Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Menemukan nya


__ADS_3

Mas Bagas semakin brutal dan semakin kalap, dia terus membuatku terpojok dan tidak berdaya.


Gaun cantik yang di pilih kan mas Ricard kini sudah tidak berbentuk lagi, ke dua tangan ku berusaha menutupi aset berharga ku sambil menangis.


Kini aku pasrah dengan apa yang akan terjadi pada ku, mungkin aku tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup ku.


Semua impian dan harapan ku hidup bahagia dengan mas Ricard harus hancur malam ini juga.


Dengan senyuman jahat nya mas Bagas membuka baju dan celana yang dia kenakan dan hanya menyisakan ****** ***** saja.


Mas Bagas langsung memeluk dan berusaha untuk mencium ku tapi dengan sekuat tenaga aku terus menghindar dan berontak.


"Mas Ricard tolong aku mas, aku mohon datang lah untuk menolong ku, aku sudah ngga sanggup lagi mas, maafkan aku mas jika aku tidak bisa menjaga kesucianku ku ini, maaf kan aku mas." Aku benar-benar sudah pasrah, kepalaku pusing karena merasa tertekan dengan keadaan hingga akhir nya aku jatuh pingsan dan tidak tahu lagi dnegan apa yang terjadi pada diriku.


"Akhir nya aku sekarang bisa menikmati tubuh mu dengan bebas, dan aku pastikan di kala kamu terbangun kamu akan menandatangani surat-surat nya, dan aku mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda, selain merasakan tubuh mu, perusahaan ku pun akan kembali ke tangan ku." Gumam Bagas dengan tatapan yang penuh dengan birahi.


Bagas menghampiri Yola yang sudah tidak sadar kan diri lalu menindih nya.


***********


Leo terus menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi menurut nya tapi tidak untuk Ricard, kecepatan mobil saat ini terasa sangat lah lambat sekali.


"Lebih cepat lagi Le." Teriak Ricard dengan tidak sabar.


"Ini sudah sangat cepat bos, sabar sebentar lagi juga sampai." Ucap Leo.


"Sudah kubilang tadi aku yang bawa mobil nya, kamu lambat kaya keong." Ricard terus menggerutu karena merasa kalau Leo sangat lah lambat dalam menjalankan mobil nya.


Leo diam dan tidak menggubris ucapan dari Ricard, Leo tahu kalau Ricard lagi khawatir dengan keadaan Yola.

__ADS_1


Sedangkan pak Anwar dan om Bimo hanya diam dan saling menatap mendengar perdebatan mereka.


"Stop di depan." Teriak Ricard membuat Leo kaget dan langsung menginjak Rem mobil hingga mobil sedikit oleng dan tidak lama kemudian mobil berhenti tepat di sebuah gedung kosong.


"Itu seperti nya mobil Bagas, ngga mungkin kan di sebuah gedung kosong ada mobil." Ucap Leo sambil melihat gedung tua di depan nya.


Ricard langsung keluar dari mobil dengan dada yang gemuruh Ricard menatap tajam sebuah gedung tua.


"Jangan terburu-buru, kita lihat dulu situasi nya, takut di dalam banyak penjagaan, kita harus antisipasi, biar Yola bisa selamat." Ucap Leo dengan pelan.


"Benar apa yang di ucapkan Leo nak, jangan sampai mereka membawa Yola menjauh dari sini." Ucap pak Anwar, Ricard hanya mengangguk lalu melangkah kan kaki nya dengan perlahan, ke dua mata nya terus melihat ke arah sekitar dengan penuh waspada.


Leo, pak Anwar dan om Bimo mengikuti nya dari belakang.


"Papah dan om Bimo berjaga saja di luar, aku dan Leo masuk, bagaimana?" Ucap Ricard dnegan pelan.


"Iya pah." Jawab Ricard lalu masuk ke dalam gedung di ikuti oleh Leo dari belakang.


Dengan perlahan dan mengendap Ricard terus masuk, ke dua mata nya terus menelusuri setiap ruangan, Ricard juga menajamkan ke dua telinga nya agar bisa mendengar suara atau hembusan nafas Yola.


"Sayang aku datang, aku akan menolong dan membawa pulang bagaimana pun keadaan kamu." Gumam bathin Ricard sambil terus melangkah.


Terlihat di dalam keremangan ada sebuah pintu kamar yang sedikit terbuka membuat hati Ricard ingin menghampiri nya.


Dengan gerakan cepat tapi pasti Ricard menghampiri sebuah pintu kamar yang terbuka itu, betapa kaget nya Ricard ketika melihat wanita yang sangat ia cintai sedang tergeletak tidak berdaya di atas lantai dengan hanya dalaman saja yang menempel pada tubuh nya dan seorang pria yang sedang berada di atas nya.


Ricard murka melihat semua itu, dia menendang pintu dnegan sangat keras sampai pintu itu hancur di buat nya.


"Bagas! Bajingan kamu" Teriak Ricard dengan penuh emosi.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang lagi Ricard langsung menendang kepala Bagas dengan sangat keras hingga Bagas merasakan pusing dan terjatuh di samping Yola.


Ricard mengambil gaun yang sudah terkoyak lalu menutup tubuh Yola.


Hati Ricard hancur melihat keadaan Yola seperti itu, dia bersumpah dalam dirinya akan membuat Bagas hancur dan tidak akan bisa melupakan malam ini.


"Leo tolong bawa Yola ke dalam mobil." Teriak Ricard sambil menatap tajam Bagas.


Bagas kaget dan merasa takut melihat tatapan yang sangat tajam dari Ricard, dia sering melihat orang marah tapi baru kali ini dia melihat tatapan dari seorang Ricard, tatapan yang seperti diri nya akan di cabut nyawa nya saat ini juga.


Sebenar nya Leo merasa ngga enak untuk menggendong Yola dalam keadaan seperti itu, tapi mau bagaimana lagi, dari pada dirinya di amuk dan di bunuh Ricard, Leo pun melaksanakan perintah Ricard.


Leo menggendong Yola dengan cara bridal style tanpa melihat nya, Leo membawa nya keluar dari ruangan menuju mobil.


Pak Anwar dan om Bimo yang sedang berjaga di luar pun kaget melihat Leo membawa Yola dalam keadaan Yola seperti itu.


"Leo, apa yang terjadi?" Tanya pak Anwar.


"Pk tolong buka pintu nya dulu, aku harus membantu bos Ricard di dalam." Ucap Leo.


Pak Anwar langsung berlari dan membuka kan pintu mobil bagian belakang.


"Bapak dan om tolong jaga Yola, jangan sampai ada yang membawa nya lagi, saya mau membantu bos di dalam." Ucap Leo kepada pak Anwar dan om Bimo.


"Baik lah nak, kita berdua akan menjaga nya, ingat kan Ricard jangan sampai dia melebihi batas." Ucap pak Anwar.


Pak Anwar pun berdiri di sebelah kiri pintu belakang mobil, sedangkan om Bimo berdiri di sebelah kanan pintu belakang mobil dengan ke dua mata terus waspada dengan sekitar.


Setelah mengamankan Yola, Leo kembali masuk ke dalam gedung untuk membantu Ricard, tapi yang jelas Leo bukan akan membantu nya, karena Leo tahu kalau Ricard jago bela diri, Leo masuk kembali hanya untuk menahan Ricard di kala Ricard kalap dalam menyiksa Bagas, Leo ngga mau kalau Ricard malah jadi pembunuh dan pasti nya Yola tidak akan menyukai perbuatan Ricard walaupun itu untuk menolong nya.

__ADS_1


__ADS_2