Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Menahan Cemburu


__ADS_3

Satpam jaga membuka pagar setelah dirinya bertanya apa keperluan Bagas datang ke perusahaan nya Ricard.


Satpam yang memang sudah di kasih tahu dari awal langsung menghubungi Ricard bos nya.


"Halo bos, ada pak Bagas sudah menunggu di parkiran." Ucap satpam setelah panggilan nya di terima olah Ricard.


"Baiklah, terima kasih info nya, awasi terus jangan sampai dia curiga kalau kamu sedang mengawasi nya dan kosongkan area parkir di samping nya buat mobil saya." Ucap Ricard lalu memutuskan panggilan nya.


Satpam itu mengerti dan langsung memberi tanda kalau tempat parkir itu tidak boleh ada yang isi.


*******


Sebelum aku keluar dari mobil, aku meyakinkan mas Ricard agar dia tidak melakukan hal yang membuat ku gagal untuk membalas dendam kepada mas Bagas.


"Ingat ya mas dengan pembicaraan kita semalam, kamu harus menahan rasa cemburu kamu di saat aku melakukan balas dendam kepada mas Bagas." Ucap ku sambil menatap mas Ricard.


"Iya sayang, aku janji akan menahan nya, tapi awas saja kalau kamu sampai terbuai oleh laki-laki brengsek itu, kamu akan tahu akibat nya." Mas Ricard mengancamku.


"Mas tenang saja, sekarang dan untuk selama nya aku hanya milik mas seorang." Ucap ku lalu ku tarik kerah kemeja dan ku kecup bibir mas Ricard dengan lembut.


"Mas percaya kan sama aku?" Tanya ku setelah mencium nya.


"Baiklah, mas percaya kamu sayang, kamu lihat ke sebelah kamu, itu mobil nya Bagas dan kamu pura-pura tidak melihat nya, aku akan menjadi cctv dari dalam mobil." Mas Ricard memberitahu aku, entah dari mana mas Ricard ini tahu kalau mobil itu milik nya mas Bagas, tapi aku tidak mau di pusingkan dengan semua itu.


Kembali aku mencium bibir mas Ricard sebentar lalu keluar dari mobil.


Sesuai perintah dari mas Ricard aku pura-pura tidak melihat nya.


Aku mulai melangkahkan kaki ku, tapi baru saja aku melangkah terdengar suara seorang pria yang aku kenal memanggil ku hingga membuat aku menoleh kepada nya.


"Yola." Panggil mas Bagas.

__ADS_1


"Oh pak Bagas, selamat pagi pak, bukan nya janji ketemu sama bos itu siang nanti, tapi kok masih pagi bapak sudah ada di sini?" Tanya ku pura-pura.


"Kamu sudah mulai memikirkan aku kan mas Bagas, aku jamin kamu akan terus menemui ku dan penasaran dengan ku." Gumam ku di dalam hati.


"Saya kesini hanya untuk menemui kamu, saya tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan kamu." Ucap mas Bagas dengan senyuman nya.


Semenjak aku menikah dengan nya dulu, aku belum pernah melihat dia tersenyum semanis itu kepada ku, tapi sekarang dia berbuat semanis mungkin di hadapan ku.


"Sudah lah mas, aku mau masuk soalnya sebentar lagi jam kerja sudah di mulai." Aku pura-pura menghindar dari mas Bagas.


"Baiklah, maaf kan aku yang sudah mengganggu pagi ini, tapi aku mohon dengan ikhlas kamu memberikan no ponsel kamu yang baru, soalnya no yang dulu tidak bisa aku hubungi lagi, apa no kamu sudah ganti?" Tanya mas Bagas.


"Oh iya pak no saya memang sudah ganti, jadi pasti nya bapak tidak akan bisa menghubungi saya."


"Sayang, Yola, kamu jangan panggil aku bapak dong, kesan nya diantara kita ini ada jarak dan aku tidak mau diantara kita itu ada jarak, aku mau lebih dekat lagi sama kamu, aku ingin membayar waktu yang dulu yang tidak pernah aku berikan sama kamu, aku janji akan selalu membahagia kan kamu." Ingin sekali aku muntah di depan nya, ucapan nya seperti orang yang benar saja.


"Ini di area kantor jadi saya tidak bisa memanggil anda dengan panggilan lain nya." Jawabku sambil melihat jam yang ada di tangan ku.


"Baiklah ini kartu nama saya, dan anda bisa menghubungi ke no yang tertera di sana."


"Terima kasih sayang, nanti siang kita bertemu lagi." Ucap mas Bagas lalu mencium telapak tangan ku.


Aku melirik ke arah mobil, aku tahu mas Ricard pasti melihat nya.


"Mati aku, semoga mas Ricard bisa menahan rasa cemburu nya, aku ingin membuat mas Bagas benar-benar jatuh cinta kepada ku dan melupakan selingkuhan nya itu." Gumam ku di dalam hati.


"Ya sudah kalau begitu saya masuk dulu." Ucap ku lalu meninggalkan nya masuk ke dalam dengan langkah sedikit cepat.


*******


"Berani-berani nya kamu mencium tangan calon istri ku, sekarang aku harus menahan rasa cemburu ini, tapi awas saja kalau kamu berbuat lebih." Gumam Ricard dari dalam mobil, tatapan nya tidak lepas dari Yola dan Bagas.

__ADS_1


Terlihat oleh Ricard kalau Bagas tersenyum sambil mencium kartu nama itu lalu masuk ke dalam mobil nya.


"Selain cantik dan seksi ternyata sekarang kamu sudah kaya sayang." Gumam Bagas sambil melirik ke arah mobil Ricard.


Setelah Bagas meninggalkan area parkir, Ricard keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam lift khusus seperti biasa nya.


Di dalam ruangan nya tatapan Ricard terus selalu melihat semua pergerakan dari Yola.


"Apa aku sanggup melihat kamu dekat lagi dengan Bagas? Aku harus sanggup, karena ini juga awal nya aku yang menyuruh Yola untuk membalas dendam." Gumam Ricard.


*******


Waktu terus bergulir jaa dinding sudah menunjuk kan jam dua belas siang, seperti biasa Yola selalu mendapatkan jatah makan siang dari Ricard yang di kirim lewat ob biasa nya.


Ob itu sangat senang selalu bisa mengantarkan makanan nya kepada Yola, selain memang tugas nya diri nya juga selalu mendapatkan uang tips dari Ricard.


Aku mengambil ponsel ku lalu menghubungi no mas Ricard, dan seperti biasa nya mas Ricard selalu cepat menerima panggilan telepon ku.


"Halo sayang, kenapa kamu kirim aku makan siang lagi, aku itu sekali-kali ingin makan bareng kamu." Aku memang ingin sekali di jam kantor ini makan siang bareng mas Ricard, karena selama aku bekerja di kantor ini, aku belum pernah sama sekali makan siang bareng mas Ricard.


"Makan bareng sama aku nya cukup sarapan pagi dan makan malam saja."


"Kalau begitu aku samperin kamu ke mobil saja ya, aku makan sama kamu di mobil."


"Tidak sayang jangan sekarang, kamu ingat kan kalau Bagas akan datang siang ini, jadi kamu sekarang habiskan makanan nya sebelum dia datang."


"Baiklah, tapi lain kali kita makan siang bareng ya."


"Iya sayang, I love u."


"Love u to Hanny."

__ADS_1


Aku menutup panggilan nya lalu menikmati makan siang ku dengan lahap hingga menghabis kan nya.


__ADS_2