Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Mengikuti


__ADS_3

Pagi hari Bagas sudah rapih dan sangat wangi, bibir nya tersenyum karena membayangkan siang ini akan menemui Yola kembali.


Saat ini Bagas kayak remaja yang sedang jatuh cinta, dia melupakan kalau dirinya sebentar lagi jadi seorang ayah.


Elena terus memperhatikan perilaku dari suami nya itu, dia tahu kalau di pikiran suami nya itu hanya memikirkan Yola.


Elena sebisa mungkin bersikap biasa, Elena menyiapkan apa yang di perlukan suami nya hingga mengantar nya sampai ke depan.


Pagi ini Bagas melupakan segala nya, biasa nya sebelum berangkat dia akan mencium seluruh wajah Yola dan mencium perut nya, tapi pagi ini Elena seolah-olah hanya patung bagi Bagas.


"Mas berangkat." Hanya itu yang diucapkan Bagas lalu masuk ke dalam mobil nya tanpa melirik kembali kepada istri nya.


Elena menatap mobil Bagas yang mulai menghilang dari tatapan nya.


"Kamu benar-benar berubah mas." Gumam Elena.


Elena bergegas masuk ke dalam taksi yang dari tadi sudah menunggu nya di seberang jalan.


"Maaf ya pak menunggu lama." Ucap Elena yang kini sudah duduk manis di kursi belakang.


"Ngga apa-apa non, mau pergi ke rumah sakit mana non?" Tanya sang sopir.


"Bapak ikuti saja mobil yang tadi, hari ini saya ingin mengikuti suami saya." Ucap Elena sambil menatap ke depan.


"Yang itu bukan non?" Tanya pak sopir sambil nunjuk ke arah mobil Bagas yang mulai menjauh.


"Iya yang itu pak, tapi jangan sampai suami saya menyadari kalau kita mengikuti nya." Ucap Elena.


"Baik non." Ucap pak sopir lalu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


Pak sopir itu sedikit lebih mendekat ke mobil Bagas tapi masih sedikit menjaga jarak.


Jalanan yang sedikit macet membuat taksi yang di tumpangi Elena mudah mengikuti nya.


Terlihat mobil Bagas terus melaju dan berhenti tepat di depan kantor nya.


"Ternyata dia langsung ke kantor, tapi aku harus memastikan nya kalau siang juga dia ngga kemana-mana." Gumam bathin Elena.


Elena memutuskan untuk menunggu nya di depan kantor Bagas seharian ini.

__ADS_1


"Pak, bagaimana kalau hari ini bapak tidak usah narik, bapak temani saya di sini seharian." Ucap Elena.


"Seharian di sini?" Pak sopir malah balik bertanya kepada Elena.


"Ya, kita pantau hari ini suami saya pergi kemana saja." Ucap Elena dengan ke dua mata terus menatap kantor nya Bagas.


"Tapi non." Pak sopir itu bingung, kalau dirinya hanya duduk seperti ini pasti diri nya ngga bakal dapat uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya, tapi kalau menolak kenginan penumpang nya, pak sopir merasa kasihan, apalagi Elena sedang hamil.


"Bapak tenang saja, hari ini saya bayar full, segini cukup kan pak?" Ucap Elena sambil memberikan uang dengan jumlah dua juta rupiah.


"Tapi non, ini kebanyakan." Pak sopir kaget melihat banyak nya uang yang di berikan Elena kepada dirinya.


"Ngga apa-apa pak, ambil saja, tapi saya mau hari ini bapak menemani saya sampai malam."


"Terima kasih banyak non, baiklah saya bersedia menemani dan mengantar nona kemana saja nona mau pergi." Ucap pak sopir sambil mematikan argo nya.


Entah mimpi apa pak sopir itu semalam, sehingga pagi ini dirinya ketiban rezeki yang lumayan banyak.


