Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Hadiah Dari Omah


__ADS_3

Aku menatap poto papah mertua yang baru seminggu ini meninggalkan kita semua, aku sedih karena kehilangan sosok seorang ayah yang baik seperti beliau.


Papah orang nya sangat penyayang sekali seperti mas Ricard, maka dari itu mamah di buat sedih dan jatuh sakit begitu di tinggalkan papah.


Sebelum papah pergi untuk selama-lama nya, papah sudah memberikan banyak ilmu kepada cucu-cucu nya terutama kepada Izan anak pertama kita, papah mau kalau Izan meneruskan semua perusahaan nya papah.


Bukan sama Izan saja sih sebenar nya, papah memberikan ilmu nya kepada semua cucu nya, tapi yang nurut dan yang menonjol karakter nya hanya Izan seorang.


Revzan tidak perduli dengan perusahaan keluarga, yang penting dia bisa bersenang-senang sudah cukup bagi dia.


Walaupun Revzan suka nya keluyuran tapi daselalu menjaga nama baik keluarga.


Rafandra paling dekat dengan nenek nya karena Rafandra sangat menyukai bidang kedokteran.


Maka dari itu diantara semua cucu nya, Rafandra lah yang paling sedih melhat kondisi mamah saat ini.


Semua ilmu sudah Rafandra dapatkan dari nenek nya dan dia bertekad ingin jadi seorang dokter, maka dari itu selagi kakek nya masih ada jika papah membicarakan tentang perusahaan, Rafandra selalu bosan dan memilih untuk berbicara dengan mamah.


Berbeda dengan Rafandra, Izan selalu fokus kalau papah atau pun mas Ricard sudah berbicara tentang saham atau yang lain nya yang berkaitan dengan perusahaan atau bisnis.


Ke tiga jagoan ku memang punya pilihan masing-masing, dan kita sebagai orang tua nya kita ngga bisa memaksakan mereka.


Apa pun yang mereka lakukan kita akan selalu mendukung nya asal mereka bisa menjaga nama baik keluarga.


Yasmin anak kita perempuan satu-satu nya tidak di perbolehkan punya cita-cita sama ke tiga kakak nya, karena menurut mereka Yasmin cukup diam di rumah dan menghabiskan uang mereka saja dan biar mereka yang mencari uang nya.

__ADS_1


Ke tiga kakak nya sangat menyayangi Yasmin dan bahkan mereka sedikit memanjakan nya.


Papah Bimo dan mamah Dori yang sudah lanjut usia pun sering sakit-sakitan dan mereka masih tinggal di rumah besar keluarga mas Ricard.


Sebenar nya papah Bimo dan mamah Dori ingin kembali ke rumah nya, tapi mamah melarang mereka dan menyuruh nya untuk tetap tinggal bersama kami.


Papah Bimo dan mamah Dori pun terpaksa menuruti keinginan mamah, karena mereka memang tidak ada siapa-siapa lagi di rumah nya, kalau di rumah ini banyak cucu nya yang sangat sayang kepada mereka.


Perusahaan milik papah Bimo dan papah Anwar sudah di berikan kepada Izan dan bahkan surat-surat kepemilikan nya pun sekarang sudah atas nama Izan.


Malam ini kita berkumpul di kamar nya mamah, karena ada yang mamah ingin bicarakan dengan kita semua.


"Ada apa mah menyuruh kita semua berkumpul di sini?" Tanya Mas Ricard.


"Mamah hanya ingin memberikan ini kepada ke empat cucu mamah sebelum mamah pergi." Ucap mamah Mesti dengan empat kotak kecil di tangan nya.


Ke empat anak ku mengambil dan membuka kotak yang di berikan dari mamah.


"Wah bagus nya, ini kalung kan?" Tanya Rafandra.


"Ya iya lah ini kalung kamu pikir ini fizza." Ucap Revzan sambil mengamati liontin yang ada di kalung nya.


"Eh kak, coba deh kita satukan, seperti nya liontin ini pecahan dari gabungan suatu bentuk deh." Ucap Yasmin sambil mengulurkan liontin nya.


Ke tiga kakak nya langsung mendekatkan liontin nya dan ternyata memang benar apa yang diucapkan Yasmin, begitu liontin nya di satukan terlihat lah suatu bentuk ciri khas keluarga mas Ricard.

__ADS_1


"Wow ini sih keren." Ucap Revzan sambil memakai kan kalung nya.


"Iya keren banget, darimana omah mendapatkan kalung seperti ini?" Tanya Rafandra.


"Omah sengaja memesan nya langsung karena omah ingin kalian selalu bersama-sama, dan jika sesuatu terjadi sama kalian, kalian bisa gunakan liontin itu."


"Kita akan baik-baik saja mah." Ucap ku sambil tersenyum.


Semua orang terus memberikan semangat untuk mamah terutama Rafandra.


Tapi memang Tuhan lebih sayang kepada mamah, akhir nya mamah pun menghembuskan nafas nya yang terakhir membuat kita semua merasakan kesedihan tiba-tiba.


Baru saja kita semua tersenyum karena mamah sudah memberikan hadiah buat ke empat cucu nya tapi sekarang mereka di buat menangis karena kepergian yang mendadak.


Baru satu minggu kami semua kehilangan papah dan sekarang aku juga harus kehilangan sosok mamah.


**END**


Terima kasih buat para readers yang selalu setia membaca karya ku, yang sudah memberikan like, komen dan gift nya juga.


Dan jangan di hapus dulu dari fav karena aku akan melanjutkan kisah anak-anak nya setelah selesai * PENYESALAN SEORANG ISTRI *


*Jadi sebelum kita beralih ke kisah anak-anak nya Yola dan Ricard, ada baik nya kalian baca dulu " PENYESALAN SEORANG ISTRI * yang mengisahkan tentang seorang istri yang sudah bosan hidup dengan suami pengangguran nya hingga dia ingin bercerai dari suaminya itu, tapi setelah suami nya punya pekerjaan dan selalu dekat dengan wanita lain, istri nya merasa cemburu dan menyesal.*


Ingin tahu kisah selanjut nya?

__ADS_1


*Kuy kita baca *PENYESALAN SEORANG ISTRI* "



__ADS_2