Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Jerapah


__ADS_3

Sakit hati Elena begitu mendengar Bagas menyebut-nyebut nama Yola di kala sedang bercinta dengan nya.


Elena menelungkupkan kepala nya ke atas meja makan sambil menitik kan air mata nya.


"Jadi wanita semalam itu Yola mas?" Tanya Elena sambil mengusap air mata nya.


"Ya dia Yola, sekarang dia sudah berubah sama seperti kamu." Ucap Bagas lalu mengambil dan memakai baju nya kembali.


"Maksud mas?" Tanya Elena dengan suara yang bergetar.


"Kamu lihat diri kamu sendiri, kamu berubah kan? Kamu yang dulu dan kamu yang sekarang sangat jauh berbeda." Ucap Bagas yang tanpa perasaan


"Tapi ini semua karena ada anak kita mas, tubuh ku berubah seperti ini karena aku mengandung anak kamu." Ucap Elena dengan nada bergetar karena menahan tangisan nya.


"Aku kan tidak menyuruh kamu untuk hamil."


"Tapi kan mas sendiri yang sering bilang kalau mas mau punya keturunan." Elena tidak habis pikir dengan suami nya ini.


"Baiklah, setelah anak kita lahir kalau tubuh kamu tidak kembali seperti semula aku akan menceraikan mu, tapi kalau tubuh kamu bisa kembali ke semula, aku akan tetap mempertahankan mu untuk jadi istri pertama." Ucap Bagas.


"Maksud mas apa aku jadi istri pertama?"


"Karena Yola juga akan aku nikahi."


Bagaikan di sambar petir Elena mendengar nya, dia berharap semua yang baru saja dia dengar hanya mimpi belaka.


"Ya Tuhan, apa semua ini balasan yang harus aku terima karena kelakuan ku dulu kepada Yola." Gumam bathin Elena.


"Sudah kamu jangan banyak protes, kalau kamu masih mau bersama ku terima saja keputusan ini." Ucap Bagas.


Elena sudah tidak tahan lagi dengan segala ucapan pedas dari suami nya, dengan deraian air mata nya Elena pergi ke kamar dan langsung masuk ke kamar mandi lalu membersihkan tubuh nya, dia curahkan semua kesedihan nya di bawah guyuran air shower.


Sedangkan Bagas yang tanpa dosa tidak memperdulikan istri nya itu, dia langsung mengambil makanan yang sudah di siapkan Elena lalu melahap nya hingga habis.


*******


Aku dan mas Ricard kembali ke rumah setelah mengambil hasil rekaman nya semalam.


Sesampai nya di rumah aku langsung membaringkan tubuh ku di atas sofa di temani mas Ricard yang selalu setia berada di sampingku.

__ADS_1


"Kalau kamu mau tidur, di kamar sana nanti badan mu pegal." Ucap mas Ricard.


"Ngga ah mas, aku mau di sini saja sama mas." Jawab ku sambil merebahkan kepala ku di atas kedua paha mas Ricard.


"Ya sudah kamu tidur saja." Ucap mas Ricard, kedua mata nya masih fokus ke arah ponsel yang sedang dia pegang.


Aku menatap wajah mas Ricard yang lagi serius, aku sangat beruntung sudah di pertemukan dengan nya, selain kehidupan ku yang sedikit berubah, mas Ricard juga selalu menyayangi aku.


Sekarang aku sadar kalau aku ngga bisa hidup tanpa mas Ricard, aku berjanji kalau suatu saat bertemu dengan bos ku, aku akan meminta pekerjaan kepada nya, agar mas Ricard punya pekerjaan yang tetap.


"Apa yang kamu lihat sayang?" Tanya mas Ricard mengagetkan ku


"Kamu." Jawabku dengan jujur, ku lihat mas Ricard hanya tersenyum.


