
Pagi hari Elena terbangun dan melihat di samping nya kosong dan tidak ada jejak kalau Bagas tidur di samping nya semalam.
"Kamu bahkan tidak tidur di samping ku mas, sebenar nya ada apa sama kamu." Gumam Elena.
Elena turun dari tempat tidur dan menyiapkan baju untuk suami nya pergi ke kantor, setelah semua nya siap Elena menuju ruang kerja Bagas untuk membangunkan nya.
Dengan perlahan Elena membuka pintu, terlihat Bagas masih terlelap di atas sofa.
"Apa karena kamu sangat capek mas hingga kamu tidur terlelap di sini." Gumam Elena.
Elena menghampiri Bagas dan membungkuk kan badan nya, dengan mesra Elena mencium bibir Bagas agar Bagas bangun dari tidur nya.
Tanpa sadar Bagas membalas nya karena dia pikir yang mencium bibir nya adalah Yola, karena dirinya memang sedang bermimpi mencium bibir Yola.
"Akhir nya kamu kembali kepada ku Yola." Gumam bathin Bagas.
Dengan begitu rakus nya Bagas terus mengeksplor bibir Elena membuat libido Elena naik, apalagi Elena dalam keadaan hamil dan selalu ingin berhubungan badan dengan Bagas.
Piyama bagian atas mereka berdua sudah terlepas dan terjatuh di lantai.
Selagi Elena menikmati kehangatan dari Bagas, tiba-tiba Bagas sedikit membuka mata nya dan terlihat wajah Elena yang sedang dia cumbu, Bagas pun langsung menjauhkan wajah nya, dia mengusap kasar wajah nya.
"Mas." Panggil Elena dengan mata yang sangat mengharapkan sekali.
"Sudah siang aku mau mandi." Ucap Bagas sambil meraih baju nya di lantai.
Elena kaget dengan sikap dari Bagas, baru kali ini dirinya melihat Bagas seperti itu, biasanya kalau Elena mencumbu nya pasti akan terjadi pergulatan diantara kedua nya kapan pun dan dimana pun.
Dengan rasa penasaran dan menahan hasrat nya Elena mengikuti Bagas yang sudah duluan masuk ke kamar nya.
__ADS_1
"Mas." Panggil Elena sambil mencari suami nya, terdengar gemericik air di kamar mandi membuat Elena langsung menghampiri kamar mandi.
Elena membuka pintu kamar mandi tapi ternyata pintu nya di kunci oleh Bagas.
"Tidak biasa nya pintu di kunci seperti ini, ada apa sama kamu mas, biasa nya juga kamu ngga pernah menolak aku dan ngga pernah mengunci pintu kamar mandi." Elena bertanya-tanya di dalam hati nya.
Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan menampak kan tubuh kekar Bagas yang membuat Elena selalu terbuai.
"Mas, kenapa di kunci pintu nya, padahal aku ingin melakukan nya pagi ini sama kamu." Ucap Elena sambil mendekatkan bibir nya ke bibir Bagas.
"Aku mau pergi ke kantor, ada meeting pagi ini." Ucap Bagas sambil menghindar.
"Aku tahu kamu mas, sebanyak apa pun kerjaan di kantor, kamu selalu melakukan nya dan memuaskan aku, tapi sekarang kamu malah menghindar." Ucap Elena yang sudah tidak tahan dengan rasa penasaran nya.
"Tapi memang sudah siang dan aku harus cepat-cepat pergi ke kantor sekarang, kamu jangan membuat masalah di pagi hari, urus saja penampilan kamu." Ucap Bagas sambil mengenakan pakaian nya.
Setelah di rasa sudah cukup dengan penampilan nya, Bagas keluar dari kamar dan menuju ruang makan tanpa memperdulikan Elena.
Dengan air mata yang sudah berlinang Elena mengikuti langkah Bagas dari belakang dengan tas kerja Bagas d tangan nya.
