
Mendapat rayuan dari Ruben membuat Raya merasa kalau lelaki di hadapan nya bukanlah sahabat yang selama ini menemaninya.
" Ruben kamu jangan macam-macam ya! ingat kalau kita hanya nikah kontrak" ucap Raya sambil berdiri di pojok tempat tidurnya
Melihat tingkah Raya membuat Ruben tak kuasa menahan tawanya, "Kamu kira aku mau melakukan apa? ayolah aku hanya bercanda saja." jelas Ruben
" Kamu kira ini lucu? jangan buat aku takut dengan candaanmu itu" kata Raya dengan kesalnya
" Iya... iya, sini duduklah! " ajak Ruben sambil melambaikan tangannya
Dengan perlahan dan sedikit rasa ragu Raya mendekati Ruben dan duduk di sebelahnya.
" Kamu tenang saja aku ini bisa di percaya dan di andalkan, kecuali kamu duluan yang merayuku" goda Ruben
" Ih ge'er! entah apa yang terjadi kepadamu, tapi aku rasa setelah kita sah menjadi suami istri sikapmu semakin berubah tidak sedingin biasanya" Raya mulai menduga-duga
" Mungkin itu efek dari terlalu bahagianya hatiku karena bisa mempunyai istri yang selama ini tidak bisa aku bayangkan sebelumnya, jadi harap dimaklumi saja!" ucap Ruben dengan tenangnya "Oh iya Raya setelah kita check out dari hotel ini aku mau membawamu ke tanah kelahiranku yaitu di Batam, kita akan tinggal disana" imbuhnya
" Kok ke Batam? lantas bagaimana dengan pekerjaan mu yang ada disini?" tanya Raya bingung
" Pekerjaan apa? aku sudah resign lagipula tujuanku bergabung di Central Group tidak lain hanya ingin mengabdikan diri kepada Tuan Muda jika dia keluar secara otomatis aku juga ikut keluar" terangnya
" Lantas di Batam kamu kerja apa?" tanya Raya kembali
" Kamu tenang saja aku punya tiga minimarket yang InsyaAllah bisa menghidupi keluarga kecil kita" jelas Ruben
" Kalau itu sudah keputusan mu aku ikut saja, lagipula aku sudah berjanji akan menjadi istri yang baik buat kamu" ujar Raya sambil menurunkan kakinya ke lantai bersiap untuk turun dari ranjang.
" Kamu mau pergi kemana?" tanya Ruben ketika melihat Raya beranjak dari ranjang.
" Aku mau bersih-bersih dulu di kamar mandi setelah itu istirahat karena ini sudah larut malam mataku tidak tahan lagi menahan kantuk" jelasnya
" Oke kalau begitu kamu bersih-bersih saja dulu aku mau ke bawah mencari beberapa cemilan"
__ADS_1
Melihat Ruben yang sudah keluar kamar segera Raya mengunci pintunya dari dalam agar Ruben tidak bisa masuk di saat ia masih di dalam kamar mandi. Di rasa sudah aman Raya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket.
Di dalam kamar mandi Raya lebih sering terdiam dan termenung di bawah shower.
Sekarang mas Dion lagi apa ya? aku kangen banget ama dia, andai saja orang yang aku nikahi hari ini adalah dia alangkah bahagianya aku, tunggu...
aku enggak boleh menyesali apa yang sudah aku putuskan, lagipula aku hanya perlu bertahan selama kurang lebih sembilan puluh hari, aku yakin aku pasti bisa.
sambil mengepalkan tangannya ke udara.
Hampir menghabiskan waktu kurang lebih empat puluh lima menit di kamar mandi Raya akhirnya keluar.
Ruben yang ternyata sedari tadi menunggu didepan pintu berusaha menghubungi Raya namun tidak jua di angkatnya.
Dengan perasaan yang dongkol Ruben masih berusaha untuk sabar agar emosinya tidak keluar sembari terus memberi pesan ke ponsel Raya.
Begitu pintu terbuka Ruben yang kesal langsung memepet tubuh Raya ke dinding.
