
Rasa penasaran yang begitu tinggi membuat Sophia tidak lagi bisa menahan kesabarannya.
" Ayo Ruben cerita! ada apa dengan Dion? apa ada sesuatu yang terjadi? jangan diam saja" paksa Sophia
" Aku tidak tahu apa yang terjadi pada tuan muda yang jelas malam itu dia nampak kacau setelah pulang dari Jawa Barat, dia mengobrak abrik barang milik nyonya muda seperti ada sesuatu yang dia cari" Ruben mulai cerita
" Kamu tahu barang apa yang sedang dia cari?" tanya Sophia penasaran sambil mendekatkan dirinya ke Ruben
" Tidak " jawab Ruben singkat
"Kamu pasti bohong, aku yakin kamu menyembunyikan sesuatu, ayo dong Ruben cerita semuanya! Raya saat ini sangat membutuhkan kehadiran suami di sisinya karena dia baru saja kehilangan janin dan juga penglihatannya"
" Memangnya apa yang terjadi? " tanya Ruben balik
" Raya baru saja di culik oleh Darwin makanya dia mengalami hal buruk seperti itu, apa kamu tidak kasihan" Sophia berusaha mempengaruhi Ruben dan mengorek informasi lebih jauh lagi mengenai hilangnya Dion.
" Tapi masalahnya memang aku tidak tahu apa yang sedang tuan muda cari saat itu" jawab Ruben dengan nada tinggi " Aku sempat disuruh oleh tuan muda ke rumah sakit yang ada di Padang tempat tuan muda di rawat terakhir kali untuk mengambil hasil pemeriksaan, dan aku juga tidak tahu hasil pemeriksaannya apa karena aku tidak berani melihat tanpa izin dari tuan muda." jelas Ruben
" Sebenarnya apa yang Dion sembunyikan, terus tuan mudamu ada dimana dia sekarang? " tanya Sophia sambil bangkit dari tempat duduknya
" Tuan muda bilang mau pergi ke New York tapi setelah aku periksa ternyata tuan muda tidak pernah pergi ke New York, bahkan ketika aku meminta pihak bandara untuk mencari lewat kamera CCTV mereka menolak dengan dalih privasi jadi saat ini aku benar-benar tidak tahu kemana tuan muda pergi." jelas Ruben dengan lesu
" Dasar Dion kurang ajar, pecundang, laki-laki tidak ada tanggung jawab seperti itu lebih baik enggak usah lagi muncul di hadapan Raya, aku akan bawa pergi Raya jauh dari sini agar dia bisa melupakan suaminya." Sophia yang emosi segera berjalan meninggalkan rumah Dion
__ADS_1
" Tunggu" cegah Ruben " Ini ada titipan dari tuan muda untuk nyonya muda" imbuh Ruben sambil menyodorkan secarik kertas
" Apa-apaan ini, dia minta Raya menunggunya pulang dan jika Raya merasa bosan boleh menggugat cerai, maksudnya apa coba? apa dia ingin menyakiti hati Raya secara perlahan, benar-benar sakit jiwa si Dion ini." Sophia mencoba mengatur napasnya agar emosinya bisa lebih terkontrol setelah cukup merasa tenang Sophia berpamitan kepada Ruben sambil membawa secarik kertas yang di berikan Ruben.
" Kalau ada apa-apa kamu bisa menghubungiku aku siap untuk membantu" kata Ruben
" Oke " jawab Sophia sambil memberi isyarat dengan jarinya tanpa menengok ke belakang ataupun berhenti berjalan
Sementara itu di rumah sakit, Raya yang sudah sadarkan diri merasa sangat frustasi tatkala dirinya mengetahui jika janin yang ada di perutnya telah meninggal dan kedua matanya tidak bisa lagi di gunakan untuk melihat.
" Kamu yang sabar ya Raya, aku akan selalu berada di sisimu" ucap Rian sambil menggenggam tangan Raya
" Aku tidak tahu dosa apa yang aku perbuat hingga Tuhan memberiku cobaan yang begitu berat seperti ini" keluh Raya dengan air mata yang terus mengalir
Rian yang tak kuasa melihat penderitaan yang di alami oleh perempuan yang selalu ada di hatinya pun mencoba memeluknya dengan maksud menenangkan, awalnya dia ragu karena takut akan ada penolakan seperti yang di lakukan Sophia tapi ternyata Raya tidak melakukan penolakan sama sekali justru dia merasa nyaman berada di pelukan Rian.
