
Di dalam kamarnya Raya hanya bisa termenung pilu mengingat kejadian yang baru dia alami, dia tidak habis pikir kalau rencananya menghabiskan malam bersama suaminya bisa berakhir dengan kegagalan, rencana yang sudah di persiapkan seketika hancur berantakan tatkala madunya juga menginginkan menghabiskan malam bersama suaminya. Padahal Raya mempunyai rencana untuk membuat Dion malam ini tidak tidur agar ketika menjelang subuh suaminya merasakan kantuk yang luar biasa sehingga suaminya bisa tertidur dengan pulas selepas subuh, dengan demikian suaminya akan mengalami keterlambatan menuju bandara mungkin saja ketika suaminya datang pesawatnya sudah lepas landas, tentu saja hal itu yang diinginkan oleh Raya supaya suaminya tidak jadi pergi ke Padang.
" Ah... Kenapa semua jadi begini? Coba saja Maya tidak muncul secara tiba-tiba mungkin sekarang aku sedang berjalan bersama mas Dion, apakah ini yang namanya takdir tidak bisa di rubah, mengingatnya saja membuat hatiku benar-benar sakit, aku tidak mau kehilangan suamiku yang sangat aku cintai." Linangan air mata menetes membasahi seluruh pipi Raya dia benar-benar sangat ketakutan jika apa yang dia khawatirkan menjadi kenyataan.
Air mata yang terus berderai membuat sang empunya merasakan lelah di bagian kelopak mata sehingga lambat laun mata Raya pun mengatup dengan sendirinya, dan wanita itu akhirnya pulas di dalam kegetiran hatinya yang gundah gulana.
Di tengah malam Raya terbangun karena merasa ada yang memanggil namanya dengan suara yang begitu lembut ketika dia berusaha membuka mata alangkah terkejutnya dia ada sesosok lelaki yang sangat dicintainya tepat berdiri di depannya dengan senyuman yang mempesona, melihat itu segera Raya turun dari ranjangnya dan menubruk tubuh lelaki di hadapannya sambil memeluknya erat.
" Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu" berulang kali Raya mengucapkan kalimat itu di telinga Dion yang sedang mematung karena bingung melihat tingkah istrinya yang tidak terbiasa mengungkapkan perasaannya.
" Sayang are you okay? " tanya Dion heran
" Mas aku mohon biarkan aku tetap memelukmu seperti ini sampai aku puas karena sekarang aku sedang di selimuti rasa takut yang mendalam" Raya berbicara dengan bibir yang sedikit bergetar
Melihat kondisi Raya saat ini segera Dion mengangkat tubuh istrinya sambil meletakkannya di atas kasur, Dion pun memposisikan dirinya sebagai alas untuk Raya bersandar.
" Sayang kamu masih mengkhawatirkan apa yang menjadi feeling kamu itu?" tanya Dion sambil mengelus rambut Raya
Raya tidak menjawab apa-apa dia hanya mengangguk pelan.
__ADS_1
" Sayang apa kamu benar-benar sekhawatir itu dengan keselamatanku?, apakah kamu benar-benar mencintaiku? Maaf aku kira selama ini di hati kamu hanya ada Ryan bukan aku." ucap Dion dengan lemah
Mendengar setiap kalimat yang di lontarkan suaminya membuat Raya merasa gemas di buatnya tanpa berpikir panjang Raya dengan beraninya beranjak dari rebahannya kemudian duduk di pangkuan Dion sambil melayangkan serangan tajam di bibir suaminya itu.
Dion yang merasakan ciuman Raya yang begitu agresif seperti mengisyaratkan bahwa kekasih hatinya itu benar-benar menginginkannya dan takut kehilangan, akhirnya Dion tersadar bahwa istrinya memang sangat mencintainya dia merasakan bahagia yang luar biasa di dalam hati karena cintanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.
Raya yang entah di rasuki oleh apa tiba-tiba berubah menjadi perempuan yang sangat agresif dengan gelora yang membara di hatinya, dirinya kini sudah tidak peduli dengan apa yang di namakan MALU yang dia inginkan saat ini hanyalah meluapkan semua hasrat yang terpendam, Dion yang sedikit kebingungan dengan tingkah istrinya itu hanya bisa pasrah dan membiarkan istrinya itu bertindak sesuka hatinya.