" Aaappa yang mau kamu lakukan Ruben?" tanya Raya gagap
Raya yang merasa gugup langsung merosot ke bawah tubuh Ruben lalu berlari menaiki ranjangnya sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
Ruben yang merasa gemas dengan tingkah Raya sambil tersenyum dia berjalan perlahan menuju ranjang kemudian menaikinya.
" Kamu nampaknya lebih berinisiatif ya Raya? belum juga pemanasan sudah naik ranjang saja, tapi aku suka" goda Ruben
Raya yang merasa jengah dengan ucapan Ruben segera membuka selimutnya.
" Kamu jangan bicara sembarangan! siapa juga yang berinisiatif, lagipula kenapa kamu jadi seagresif ini sih Ruben?" kata Raya dengan kesal sambil memanyunkan bibirnya.
" Loh... wajar dong kalau aku agresif dengan istri sendiri? apa ada yang salah?" sambil melebarkan tangannya
"Yang salah itu kalau aku agresif dengan istri orang lain" lanjutnya
__ADS_1
" Ya memang tidak salah hanya saja aku merasa risih dengan tingkahmu itu" Raya mencoba mencari jawaban yang tepat.
" Aku yakin lambat laun kamu tidak akan merasa risih dengan semua tingkahku karena semua yang aku lakukan tulus dari hatiku yang paling dalam" jelas Ruben
" Apaan sih, terserah kamu ajalah aku mau tidur" ucap Raya sambil menyelimuti tubuhnya hingga ke atas kepala
Tanpa basa-basi lagi Ruben dengan tenangnya memeluk tubuh Raya yang sedang membelakangi nya, sontak hal itu membuat Raya berusaha untuk memberontak.
" Ingat kamu sudah berjanji akan menjadi istri yang baik buat aku, dan ciri-ciri istri yang baik salah satunya adalah toat kepada suaminya" bisik Ruben
Mendengar kalimat yang di lontarkan Ruben, Raya yang sedang berusaha memberontak seketika itu hanya bisa terdiam sambil merasakan detak jantung dan napas hangat yang keluar dari hidung Ruben.
Napas Ruben benar-benar membuatku risih, bagaimana ini detak jantungku mulai tidak bisa terkontrol.
" Kenapa jantung mu terdengar sangat kencang Raya? apakah kamu merasa gugup berdekatan denganku?" goda Ruben
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Ruben membuat Raya naik pitam, dengan cepat dia berbalik menghadap Ruben.
" Sudah kamu pergi tidur di sofa saja kalau enggak bisa diam, bikin kesal" ucap Raya dengan suara lantangnya
" Iya.. iya maaf, sekarang kamu kembali tidur ya!" sambil menarik tangan Raya agar mau kembali berbaring di sampingnya
Dengan patuh Raya kembali merebahkan tubuhnya di samping Ruben, melihat Raya yang sudah berada di sampingnya segera Ruben kembali memeluknya, kali ini dia benar-benar menutup rapat mulutnya hingga mereka terlelap di malam itu.
Keesokan paginya Raya yang merasa perutnya sakit segera berlari ke dalam kamar mandi, kemudian meletakkan pantatnya di atas closet duduk yang terletak di pojok kamar mandi. Merasa perutnya kembung akibat banyak gas, Raya mengurut pelan perutnya ke bawah hingga mengeluarkan suara PREEEETTT yang lumayan nyaring dan bertempo pelan, seketika itu membuat tubuh Raya menjadi rileks yang awalnya tadi sempat menegang karena menahan sakit.
" Ampuh juga bom yang baru saja kamu keluarkan"
Mata Raya langsung terbelalak dan tubuhnya mematung tatkala mendengar suara yang berasal dari balik tirai yang berada di belakangnya, dengan cepat Raya membukanya.
" HAH Ruben? sejak kapan kamu berendam di situ?" tanya Raya penasaran
" Sejak kamu masih tidur" jawabnya dengan tenang
__ADS_1
Raya yang malu segera menutup tirai tersebut dan dengan cepat bersih-bersih agar bisa segera keluar dari kamar mandi.