Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Karma.


__ADS_3

Seharian ini aku menemani mas Ricard di ruangan nya, aku merasa sangat nyaman sekali berada di ruangan mas Ricard, setelah makan siang bersama aku merasa tubuh ku lelah dan ngantuk mendera.


"Kamu ngantuk ya sayang, ya sudah istirahat sana." Ucap mas Ricard sambil berdiri dan menggeser sebuah lukisan.


Mas Ricard menekan tombol yang ada di belakang lukisan hingga ada dinding yang terbuka membuat aku berdecak kagum melihat nya.


"Wow, ternyata ada kamar nya juga ya mas." Ucap ku dengan mata menatap kagum ke dalam ruangan.


"Ada lah sayang, ini tempat aku nginap kalau aku malas untuk pulang ke rumah." Ucap mas Ricard.


"Jadi kamu jarang pulang ke rumah ya mas?" Tanya ku sambil duduk di atas tempat tidur yang empuk.


"Tapi kalau kamu sudah menjadi istri mas, mas akan selalu pulang." Aku hanya tersenyum mendengar nya.


"Ya sudah sekarang kamu tidur, nanti pas mau pulang mas bangun kan." Ucap mas Ricard.


"Terus kerjaan ku bagaimana mas?" Tanya ku yang ingat dengan pekerjaan ku.


"Biar Ratih yang kembali menempati ruangan kamu." Ucap mas Ricard membuat aku menatap nya.


"Maksud mas? Aku di pecat gitu?"


"Ya, mulai hari ini kamu di pecat, dan ruangan kamu akan di tempati oleh Ratih." Ucap mas Ricard.


"Kamu jahat mas, aku kan masih ingin bekerja." Ucap ku dengan bibir cemberut.


"Kamu memang di pecat dari pekerjaan kamu sekarang, tapi kamu mas angkat sebagai asisten pribadi mas, jadi tugas kamu selalu ada di samping mas setiap waktu." Ucap mas Ricard dengan senyuman manis nya.


Aku kaget lalu menatap mas Ricard dengan tatapan yang penuh dengan pertanyaan, aku ngga menyangka kalau mas Ricard akan menempatkan aku sebagai asisten pribadi nya.


"Kalau aku jadi asisten pribadi kamu, yang ada kamu ngga akan kerja mas." Ucap ku.

__ADS_1


"Tergantung."


"Maksud mas?" Tanya ku sambil mengerutkan kening.


"Kalau kamu sudah memberikan semangat mas pasti akan bekerja."


Aku terdiam dan mencerna semua ucapan dari mas Ricard, aku masih bingung dengan perkataan nya.


Terlihat jari telunjuk mas Ricard di tempelkan di bibir nya membuat aku paham sekarang.


Aku mendekatkan wajah ku lalu mencium bibir mas Ricard.


"Sudah, sekarang mas bekerja dan biarkan aku beristirahat di sini.: Ucap ku setelah aku mencium bibir nya.


"Nah gitu dong, baiklah nyonya Ricard, sekarang kamu boleh istirahat." Ucap mas Ricard lalu keluar dari ruangan.


Bukan nya tidur, tapi aku melihat ke arah sekeliling ruangan yang menurut ku seperti sebuah apartemen dengan ukuran kecil.


Aku tidak menyangka bisa berada di di perusahaan ternama ini, dan bahkan pemilik nya adalah mas Ricard yang kini menjadi kekasih ku.


********


Kita ke keluarga Bagas dulu ya bestie.


Setelah kejadian di cafe milik nya Ricard, Bagas dan ibu nya di marahi habis-habisan sama pak Samba.


Pak Samba membawa istri nya ke luar kota dan tidak di izinkan untuk menemui Bagas kecuali dengan diri nya.


Pak Samba tidak mau kejadian yang sudah mereka lakukan hingga membuat hancur semua nya terulang kembali.


Bu Elsa tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti perintah dari suami nya.

__ADS_1


Bu Elsa juga ngga bisa melakukan apa-apa lagi setelah harta warisan dari kakek nya Bagas hilang dan berpindah tangan.


Bagas kini tinggal di rumah sederhana bersama Elena, Bagas sudah memutuskan akan merubah hidup nya jadi lebih baik.


Bagas sudah tidak mau sombong lagi karena memang ngga ada yang harus ia sombong kan lagi.


Bagas menerima pekerjaan yang di berikan oleh Ricard menjadi kepala gudang di perusahaan nya yang kini menjadi milik Ricard.


"Maaf kan papah ya nak, papah sudah melupakan kamu dan mamah kamu, papah janji mulai sekarang papah akan selalu ada buat kalian berdua." Ucap Bagas lalu mencium perut Elena.


Elena meneteskan air mata nya, dia tidak menyangka akan di perlakukan manis lagi oleh Bagas.


Elena memang tidak bisa seperti dulu yang selalu menghabiskan uang suami nya untuk pergi shoping atau pergi ke salon.


Dulu dia dan suami nya bergelimang harta dengan posisi Bagas yang menjadi direktur utama di perusahaan peninggalan kakek nya, tapi sekarang semua nya hancur karena perlakuan mereka sendiri.


Dari dulu Elena sangat mencintai Bagas hingga dia sampai hati merebut nya dari Yola, dan kini Elena harus berlapang dada menerima keadaan nya yang sangat sulit.


"Kamu menangis? Maaf kan mas karena perlakuan mas kita semua menjadi seperti sekarang."


"Sudah lah mas, ngga usah di ungkit lagi." Ucap Elena sambil menghapus air mata nya.


Bagas sangat menyesal sekali dengan apa yang sudah dia lakukan kepada Yola, kini dia sadar kalau dunia berputar, dimana dirinya saat ini merasakan apa yang Yola rasakan dulu, dan bahkan mungkin lebih parah kondisi nya dari Yola.


"Sudah lah mas jangan di bahas lagi, yang terpenting sekarang kita harus menjadi lebih baik, dan mas harus jujur dalam bekerja, karena kalau sampai tidak jujur pasti pak Ricard akan memasuk kan mas ke dalam penjara, dan aku tidak mau sampai itu terjadi apalagi kita akan mempunyai seorang anak." Ucap Elena.


"Terima kasih sayang, mas janji mas akan lebih giat lagi dalam bekerja, dan mas tidak akan mengecewakan kalian berdua.


Bagas memeluk Elena dengan penuh kasih sayang, Bagas sudah berjanji dalam dirinya kalau perlakuan nya dulu tidak akan dia lakukan lagi.


Untuk saat ini Bagas akan fokus kepada kehidupan rumah tangga nya.

__ADS_1


Hari pertama Bagas bekerja menjadi kepala gudang membuat dirinya sedikit malu karena posisi nya yang turun drastis dari seorang direktur kini menjadi kepala gudang, tapi Elena selalu memberi semangat dan juga Bagas selalu mengingat akan kelakuan nya dahulu jadi mengabaikan semua gunjingan para karyawan lain nya.


"Mungkin ini yang di nama kan karma." Gumam Bagas di dalam hati nya.


__ADS_2