" Oh ya bagaimana keadaan Asep? apakah dia baik-baik saja? " tanya Raya cemas
" Dia baik-baik saja kok, hanya saja sampai sekarang dia belum siuman, jika dia sudah sadarkan diri aku pasti beritahu kamu"
" Sophia dimana dia? " tanya Raya lagi
" Terakhir dia pamitan untuk mencari makanan tapi sudah hampir tiga jam dia belum juga kembali"
__ADS_1
" Tiga jam?, kamu tidak berusaha mencarinya? bagaimana jika dia di culik?" Raya begitu cemas sampai dirinya nekat mau mencabut selang infus yang ada di punggung tangannya tapi dengan cepat Rian mencegahnya " Kamu mau apa Raya? jangan sembarang bergerak! kamu masih sakit" Rian berusaha menenangkan Raya
" Bagaimana aku bisa tenang jika kabar Sophia saja kita tidak tahu, coba kamu hubungi Sophia sekarang juga jangan berhenti sebelum di jawab" suruh Raya
" Oke aku akan hubungi dia, tadi sih ponselnya tidak aktif tapi biar kamu tenang aku akan terus menghubunginya sampai dia menjawab." kata Rian
" Terima kasih Rian kamu selalu menjadi teman yang baik buat aku" ucap Raya dengan senyuman kecil
Rian memandang Raya yang sedang tersenyum membuat hatinya berdetak dengan kencang bahkan dia tidak menyadari jika dirinya sudah sangat lama sekali menatap wajah cantik Raya.
Raya aku akan selalu menjadi pengagum rahasiamu, karena sampai kapanpun aku tidak akan sanggup untuk membuang rasa cintaku kepadamu, namamu sudah terpatri di hatiku dan sampai kapanpun tidak akan pernah hilang.
" Sebaiknya kamu kembali istirahat jangan memikirkan macam-macam!, nanti akan aku beri tahu jika Asep sudah sadarkan diri dan Sophia sudah kembali"
" Benarkah? oke aku akan kembali beristirahat, oh ya Rian kalau kamu ada waktu tolong telepon Dion katakan apa yang sedang terjadi padaku tapi kamu jangan menyuruhnya untuk datang kemari, karena aku ingin tahu apa aku masih ada dihatinya dan apa aku masih menjadi prioritas nya" Raya berbicara dengan senyuman getir " Yasudah aku istirahat dulu" imbuhnya
" Kamu tenang saja Raya suamimu tidak akan pernah bisa meninggalkan istri yang cantik dan baik seperti kamu lama-lama, jadi aku yakin sekali dia akan datang kemari untuk menjengukmu" sambil mengusap kepala Raya
Raya mendengar ucapan Rian merasa ada secercah harapan untuk dirinya bisa kembali ke sisi suami yang selama ini dia rindukan.
Aku berharap dengan tidak adanya janin di dalam perutku membuat Dion bisa kembali lagi mencintaiku walau aku sudah tidak bisa lagi melihat, tapi apakah dia tidak merasa keberatan hidup bersama orang yang cacat?
" Assalamu'alaikum, Raya kamu sudah siuman? " Sophia yang baru saja datang melihat sahabatnya sudah sadarkan diri langsung berlari memeluknya. " Aku bahagia sekali melihatmu baik-baik saja, Tenang saja Raya walau sekarang tidak bisa melihat tapi dokter bilang jika kamu dioperasi insyaAllah bisa melihat lagi tanpa harus menunggu pedonor mata karena kebutaan yang kamu alami akibat syaraf yang ada di bagian kepala belakang mengalami cedera bukan kornea kamu yang bermasalah jadi masih ada banyak kemungkinan untuk sembuh, kamu sabar ya sayang."
__ADS_1
" Sophia sudah hentikan sebaiknya kamu jangan banyak bicara lagi biar Raya istirahat terlebih dahulu, kita mengobrol di luar aja karena ada yang mau aku tanyakan perihal hilangnya kamu sampai berjam-jam lamanya" ajak Rian dengan mimik wajah serius
" Raya aku keluar dulu kamu istirahat ya, nanti mengobrol nya kita lanjut lagi, bye.... muuuaacchh.... " sambil mencium kening Raya lalu pamit keluar kamar bersama Rian