"Pak, saya takut ketiduran nanti, bapak tolong perhatikan suami saya ini, kalau dia pergi kita langsung ikuti." Ucap Elena sambil memperlihatkan poto Bagas kepada pak sopir.


"Baik non, saya akan selalu memperhatikan nya, kalau begitu bapak tunggu di luar saja ya non, kalau butuh apa-apa panggil bapak saja."


Sebelum keluar pak sopir menatap wajah Elena dari spion depan, mata nya yang sembab menandakan kalau dia habis menangis, pak sopir tidak mau ikut campur lalu dirinya keluar dari mobil.


Elena tidak sadar kalau dirinya sedang di perhatikan oleh pak sopir, karena diri nya sedang mengirimkan pesan kepada seseorang.


******


Pagi ini seperti biasa aku pergi ke kantor diantar mas Ricard, dan seperti biasa mas Ricard hanya menunggu ku di dalam mobil nya.


Aku menyelesaikan semua pekerjaan ku yang lumayan banyak karena kemarin aku tidak masuk.


"Akhir nya selesai juga kerjaan ku." Gumam ku sambil menatap jam yang ada di ruangan ku.


Jam menunjuk kan kalau sebentar lagi jam makan siang, bibir ku tersenyum karena pasti makanan dari mas Ricard akan segera diantar kan.


Aku menatap ruangan bos ku yang selalu tertutup rapat, aku sangat penasaran sekali dengan bos perusahaan ini, aku hanya tahu kalau pak Anderson ini orang nya tertutup, tapi ngga sampai ruangan nya juga tertutup dong.


Lamunan ku buyar ketika suara ponsel ku berdering, aku melihat orang yang menghubungi ku ternyata dia mas Bagas.

__ADS_1


"Mau apa lagi sih ini orang." Gumam ku lalu ku terima panggilan nya dan ku rubah ekspresi ku.


"Iya mas." ku sapa mas Bagas dengan suara yang sengaja ku buat selembut mungkin.


"Halo sayang, bagaimana kalau kita lunch sekarang, mas tunggu di cafe xxxx." Ucap mas Bagas.


Aku melirik ke arah jam dan aku berpikir ini saat nya aku kembali melanjutkan balas dendam ku.


"Baiklah mas, sekarang aku kesana." Ucap ku.


Aku pun memutuskan panggilan dari mas Bagas lalu menghubungi mas Ricard.


"Halo mas."


"Mas siang ini kamu ngga usah belikan untuk makan siang, aku mau makan siang di cafe xxxx.


"Barusan mas Bagas menghubungiku dan mengajak aku lunch di sana."


"Baiklah mas, kalau begitu aku keluar sekarang."


Aku membereskan meja ku, sepintas aku melihat ada seseorang yang lewat depan ruangan ku, tapi aku berpikir kalau itu hanya halusinasi ku karena ingin melihat bos ku saja.


Sedangkan pak sopir yang melihat Bagas keluar dari perusahaan nya langsung masuk ke dalam mobil nya.


Elena terus memikirkan kehidupan rumah tangga nya dengan Bagas, sepintas di pikiran nya muncul kembali semua perlakuan nya kepada Yola.


"Apa Yola akan membalas dendam." Gumam bathin Elena.


"Non, seperti nya itu suami nona akan pergi deh." Ucap pak sopir membuyarkan lamunan Elena.


Elena langsung menatap ke arah kantor Bagas dan benar saja mobil Bagas melaju keluar dari pelataran kantor.


"Benar pak itu suami saya, ayo ikuti pak." Ucap Elena sambil terus menatap mobil nya Bagas.


Pak sopir pun mulai melajukan mobil nya mengikuti mobil Bagas dari belakang.


"Pasti mau ketemu dengan Yola." Gumam bathin Elena dengan jantung yang sudah berdebar.


Mata Elena tidak lepas dari mobil Bagas, dia tidak mau ketinggalan jejak sedikit pun.

__ADS_1


__ADS_2