Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Kekhawatiran Raya


__ADS_3

Raya yang pasrah dengan apa yang di lakukan Dion terhadapnya mulai merasakan kenikmatan yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan, walau ini bukan kali pertama baginya melakukan hubungan intim dengan Dion tapi ini pengalaman pertamanya merasakan kenikmatan yang dahulu dia tidak rasakan tatkala Dion merenggut kesuciannya secara paksa.


" Sayang kamu tidak perlu malu atau menahan diri seperti itu lepaskan saja aku ingin mendengar suara merdu yang keluar dari mulut manismu." Dion berusaha memberi kepercayaan diri terhadap istrinya tersebut.


Raya yang merasa sedikit canggung akhirnya memberanikan diri untuk mengeluarkan suaranya yang terdengar sangat menggoda di telinga Dion.


" Terus sayang terus keluar kan lagi aku begitu suka mendengar suaramu yang begitu sangat indah."


Raya semakin larut dalam permainan suaminya bahkan dirinya sudah tidak bisa berpikir lagi hanya ada rasa nikmat yang dia rasakan sampai pada akhirnya Dion memasukkan benih cinta di rahim sang istri.


" Sayang apa kamu bahagia telah bercinta denganku?" tanya Dion dengan posisi masih berada di atas tubuh Raya


Raya tidak mampu untuk menjawabnya dia hanya bisa mengangguk dan tersenyum.


Melihat wajah istrinya yang begitu manis dengan senyuman khasnya tiba-tiba Dion mendapat gambaran dari otaknya yang memvisualkan kejadian 3 tahun yang lalu saat Raya menangis iba di bawah tubuhnya.


" Apa ini? ingatan apa ini? kenapa Raya menangis seperti itu? apa yang terjadi?" Dion seketika turun dari tubuh Raya dan menjadi linglung sambil terus memegangi kepalanya


" Mas kamu kenapa? apa kepalanya terasa sakit lagi?" tanya Raya panik


" Aku tidak tahu apa yang terjadi hanya saja aku mendapat gambaran kalau kamu menangis kesakitan di bawah tubuhku, sebenarnya apa yang terjadi Raya? apa kamu tahu sesuatu tentang itu?" tanya Dion putus asa


Tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan suaminya Raya segera memeluk tubuh telanjang suaminya itu dengan penuh kasih sayang sambil menepuk-nepuk punggungnya.


" Mas kamu tidak perlu memikirkan sesuatu yang kamu sendiri tidak tahu itu apa, lebih baik kamu terus berjalan ke depan tanpa menengok sekali pun ke belakang, kamu harus yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja." ucap Raya sambil terus menepuk-nepuk punggung Dion.


Dion yang mendapat pelukan kasih sayang dari istrinya merasakan kenyamanan di dalam hatinya, lambat laun tubuhnya mulai lelah dan matanya mulai mengatup hingga beberapa menit kemudian Dion sudah terlelap di pelukan istrinya


Raya yang melihat suaminya tertidur lelap secara perlahan menidurkannya di atas bantal lalu menyelimuti tubuhnya agar tidak terlihat oleh orang lain.

__ADS_1


Akhirnya beres juga, sekarang aku harus menemui baby Atala terlebih dahulu untuk menyusuinya setelah itu aku bisa kembali kesini dan tidur dekat mas Dion.


Raya dengan cepat mengenakan pakaiannya lalu pergi meninggalkan kamar suaminya menuju kamar anaknya.


Maya yang mengetahui Raya sudah pergi meninggalkan kamar Dion, segera berjalan masuk ke dalamnya dengan menenteng beberapa kertas di tangan.


Setelah berhasil masuk ke dalam kamar, Maya berjalan mendekati Dion yang sedang tertidur pulas di atas ranjang. Tanpa melewatkan kesempatan emas Maya segera beraksi dengan mengambil cap jari Dion yang di letakkannya di beberapa kertas yang sudah Maya siapkan dari awal. Di rasa rencananya telah berhasil Maya bergegas pergi meninggalkan kamar Dion.


Raya yang baru saja keluar dari kamar anaknya melihat Maya yang keluar dari kamar suaminya sambil membawa beberapa kertas di tangannya merasa curiga.


Apa yang di lakukan Maya di kamar mas Dion sambil membawa beberapa kertas itu ya? pikir Raya


" Maya tunggu! apa yang kamu lakukan di kamar mas Dion?" tanya Raya tiba-tiba yang membuat Maya sedikit tersentak kaget.


