannya belum ikut beraksi, dengan perlahan tapi pasti tangan Dion yang sudah menjalar ke seluruh tubuh Raya sengaja membikin beberapa gerakan-gerakan yang membuat sang pemiliknya merasakan ketegangan di seluruh bagian tubuhnya, bibir Raya sudah tidak mampu lagi berucap hanya suara desisan lembut yang keluar dari mulutnya yang membuat pikiran Dion menjadi liar, seketika itu Dion segera merebahkan tubuh pasangannya tepat di atas kasur tatkala dia mau menaikinya tiba-tiba dia terhenti oleh selang infus yang menancap di punggung tangannya.


" Sialan apa-apaan ini, ganggu aja" gerutu Dion sambil berniat mencabut selang infus nya


Melihat jarum infus yang mau di cabut paksa oleh suaminya, Raya segera bangkit dan mencegahnya.


" Berhenti! jangan di lepas paksa nanti bisa berceceran lo darahnya." cegah Raya


" Kalau enggak di lepas bagaimana kita bisa melakukannya, aku sudah tidak tahan lagi." keluh Dion


" Sabar mas kita masih punya banyak waktu untuk melakukannya, yang terpenting sekarang adalah kesehatanmu, sebaiknya kamu istirahat dulu lagipula hari sudah malam." Raya berusaha menenangkan Dion


" Bagaimana caraku bisa menahannya? kalau sudah mengeras seperti ini." keluh Dion frustasi


" Ehmm... bagaimana kalau aku bantu mengeluarkan nya?" Raya mencoba menawarkan diri untuk membantu suaminya yang dalam kondisi memprihatinkan itu.


" Memangnya kamu bisa melakukannya? bagaimana caranya?" tanya Dion dengan nada yang kurang percaya


" Mas bisa memilih menggunakan mulut atau tangan?" Raya memberikan pilihan pada Dion sambil tertunduk malu.


Dion mendengar pernyataan dari istrinya merasa tersanjung, karena pada akhirnya sang istri bersedia membantunya untuk keluar dari situasi yang tidak mengenakan ini dengan inisiatifnya sendiri tanpa adanya tekanan dari dirinya.

__ADS_1


"Raya kamu yakin mau malakukannya? bukankah selama ini kamu belum berpengalaman?" tanya Dion memastikan


"Iya aku yakin sekali, bagaimanapun juga kamu adalah suamiku orang yang harus aku cintai, hargai, dan aku layani." terang Raya


" Baiklah jika itu kemauanmu aku sangat menghargainya, lebih baik kamu gunakan saja tanganmu itu aku takut jika menggunakan mulut maka kamu bisa tersedak karena ukurannya cukup besar lo." bisik Dion dengan suara menggodanya


Mendengar godaan yang di lontarkan suaminya sontak saja Raya menepuk lengan suaminya itu. " Nakal banget kamu ya mas, yaudah aku tidak mau membantu." Raya pura-pura merajuk sambil memalingkan muka


" Sayang jangan merajuk, kalau kamu tidak mau membantu bagaimana aku bisa melewatkan malam ini." Dion memasang wajah memelas


" Oke aku akan membantu tapi dengan syarat kamu tidak boleh membuat aku jadi malu lagi ya" Raya mencoba bernegosiasi dengan suaminya itu


" Iya iya aku tidak akan lagi membuat kamu malu, sekarang bisa dimulai kan?" tanya Dion dengan antusias


" Terus Raya terus lakukan seperti itu" ucap Dion dengan berulang-ulang di telinga Raya


Raya mendengarkan pengulangan kalimat yang di ucapkan suaminya itu hanya bisa tersenyum kecil, dia merasa puas karena sebagai seorang istri akhirnya dia bisa melayani suaminya.


" Nikmatilah setiap sentuhan yang aku berikan mas dan jangan ragu-ragu untuk mengeluarkannya biar aku tampung semuanya." kata Raya membalas ucapan Dion


Setelah beberapa saat akhirnya Dion merasakan puncak kenikmatannya dengan begitu semburan cairan hangat terasa di tangan Raya, tanpa rasa jijik Raya segera membersihkan semuanya.


" Sayang terima kasih kamu sudah membantuku, maaf aku membuat berantakan" ucap Dion sambil tersenyum

__ADS_1


" Sama-sama mas, aku justru bahagia bisa melayani kamu seperti ini, malahan aku jadi tidak sabar untuk merasakannya langsung karena jujur aku ingin seperti Maya bisa mengandung benih dari kamu." terang Raya


" Kamu tidak perlu khawatir setelah aku keluar dari rumah sakit aku pastikan setiap hari kamu akan merasakannya." kata Dion yang membuat Raya tidak bisa menahan tawa


" Mas.. mas... ya enggak tiap hari juga kali, memangnya mas tidak capek?" tanya Raya sambil tertawa


" Oh jadi kamu meremehkan suamimu ini ya?" menatap tajam ke arah Raya


" Enggak mas, aku enggak meremehkan maksud aku tidak seperti itu." Raya mencoba menjelaskan tapi susah untuk merangkai kalimat


" Yasudah sekarang kamu lunasi semua biaya rumah sakit ke administrasi menggunakan kartu ini lalu kita pulang malam ini juga." perintah Dion


" Jangan pulang sekarang dokter juga belum memberi izin, lebih baik kita bicarakan dulu dengan dokternya besok pagi, untuk saat ini lebih baik mas istirahat dulu ya." bujuk Raya


" Aku enggak mau lama-lama di rumah sakit ini bikin susah gerak." keluh Dion lagi


Melihat suaminya yang kesal dengan situasi yang dia rasakan saat ini membuat Raya merasa sedang membujuk anak kecil agar tetap mau di rawat dan tidak lagi merengek untuk pulang ke rumah.


Dion ternyata sisi kekanak-kanakan mu yang dulu sempat hilang akhirnya keluar kembali, sekarang aku benar-benar merasakan Dion yang hangat dan kekanak-kanakan muncul lagi, padahal aku sempat khawatir tidak akan bisa lagi melihat sesosok Dion teman karibku.


" Mas aku mohon sabar dulu ya, bukankah kamu berjanji akan mendengar semua yang aku katakan jadi please kali ini saja ikuti apa yang aku katakan lagipula ini demi kebaikan mas juga." terang Raya


" Baiklah aku akan mendengarkanmu kali ini untuk tetap tinggal di rumah sakit, tapi aku tidak janji bisa diam saja jika besok pagi kamu tidak segera mengurus administrasi biaya rawatku, aku tidak akan segan-segan keluar dari rumah sakit ini dengan atau tanpa izin dari dokter." ancam Dion dengan di barengi tangannya yang menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya.

__ADS_1


" Iya mas besok aku akan melunasi semua biaya rawat kamu jadi setelahnya kamu bisa keluar dari rumah sakit ini." jelas Raya


__ADS_2