Dengan perlahan Raya melepas kancing baju milik Dion sambil bibirnya terus terpaut dengan bibir suaminya, setelah kancing itu terlepas semua Raya segera menyudahi aksinya menciumi bibir suaminya dan berlanjut menciumi dada bidang milik kekasih hatinya itu. Dion yang pasrah hanya bisa menelan ludahnya.
Perempuan ini sadar atau tidak jika tingkahnya ini sangat berbahaya, karena bisa membangunkan singa yang sedang tidur, kalau sudah terbangun apa dia siap untuk di terkam. Batin Dion sambil tangannya menepuk dahinya
Dion segera menghentikan tangan Raya tatkala perempuan itu hendak membuka resleting celana miliknya.
" Iya justru itu yang aku inginkan, pokoknya malam ini aku benar-benar menginginkanmu mas" Ucap Raya dengan suara yang di buat manja, Dion yang mendengarkan suara istrinya yang manja sudah tidak sanggup lagi untuk menahan diri, segera dirinya mendorong tubuh perempuan di hadapannya hingga perempuan itu tumbang di atas ranjang.
" Apa kamu sudah siap sayang untuk bercinta dengan suamimu ini semalaman?" tanya Dion memastikan
Raya pun mengangguk dengan semangatnya, Dion yang mendapat lampu hijau dari istrinya segera melancarkan serangannya hingga perempuan yang ada di bawah tubuhnya itu mengeluarkan suara-suara yang begitu menggoda untuk di perdengarkan.
__ADS_1
Cukup lama suami istri itu melakukan pergulatan di atas ranjang dengan berbagai gaya hingga pada akhirnya mereka kelelahan dan tertidur pulas dengan tubuh yang tidak mengenakan satu helai benang pun.
Pagi pun tiba Raya yang masih tertidur pulas di atas ranjangnya langsung tersentak tatkala dirinya di guyur air oleh seseorang.
" Hai wanita nakal cepat bangun" teriak Maya
" Apa yang kamu lakukan di sini Maya? kamu benar-benar keterlaluan" Raya dengan gugupnya segera meraih selimut dan menutupi bagian tubuhnya yang terbuka.
" Wah kamu terlihat menggoda sekali Raya dengan tubuh basah kuyup seperti itu" ucap Maya sembari tangannya terus memegang ponselnya yang sedang merekam setiap gerak gerik Raya.
" Hentikan Maya, apa kamu sudah gila? cepat hentikan" teriak Raya
" Oke... Oke... aku sudah selesai merekamnya, oh iya Raya kira-kira menurut kamu kalau aku posting video ini ke seluruh media sosial bisa langsung viral enggak ya? mengingat peran pertama perempuan di dalam video ini adalah seorang istri dari CEO yang terkenal di negara ini." kata Maya dengan senyum jahatnya
" Aku mohon kepadamu Maya jangan posting, aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan, aku mohon" Raya memohon kepada Maya dengan menyatukan telapak tangannya.
" Benarkah kamu akan melakukan apa yang aku inginkan? kamu kira aku akan meminta sesuatu yang mudah? bagaimana kalau aku menginginkan sesuatu yang berat untuk kamu lakukan apa tetap kamu mau melakukannya?"
Sejenak Raya berpikir setelah itu dia memutuskan akan tetap melakukan apapun yang Maya katakan padanya, demi melindungi reputasi suaminya agar video itu tidak tersebar luas.
__ADS_1
" Apapun yang kamu katakan aku akan melakukannya" jawab Raya mantap
" Okay karena kamu sudah memilih untuk melakukan apa yang aku inginkan maka aku tidak akan sungkan lagi untuk menyuruhmu pergi meninggalkan rumah ini sejauh mungkin dan jangan lupa menulis di dalam secarik kertas yang menyatakan bahwa kamu sudah muak hidup bersama dengan Dion sehingga kamu memilih untuk pergi meninggalkannya, bagaimana Raya deal?" Maya mengulurkan tangannya di hadapan Raya untuk membuat suatu kesepakatan, Raya tidak segera menyambut uluran tangan Maya dia malah larut dalam pikirannya yang bingung harus melakukan apa.