
Di taman yang lokasinya berada tidak jauh dari apartemen yang di huni Rian, Raya dan Sophia sedang asyik berbincang dari hati ke hati, namun pembicaraan mereka harus terhenti tatkala Rian secara tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
" Rian dari kapan kamu berada disini?" tanya Raya yang kaget melihat kemunculan Rian
" Maaf dari tadi aku sudah berada disini mendengarkan pembicaraan kalian" jawab Rian dengan rasa menyesal
" Apa? jadi kamu mendengar semua yang kami perbincangkan?" tanya Sophia memastikan
"Maaf" sambil mengangguk
" Ya ampun " Sophia menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya
" Lantas apa kamu juga mendengar ungkapan isi hatiku?" imbuh Sophia
" Iya, aku mendengar semua yang kalian bicarakan tanpa ada yang ketinggalan sedikitpun." jelas Rian
" Tenang Sophia" kata Raya menenangkan sahabatnya yang mulai gelisah karena malu sambil menepuk pundaknya.
" Terus apa tanggapanmu tentang itu?" tanya Raya kepada Rian.
" Entahlah aku tidak tahu, ini terlalu cepat bagiku untuk menerima seseorang masuk ke dalam hidupku." jawab Rian
" Memangnya di dalam hatimu masih ada seseorang yang belum bisa kamu lupakan?" tanya Raya lagi
" Iya ada, dia adalah mantan aku tiga tahun yang lalu." jawab Rian dengan menatap tajam ke arah Raya
__ADS_1
Raya yang melihat tatapan Rian yang menjurus kepadanya langsung mengerti siapa seseorang yang tidak bisa Rian lupakan sampai saat ini.
" Rian kamu harus mencoba untuk move on bagaimanapun caranya, karena jika tidak kamu akan hidup di dalam kesendirian yang menyedihkan." Raya mencoba memberi saran kepada Rian
" Selama ini aku tidak hanya diam saja tapi aku sudah berusaha melupakan sampai harus pergi ke luar negeri, tapi bukannya hilang rasa yang ada di dalam hati justru rasa itu semakin kuat dan mendorong aku untuk kembali ke tanah air, aku benar-benar frustasi Raya." sambil menutup muka dengan telapak tangannya
" Maafkan aku" kata Raya dengan nada penyesalan sambil tangannya menyentuh pundak Rian, Rian merespon sentuhan Raya dengan menarik tangannya dan menggenggam kedua tangannya dengan erat.
" Raya kembalilah padaku, aku berjanji akan melindungi dan menyayangi kamu dan juga baby Atala, aku benar-benar hampa hidup sendiri tanpa kehadiranmu di sisiku." Rian terus memohon kepada Raya berharap perempuan di depannya itu bisa luluh hatinya.
" Maafkan aku Rian, kisah kita sudah lama berakhir dan sekarang aku hanya mencintai suami dan anakku, aku mohon ikhlaskan aku hidup bahagia dengan keluarga kecilku." Raya mencoba memberi pengertian kepada Rian sambil melepas genggaman tangannya.
" Kenapa Raya kenapa? kamu lebih memilih Dion? bukankah dia sangat temperamental? kamu tidak akan pernah hidup bahagia dengannya, aku sangat menyesal dulu menyarankanmu untuk menikahinya seharusnya pada saat itu aku yang menikahimu mungkin sekarang kita hidup bahagia. Aku mohon Raya kembali padaku aku mohon!" Rian terus mendesak Raya
Sophia yang melihat Rian yang terus mengemis cinta pada Raya merasa gemas di buatnya, dengan penuh keyakinan Sophia melangkah mendekati Rian sambil mengepalkan tangannya, setelah berada tepat di hadapan target tanpa basa basi lagi Sophia segera menghantam pipi mulus Rian dengan tinju mautnya.
