Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Perasaan Caca


__ADS_3

Aku sangat di terima sekali oleh keluarga nya mas Ricard, kebahagiaan ini baru aku dapatkan sekarang.


Aku yang selalu merindukan akan kedua orang tua ku kini dengan tangan terbuka dan hati yang tulus kedua orang tua mas Ricard menganggap ku sebagai anak nya.


"Kenapa menangis sayang? Apa ada yang salah dengan ucapan mamah?" Tanya bu Mesty.


"Ngga kok tan eh mah, aku terharu saja karena dari kecil aku belum pernah memanggil papah dan mamah kepada siapa pun karena aku memang tinggal bersama kakek dan nenek dari kecil." Ucap ku sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu anggap papah dan mamah adalah orang tua kandung kamu." Ucap papah nya mas Ricard.


"Ini sudah jam makan malam lo, aku sudah lapar ini." Ucap Caca.


Kita semua melirik ke arah Caca, entah cuma perasaanku entah memang benar ada nya kalau Caca itu tidak menyukai kehadiran ku.


"Ya sudah ayo kita makan dulu." Ajak papah.


Kami semua pergi ke ruang makan, di sana sudah tersedia banyak makanan yang mungkin makanan kesukaan mereka semua.


Aku mengambilkan makanan buat mas Ricard seperti yang sering aku lakukan jika kita makan bersama di rumah kak Leo.


Sepintas aku melihat ke arah papah dan mamah, mereka tersenyum melihat ku.


"Kak, ini makanan mu sudah aku siapkan." Ucap Caca sambil memberikan sebuah piring yang sudah di isi dengan nasi dan lauk nya.


Aku terdiam sambil menatap piring yang mau aku berikan kepada mas Ricard.


"Maaf ya Ca, sekarang kan kakak sudah punya calon istri, jadi kakak ngga perlu kamu bawakan lagi makanan buat kakak, tapi makasih ya Ca selama ini kamu sudah perhatian sama kakak." Ucap mas Ricard dengan lembut.


Aku melirik ke arah Caca, dan terlihat wajah kesal Caca karena mas Ricard memilih piring yang aku siapkan dari pada piring yang ada di tangan nya.


"Tapi kita udah lama ngga bertemu dan Caca juga kangen melayani kakak." Ucap Caca dengan wajah di tekuk nya.

__ADS_1


"Sudah lah mas, mas ambil saja makanan yang sudah di siapkan oleh Caca, yang ini biar aku yang makan." Ucap ku yang tidak mau kehadiran pertama ku di rumah itu membuat keributan.


"Maaf kan Caca ya nak, dia memang manja dengan kita semua apalagi sama Ricard." Ucap tante Dori mamah nya Caca.


"Ngga apa-apa tante, saya juga memaklumi nya kok."


"Ya sudah jangan ribut lagi sekarang kita semua makan." Ucap papah.


Kita semua makan dengan tertib, sesekali aku melihat Caca yang selalu memberikan suapan kepada mas Ricard.


Setiap Caca memberikan suapan nya, mas Ricard selalu melirik ke arah ku, tapi aku hanya tersenyum karena aku ngga mau membuat keributan.


Aku melihat nya Caca seperti menyukai mas Ricard, tapi pikiran ku langsung ku buang karena Caca anak nya om dan tante mas Ricard, jadi ngga mungkin kan Caca menyukai mas Ricard melebihi rasa suka nya sebagai saudara.


******


[ Pov Caca ]


Caca ini memang sudah biasa memanggil panggilan kedua orang tua nya Ricard dengan panggilan papah dan mamah, karena sejak kecil kedua orang tua nya Ricard juga ikut merawat nya dan juga keinginan mempunyai seorang anak perempuan di keluarga mereka.


"Lagi di jalan sayang, kenapa? Kamu kangen ya sama kakak kamu itu." Ucap bu Mesty.


Caca tersenyum malu, Caca ini memang cuma anak angkat pak Bimo dan bu Dori, tapi mereka sangat menyayangi Caca.


Keluarga mereka memang sulit untuk mempunyai keturunan dan hanya bu Mesty yang di karuniai seorang anak yaitu Ricard.


Pak Bimo adik nya pak Anwar ini mengadopsi Caca semenjak Caca masih bayi, hingga mereka kini sangat menyayangi dan memanjakan Caca.


Seiring nya waktu dan sering nya Caca bertemu dan dimanja oleh Ricard timbul perasaan cinta dalam diri Caca.


Awal nya Caca tidak merespon perasaan nya karena Ricard adalah kakak sepupu nya, tapi suatu saat pak Bimo dan bu Dori sedang berbincang membicarakan nya, Caca mendengar semua nya, Caca mendengar kalau dirinya bukan anak kandung mereka.

__ADS_1


Caca tidak mempermasalah kan nya, karena Caca sadar kalau selama ini mereka berdua sudah menjaga dan menyayangi nya seperti anak mereka sendiri, apalagi mereka tidak di karuniai seorang anak.


Awal nya Caca memang kaget dan ingin marah, tapi setelah di pikir-pikir Caca memilih untuk menyimpan nya di dalam hati dan memperlihatkan kepada kedua orang tua nya kalau dia tidak tahu apa-apa.


Pak Bimo dan bu Dori tidak mengetahui nya kalau sebenar nya Caca sudah tahu kalau mereka itu bukan orang tua kandung nya.


Maka dari itu, semenjak Caca mengetahui kalau dirinya bukan anak kandung dari pak Bimo dan bu Dori, Caca melanjutkan perasaan nya kepada Ricard.


Perhatian dan kasih sayang Ricard kepada Caca membuat Caca nyaman dan ingin sekali Caca menjadikan nya sebagai suami nya sendiri.


Maka mulai sekarang Caca akan terus berada di rumah Ricard untuk mendekati Ricard.


"Iya mah aku kangen dengan kakak." Ucap Caca.


Mereka semua hanya tersenyum, karena mereka memang menganggap kalau Caca ini anak mereka dan adik nya Ricard, jadi wajar saja kalau Caca kangen dengan Ricard.


Terdengar ada orang yang mengucapkan salam membuat mereka semua menatap ke arah suara.


"Kak Ricard." Gumam Caca sambil menatap kagum ke arah Ricard.


Tatapan kagum caca berubah menjadi tatapan tidak suka ketika Caca melihat ada seorang wanita cantik yang berada di samping nya Ricard.


"Siapa wanita itu? Jangan harap kamu bisa mengambil kak Ricard dari sisi ku, kak Ricard hanya milik ku." Gumam Caca di dalam hati nya.


Caca terus menatap tidak suka kepada Yola, Caca semakin tidak suka ketika melihat keakraban Yola dengan bu Mesty.


Hati Caca merasa panas, dia sangat cemburu dengan Yola, apalagi dirinya melihat Ricard memeluk dan menghapus air mata Yola.


Ingin sekali Caca menjambak rambut panjang nya Yola, tapi dia masih sadar kalau di situ masih ada orang tua nya dan orang tua Ricard,


"Lebay banget sih, cuma di suruh memanggil mamah sama papah saja pake nangis segala, jadi perempuan cengeng banget." Gumam Caca sambil terus menatap tidak suka kepada Yola.

__ADS_1


Ketika di meja makan Caca tahu kalau Yola akan mengambilkan makanan nya untuk Ricard, maka dari itu Caca langsung mengambil makanan nya untuk Ricard dan dengan segala drama nya, akhir nya Ricard memilih mengambil; makanan dari tangan Caca membuat Caca tersenyum penuh dengan kemenangan.


__ADS_2