Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Malu


__ADS_3

Aku dan mas Ricard sudah berada di dalam kamar, aku masih memakai gaun pengantin ku, mas Ricard menatap ku penuh dengan damba.


"Aku mandi duluan ya mas." Ucap ku dengan grogi.


"Kita mandi bareng saja gimana?" Tanya mas Ricard dengan senyum menggoda nya.


"Mas, tap aku_"


Belum juga aku selesai dengan kalimat ku, mas Ricard sudah menggendong aku.


"Aw, mas kamu ini buat aku kaget saja." Ucap ku sambil mengalungkan kedua tangan ku ke leher nya mas Ricard.


Dengan senyuman lebar di bibir nya mas Ricard terus melangkah membawa ku masuk ke dalam kamar mandi.


Dengan perlahan aku di turunkan nya, lalu mas Ricard menyiapkan air hangat untuk ku.


"Mas, aku malu kalau kita harus mandi bersama." Ucap ku jujur, karena memang ini yang pertama aku berduaan dengan seorang pria di dalam kamar mandi.


"Kenapa dia malu? Apa selama dengan pria brengsek itu Yola belum pernah mandi bersama." Gumam Ricard dalam hati nya.


"Kenapa mesti malu? mas ini sudah sah menjadi suami kamu, mulai saat ini kamu sudah menjadi milik mas, apa yang ada pada diri kamu mas berhak atas semua itu." Ucap mas Ricard sambil menatap ku.


Aku terdiam, semua yang di ucapkan mas Ricard memang benar ada nya.


Ku lihat mas Ricard membuka seluruh baju nya, dada nya yang bidang dan otot nya yang kekar membuat aku langsung menelan saliva ku, ingin sekali aku menyentuh nya.


Begitu mas Ricard membuka bagian celana nya, aku langsung membalik kan tubuh ku dan pura-pura tidak melihat nya.


Dengan perlahan dan merasa malu aku mulai membuka gaun ku, mas Ricard yang sudah membuka seluruh baju nya kini sudah berada di bawah guyuran air shower dan membelakangi aku.


Aku masuk kedalam bathub, ku pejamkan ke dua mata ku sambil merasakan hangat nya air dan wangi nya aromatherapy yang membuat tubuh ku rileks.


Aku sangat menikmati sekali sehingga tanpa sadar aku pun tertidur dalam bathub, mungkin karena efek lelah sehingga aku bisa tertidur selagi berendam.


********

__ADS_1


Ricard selesai membersihkan tubuh nya, lalu mengambil handuk yang sudah tersedia.


Ricard menatap wajah cantik Yola pada saat Yola berendam sambil menutup ke dua mata nya.


"Sayang, sudah berendam nya, ayo bersihkan tubuh mu dan kita tidur." Ucap Ricard sambil berdiri di samping bathub.


Beberapa kali Ricard memanggil nya tapi Yola tetap tidak mau membuka ke dua mata nya.


Ricard pun menyentuh pundak Yola dan sedikit menggoyangkan nya, tapi Yola tetap masih dengan posisi yang sama.


"Apa dia tidur ya." Gumam Ricard lalu menggendong Yola dari dalam bathub.


Dengan sedikit kesusahan Ricard menggendong Yola dari dalam bathub, setelah Yola berada dalam gendongan nya Ricard pun membawa nya ke tempat tidur tanpa kain yang menutup tubuh Yola.


Selama menggendong tubuh Yola, mata Ricard tidak lepas dari dua bukit yang masih padat dan putih dengan pu ting yang berwarna pink membuat jakun Ricard naik turun.


Adik kecil Ricard langsung bangun dan berdiri di bawah sana, dengan sekuat tenaga Ricard menahan nya karena Ricard tahu kalau Yola lagi lelah.


Dengan perlahan Ricard membaringkan Yola di tempat tidur nya.


Ricard menyentuh pipi dan bibir Yola dengan lembut, lalu mencium nya dengan penuh kelembutan.


Ricard yang memang sudah on langsung mengeksplor seluruh tubuh Yola, Ricard memberikan banyak tanda merah di sana, dan Ricard tidak melewatkan nya, dia juga membuat tanda merah di ke dua bukit milik Yola.


Posisi Ricard kini seperti seorang bayi yang lagi nempel sama ibu nya.


Tangan Ricard tidak di biarkan nganggur, Ricard terus menjelajah seluruh tubuh dengan sebelah tangan nya, karena tangan yang sebelah nya lagi anteng bermain di atas bukit.


Yola yang sedang terlelap tidur hanya menggelinjang kan tubuh nya, mungkin memang karena terlalu lelah, Yola pun tetap tertidur dengan pulas dan menganggap itu hanya sebuah mimpi saja.


Setelah di rasa cukup puas Ricard pun lalu kembali masuk ke kamar mandi dan menyelesaikan nya sendiri.


"Sabar ya adik kecil, kita tunggu nyonya bangun dulu." Gumam Ricard sambil mengelus adik kecil nya lalu ikut membaringkan tubuh nya di samping Yola.


Ricard memeluk erat tubuh Yola lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.

__ADS_1


Malam yang di tunggu-tunggu oleh Ricard pun harus terlewatkan begitu saja karena Yola sangat lelah sehingga Ricard harus menunggu nya dengan sabar.


Malam sudah terlewati dan pagi pun menjelang, baru beberapa jam saja mereka tertidur matahari sudah menampak kan sinar nya.


Ke dua pengantin baru itu masih betah di balik selimut nya, suara berisik dari luar kamar pun mereka tidak mendengar nya.


Pagi hari yang dingin membuat sepasang pengantin baru itu semakin mengeratkan pelukan nya.


Ricard semakin mengeratkan pelukan nya hingga membuat Yola merasa sedikit sesak.


Dengan perlahan aku membuka ke dua mata ku, aku kaget karena ada seseorang yang sedang memeluk ku dengan sangat erat.


"Mas Ricard." Gumam ku sambil menatap nya, aku terdiam mengingat apa yang sudah terjadi.


"Oh iya aku an sudah menikah, terus semalam, apa semalam aku sudah_"


Aku langsung menyingkapkan selimut dan melihat ke arah tubuh ku.


Aku kaget karena aku tidak memakai sehelai benang pun dan tanda merah yang lumayan banyak di area dada ku, tangan mas Ricard masih berada di atas perut ku, kulihat dada mas Ricard yang bidang, dengan perlahan aku menggerak kan tangan ku untuk menyentuh nya, tapi aku mengurungkan niat ku.


"Sentuh saja, sekarang semua yang ada pada mas itu milik kamu." Ucap mas Ricard mengagetkan ku.


Tangan ku di tarik nya lalu di simpan di atas dada bidang mas Ricard.


"Mas, kamu sudah bangun?" Tanya ku dan tidak berani menatap mas Ricard.


Ke dua pipi ku terasa panas mungkin karena aku merasa malu dengan mas Ricard.


"Jangan malu-malu." Ucap Mas Ricard sambil mengeratkan kembali pelukan nya.


"Mas, em, apa semalam kita_"


"Ngga, kita ngga melakukan apa pun selain tidur, malam pengantin yang mas tunggu-tunggu ternyata masih harus menunggu karena kamu nya tidur dengan lelap dan mas ngga mau mengganggu kamu."


Aku terdiam, aku merasa bersalah sama suami ku, ku beranikan diri untuk menatap nya, lalu dengan perlahan aku mencium bibir mas Ricard.

__ADS_1


__ADS_2