"Sayang, kamu kirim Poto dan video ini sama istrinya Bagas?" Tanya mas Ricard membuat ku kaget, karena ternyata yang dia pegang itu ponsel nya aku


"Iya, dan aku yakin begitu mas Bagas sampai rumah, pasti akan terjadi perang yang dahsyat, tapi sayang nya aku ngga bisa melihat pertunjukan nya." Ujarku.


"Kamu pintar sayang, kamu tenang saja, suatu saat kamu pasti akan melihat pertunjukan itu." Ucap mas Ricard lalu mencium kening ku dengan lembut.


Aku memejamkan kedua mata ku sambil merasakan kasih sayang yang di berikan mas Ricard kepadaku hingga tidak terasa aku tertidur mungkin karena efek semalam kurang tidur.


"Siapa mas?" Tanya ku dengan mata yang masih terpejam


"Istri nya Bagas." Jawab mas Ricard dengan nada yang santai.


"Mau apa lagi sih tuh orang hubungin aku."


"Mas barusan kirim video adegan panas suami nya, mungkin dia penasaran sama kamu."


"Kamu jahat mas, ah andai saja aku bisa melihat pertunjukan mereka, betapa bahagia nya aku " Ucapku dengan bibir tersenyum.


*******


Aku tertidur lama sekali hingga tidak terasa di jam makan siang ini aku baru terbangun.


Ku tatap wajah mas Ricard yang sedang tidur dengan kepala nya dia sandarkan ke sandaran kursi.


Dengan perlahan aku bangun dari tidur ku dan turun dari sofa dan masuk ke dapur untuk membuat makan siang aku dan mas Ricard.

__ADS_1


Ku lihat Bu Narsih yang sedang serius dengan sayuran yang sedang di potong nya.


"Lagi apa bi?" Tanya ku dengan perlahan.


"Jerapah diam kau." Teriak bi Narsih sambil menunjuk aku dengan pisau yang sedang dia pegang.


"Bibi mau bunuh siapa?" Tanya ku sambil tertawa.


"Mau bunuh si kodok eh kodok, neng Yola jangan suka ngagetin bibi dong, ucapan bibi jadi suka ngga ke kontrol." Ucap bi Narsih.


"Ngga apa-apa bi, lagian aku nya juga ngga marah, ya sudah sini aku bantuin." Ucap ku.


"Ngga usah non, non Yola mandi saja sana, jadi kalau den Ricard bangun non Yola sudah cantik."


"Beneran nih ngga mau di bantuin." Aku sengaja mengagetkan bi Narsih kembali.


"Jerapah pergi kamu." Lagi-lagi bi Narsih teriak membuat ku tertawa.


"Iya bi iya jerapah nya mau pergi, dadah bi." Aku pun pergi dari hadapan BI Narsih dan menuju kamar ku.


Sebelum aku masuk ke dalam kamar, aku melirik ke arah mas Ricard yang masih terlelap dengan tidur nya.


Setelah selesai mandi aku pakai baju santai dan sedikit merias wajah ku.


Setelah di rasa cukup aku kembali menemui mas Ricard.


Wangi masakan dari dapur menusuk hidungku hingga perut ku langsung keroncongan di buat nya.


Ku lihat mas Ricard membuka kedua mata nya, mungkin wangi dari masakan bi Narsih membangunkan nya.


"Sayang kamu sudah cantik, sejak kapan kamu bangun?" Tanya mas Ricard sambil mengusap wajah nya.


"Sejak tadi, tadi nya mau buat makan siang tapi bi Narsih melarang nya dan menyuruh aku mandi."


"Ya sudah kalau gitu mas mandi dulu, kamu tunggu mas ya, kita makan siang bareng, sudah lama juga kita ngga makan siang bareng." Ucap mas Ricard.


"Iya mas."


Mas Ricard masuk ke ruang tamu tempat dia beristirahat, sedangkan aku menyiapkan makanan dengan bi Narsih.

__ADS_1


__ADS_2