Elena merasa sakit hati dengan ucapan Bagas yang terakhir yang mengatakan kalau dirinya harus mengurusi penampilan nya, bukan nya penampilan diri nya selama ini selalu yang terbaik di depan suami nya itu.
Sebenar nya banyak yang ingin Elena tanyakan kepada Bagas dengan sikap Bagas pagi ini, tapi Elena menahan nya dan menunggu waktu yang tepat.
Elena tetap melayani Bagas walaupun pagi ini tidak seperti biasa nya.
"Mas, nanti pulang nya jangan terlalu malam ya? Anak kita dari semalam terus nendang-nendang seperti nya dia marah karena mas semalam tidur di ruang kerja." Ucap Elena membuka pembicaraan.
"Akan aku usahakan." Jawab Bagas dengan nada datar dan tidak melirik sedikit pun kepada Elena.
__ADS_1
"Sabar ya sayang, papah sedang sibuk hari ini, jadi kamu jangan terlalu berharap sama papah kamu." Ucap Elena sambil mengelus perut nya.
Bagas melirik sebentar lalu menyelesaikan sarapan nya.
"Ya sudah aku berangkat sekarang, jaga anak kita dan rubah penampilan kamu." Ucap Bagas lalu mencium kening dan perut nya Elena sebentar.
Elena hanya diam dengan mata yang sudah berembun, dia merasakan ada yang aneh dengan sikap Bagas, selain dari yang tidur di sofa dan menghindar, Bagas pun hanya mencium kening dan perut nya sebentar, biasa nya Bagas akan mencium seluruh wajah nya dan diakhiri dengan ciuman yang sedikit panas di bibir nya, tapi pagi ini membuat Elena terus bertanya-tanya di dalam hati dan pikiran nya.
"Ada apa sebenar nya dengan kamu mas, ngga mungkin kamu capek atau banyak kerjaan, karena yang kamu kerjakan juga sama setiap hari nya." Gumam Elena sambil menatap mobil Bagas yang mulai menghilang dari pandangan nya.
Elena kembali ke kamar nya dan langsung menatap dirinya di depan cermin, kata-kata yang Bagas ucapkan tadi terus terngiang-ngiang di telinga nya.
"Penampilan yang bagaimana yang harus aku ubah? Aku ini lagi hamil jadi ngga bisa merubah nya." Gumam Elena sambil terus menatap dirinya.
Sedangkan Bagas yang sedang di dalam perjalanan ke kantor nya tersenyum membayangkan kalau hari ini dirinya akan bertemu lagi dengan Yola.
"Aku pastikan aku akan mendapatkan kamu lagi, andai saja aku tahu tempat tinggal kamu sekarang, aku akan menjemput nya sayang." Gumam Bagas sambil terus melajukan mobil nya.
"Apa aku tunggu saja di depan kantor nya pak Ricard ya? Ya ide yang bagus, aku akan menunggu dia datang di sana." Ricard langsung memutar mobil nya dan menuju perusahaan Ricard.
Ricard menghentikan mobil nya di parkiran dan menempatkan mobil nya biar bisa dengan jelas melihat Yola datang.
Sebelum masuk ke parkiran, Bagas sempat bertanya dengan kedatangan Yola kepada satpam jaga, dan satpam mengatakan kalau Yola belum datang, hingga membuat bibir Bagas tersenyum lebar.
"Pagi ini aku harus bisa mendapatkan no ponsel kamu sayang, biar nanti aku mudah untuk menghubungi kamu." Gumam Bagas dengan mata masih menatap kepada yang baru datang.
Terlihat sebuah mobil masuk dan berhenti tepat di samping mobil nya, seorang perempuan keluar dari mobil membuat mata Bagas menatap nya dengan kagum.
"Yola, kamu sangat cantik hari ini." Gumam Bagas lalu keluar dari mobil.
__ADS_1