" Hentikan Sophia kamu tidak perlu memukul Rian seperti itu" cegah Raya sambil memegang lengan Sophia
" Tapi Raya, aku takut dia akan berbuat nekat dan memaksamu untuk menerimanya kembali" Sophia merasa cemas
" Aku tahu Rian saat ini sedang khilaf, dia hanya ingin mengungkapkan perasaan yang selama ini dia pendam biarkan dia meluapkan segalanya karena aku tahu setelah itu dia akan sadar dan kembali lagi menjadi Rian yang bijaksana seperti kita kenal selama ini." jelas Raya
Mendengar perkataan dari Raya membuat hati Rian menjadi luluh dan sadar bahwa apa yang dia lakukan sekarang hanya menyakiti orang-orang yang berada di sekitarnya.
" Raya maafkan aku, kali ini aku benar-benar sangat egois, aku terima jika setelah ini kamu tidak mau lagi bertemu denganku. Dan Sophia aku juga minta maaf karena belum bisa membuka hatiku untukmu." Rian berbicara dengan tertunduk sambil tangannya mengusap bibirnya yang berdarah akibat pukulan yang di layangkan oleh Sophia kepadanya
__ADS_1
" Rian sudahlah apa yang terjadi biarlah terjadi, kita hidup untuk masa depan jadi jangan pernah melihat ke belakang lagi kalau itu hanya bisa membuat kita terluka." Raya berusaha menasehati Rian
" Iya Raya aku akan berusaha untuk melangkah ke depan tanpa melihat lagi ke belakang, aku sangat menyesal telah membuatmu kecewa kapadaku, aku minta maaf."
" Iya aku maafkan, sekarang aku pamit dulu karena hari semakin gelap aku harus ke rumah sakit menemani suamiku, dan kamu Sophia aku titip Rian ya! tolong di obati bibirnya kasihan anak orang di tonjok sampe berdarah." goda Raya
" Tenang saja aku pasti akan mengobatinya sebagai bentuk permohonan maafku kepadanya." sambil melirik Laki-laki yang berada di sampingnya.
" Yasudah kalau gitu aku pergi dulu, bye" sambil melambaikan tangannya
Setelah Raya pergi, atmosfer yang tercipta di antara keduanya begitu sangat dingin sehingga untuk memulai pembicaraan mereka merasa bingung di buatnya.
" Ehhmmm..... aku mau minta maaf karena sudah memukul kamu." Sophia membuka pembicaraan dengan sedikit malu-malu
" Tidak perlu minta maaf karena bagaimanapun juga kamu sudah menyadarkan aku melalui pukulanmu itu, lagipula sekarang aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya." melirik ke arah Sophia sambil tersenyum tipis
" Ma.. maksudnya?" tanya Sophia dengan agak sedikit gagap karena gugup ketika dia mendengar ucapan dari Rian.
" Iya aku jadi tahu bahwa sebenarnya kamu itu bukan perempuan lembut yang manis dan jaim seperti yang kamu tunjukkan selama ini, benar kan?" sindir Rian
" Terus menurut pandangan kamu aku ini perempuan seperti apa? kasar, suka marah dan arogan ya?" tanya Sophia sedikit kesal sambil membuang muka
" Enggak justru aku menilai bahwa kamu itu perempuan yang pemberani, setia kawan dan berprinsipil banget, aku suka itu. Mungkin mulai sekarang aku bisa sedikit lebih bisa membuka hati buat kamu. Aku berharap kamu bersabar dan mau menunggu aku sedikit lagi, bagaimana?" sambil meraih tangan Sophia dan menggenggamnya
" Aku mau menunggu kamu sampai benar-benar bisa move on dari Raya, tapi tolong izinin aku juga buat membantu kamu untuk bisa segera move on dari Raya dengan caraku." Sophia mencoba membuat kesepakatan dengan Rian
__ADS_1
" Ehmmm... bagaimana ya? baiklah aku setuju, aku akan mengizinkan kamu untuk membantu agar aku bisa segera move on dari Raya asalkan kamu tidak pernah melarang buat aku berbicara dengan Raya ketika kami bertemu suatu hari nanti." Rian memberi persyaratan
" Oke tidak masalah, deal" jawab Sophia sambil mengulurkan tangannya ke arah Rian dan segera di sambut oleh tangan Rian " Deal".