" Aku hanya mengecek saja apa mas Dion sudah tertidur apa belum, kalau belum kan aku bisa mengajaknya mengobrol atau jalan-jalan di taman belakang." jawab Maya


" Itu di tangan kamu kertas apaan?" tanya Raya lagi penasaran


Raya menjadi sangat kesal dengan tingkah istri kedua suaminya itu, tapi setelah beberapa saat Rasa kesal yang bersarang di hatinya kini telah pudar tatkala dia teringat dengan kejadian yang belum lama terjadi yaitu di saat dia menumpahkan teh hijau di baju Maya.


Yasudah lah sebaiknya aku memasakkan sesuatu buat mas Dion karena aku yakin sekali setelah dia terbangun nanti pasti akan merasakan kelaparan.


Raya pun berjalan menuju dapur untuk memasakkan sesuatu yang spesial bagi suami tercintanya.


Di dalam kamar, Dion yang setengah sadar meraba-raba sisi ranjangnya yang lain untuk mencari sesuatu tetapi apa yang dia cari tidak dia temukan.


" Raya kemana? tega banget meninggalkan aku tidur sendirian di sini, apa aku cari di luar saja." sebelum Dion turun dari ranjang tiba-tiba dia mendengar kalau ponselnya berdering.


dengan berat hati Dion melihat layar ponselnya dan tertera nama orang kepercayaan nya dengan cepat Dion mengangkatnya.

__ADS_1


" Ada apa Ruben?" tanya Dion tanpa basa basi


" Maaf tuan saya mengganggu, di sini saya mau menginformasikan bahwa teman akrab dari nyonya muda ketika sama-sama kuliah di Universitas Cipta Bangsa telah saya temukan" Ruben melaporkan kepada tuannya


" Temannya itu laki-laki atau perempuan? sekarang dia tinggal di mana?" tanya Dion antusias


" Teman dari Nyonya muda perempuan dia sekarang tinggal di Padang bersama suaminya." jelas Ruben


" Kalau begitu kamu siapkan penerbanganku buat besok pagi, aku ingin menemui perempuan itu." perintah Dion kepada Ruben


" Baik tuan akan saya laksanakan "


" Yasudah kamu kembali bekerja, jika ada masalah di kantor yang tidak bisa kamu handle segera hubungi aku." Ucap Dion sambil memutus sambungan teleponnya


Aku harus segera menemui temannya Raya agar semua pertanyaan yang ada di otak ku segera terjawab, sebelum itu sebaiknya aku memberitahu kepada dua istriku perihal kepergianku beberapa hari ke depan agar mereka tidak khawatir.


Dion mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai lalu mengenakannya dan berjalan keluar guna menemui istri-istrinya.


Dion melihat ke sekeliling ruangan tapi tak jua menemukan kedua istrinya akhirnya Dion memutuskan untuk melihatnya di dapur, ternyata filling nya benar dia menemukan salah satu istri yang paling dia cintai yaitu Raya berada di sana sedang memasak.


" Sayang sedang masak apa kamu hari ini, kelihatannya sangat lezat." Dion menghampiri Raya yang sedang masak dan duduk di dekatnya.


" Aku sedang memasak makanan yang spesial buat kamu, aku yakin kamu akan menyukai nya." ucap Raya dengan penuh kepercayaan diri


" Benarkah? wah aku sudah tidak sabar lagi menunggunya"


" Oh ya mas ada sesuatu yang mau aku sampaikan" Raya mendekati Dion "Apa?" tanya Dion singkat.


" Tadi aku lihat Maya keluar dari kamar mas Dion dengan gelagat yang mencurigakan gitu, apalagi dia keluar dengan membawa beberapa kertas, coba deh mas tanya apa yang dia lakukan aku takut kalau dia punya niat jahat." jelas Raya panjang lebar

__ADS_1


" Seperti yang sudah aku katakan dulu sewaktu menerima Maya kembali ke rumah ini, bahwa apapun yang Maya rencanakan aku akan berusaha melindungi keluarga kecil kita itu janjiku jadi kamu jangan pernah khawatir lagi ya". kata Dion sambil mengelus pipi istrinya


Raya hanya bisa terdiam dia tidak mengerti kenapa sikap suaminya seperti tidak mau tahu akan apa saja yang di lakukan Maya, padahal dia sangat khawatir jika Maya menghancurkan keluarga kecilnya.


__ADS_2