Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Udang Di Balik Bakwan


__ADS_3

Ricard mendengarkan semua yang di ceritakan oleh mamah nya, Ricard mencerna semua apa yang diucapkan beliau.


"Nah begitu lah nak cerita nya, jadi Caca itu hanya saudara angkat saja, keluarga papah memang semua nya pada susah untuk mempunyai keturunan, maka nya begitu kamu lahir kakek memberikan semua harta nya untuk kamu." Ucap bu Mesty mengakhiri cerita nya.


Ricard terdiam, dan terus memikirkan kelakuan Caca akhir-akhir ini kepada diri nya, bahkan ucapan dari Yola pun terus terngiang di telinga nya.


"Kenapa mamah menyembunyikan nya dari aku? Kalau aku tahu Caca itu bukan anak kandung nya om Bimo, aku ngga akan membuat dia menyukai ku." Ucap Ricard.


"Apa! Apa maksud mu nak?" Bu Mesty kaget dengan ucapan dari Ricard.


"Yola yang awal nya bilang sama aku, tadi siang pas Caca datang ke kantor dia duduk di atas kedua paha Ricard dan itu membuat Yola ngga menyukai nya, karena kata Yola Caca seperti nya menyukai Ricard dan Yola juga mengatakan bisa saja Caca hanya anak angkat dan punya perasaan sama Ricard, dan ternyata feeling seorang wanita ngga pernah salah." Ucap Ricard sambil menatap bu Mesty.


"Dan mamah juga baru merasakan nya setelah melihat interaksi dia tadi sama kamu yang ngotot ingin kerja di perusahaan kamu, makanya mamah menemui kamu."


"Nah itu dia mah, makanya aku menempatkan Caca di perusahaan xxxx, karena aku ngga mau terjadi apa-apa sama Yola."


"Oh iya nak, besok kamu cari cincin buat acara lamaran nanti, masa lamaran ngga bawa apa-apa." Ucap bu Mesty.


"Iya mah besok aku ajak Yola mencari nya."


"Ya sudah kamu istirahat sekarang, mamah juga mau istirahat."


Setelah ibu nya menutup rapat pintu kamar nya, Ricard membaringkan tubuh nya lalu menatap langit-langit.


Ingin sekali dirinya menghubungi Yola, tapi begitu Ricard melihat jam yang ada di kamar nya Ricard menahan nya karena takut mengganggu istirahat Yola.


Berbeda dengan Ricard, Caca yang sedang kesal pun menghilangkan rasa kekesalan nya dengan cara menghubungi sang kekasih melalui video call.


*******


Pagi hari Ricard sudah rapih dan wangi, semakin hari Ricard semakin terlihat tampan dan fresh semenjak selalu bersama Yola.


Caca yang sudah rapih dengan baju kerja nya pun sudah duduk di kursi makan.


Semenjak tahu kenyataan nya kalau Caca adalah anak angkat, Ricard sedikit menjaga jarak dengan Caca.


Biasa nya Ricard selalu ngajak bercanda kepada Caca, tapi pagi ini Ricard bersikap biasa saja.

__ADS_1


"Kok mas Ricard ngga seperti biasa nya, pasti ini semua gara-gara si janda gatal itu." Gumam bathin Caca sambil menatap wajah tampan Ricard.


"Wah pagi ini kakak sangat tampan sekali." Ucap Caca.


"Makasih." Hanya satu kalimat yang keluar dari mulut nya Ricard.


"Kak, hari ini kan hari pertama aku kerja, bagaimana kalau kakak yang antar aku? Aku kan belum ada yang kenal di perusahaan nanti." Segala cara Caca lakukan asal dirinya bisa bersama dengan Ricard terus.


"Aku sibuk dan harus jemput Yola, jadi takut nya nanti terlambat datang ke kantor nya." Ricard memberikan alasan.


"Itu kan perusahaan kakak, jadi ngga apa-apa dong kalau kakak terlambat."


"Ngga bisa gitu Ca, walaupun itu perusahaan kakak, tapi kakak harus menjadi contoh buat para karyawan lain nya."


Caca terdiam, dia ngga bisa bicara lagi, otak nya seakan-akan buntu untuk mencari alasan lagi.


"Ini semua gara-gara si janda gatal, awas saja kamu." Gumam bathin Caca dengan wajah kesal nya.


Bu Mesty dan pak Anwar hanya saling menatap sambil menikmati sarapan nya.


"Sudah, Caca biar papah yang antar, sekalian papah ingin melihat suasana kantor itu." Ucap pak Anwar.


Caca yang hanya bisa menatap punggung Ricard sambil menahan emosi nya.


"Awas kamu janda gatal, kamu sudah membuat kak Ricard berubah sama aku." Gumam bathin Caca.


"Ya sudah ayo kita berangkat, sekalian ngantar mamah ke rumah sakit." Ucap pak Anwar.


Dengan menahan amarah nya Caca akhir nya pergi ke kantor yang di suruh Ricard.


******


"Ternyata kecurigaan kamu benar sayang." Gumam Ricard sambil terus melajukan mobil nya ke rumah Leo.


Begitu masuk ke halaman rumah Leo, terlihat Yola sudah berdiri menunggu Ricard.


Setelah menghentikan mobil nya Ricard langsung keluar dan menghampiri Yola.

__ADS_1


Tidak lama aku menunggu mas Ricard, kulihat mobil mas Ricard masuk ke halaman rumah.


Aku tersenyum sambil menatap nya, bukan aku manja atau gimana, tapi mas Ricard selalu marah kalau aku langsung masuk sendiri.


Mas Ricard menghampiri dan memeluk ku dengan erat.


"Maafkan aku sayang." Ucap mas Ricard sambil melepaskan pelukan nya.


"Maaf kenapa mas? kamu ngga terlambat kok."


"Maaf kemarin aku meragukan ucapan mu."


"Ucapan yang mana?" Tanya ku dengan menatap nya heran.


Entah ada apa dengan mas Ricard pagi ini, datang-datang langsung memeluk dan meminta maaf pada ku.


"Ya sudah nanti mas bicarakan di mobil saja, oh iya kak Leo mana?" Tanya mas Ricard sambil melihat ke arah rumah.


"Tadi udah pergi katanya mau ke rumah Lea dulu."


Mas Ricard mengangguk lalu menarik tangan ku dan mengajak ku masuk ke dalam mobil.


"Bisa di ceritakan mas?" Tanya ku yang penasaran dengan ucapan permintaan maaf dari nya.


"Sebelum nya mas minta maaf sudah meragukan nya kemarin, ternyata dugaan kamu benar sayang, kalau Caca itu anak angkat nya om Bimo dan tante Dori." Ucap mas RIcard membuat ku sedikit kaget.


"Apa! Pantas saja kelakuan nya seperti itu, kalau pun kalian bersaudara, Caca tidak akan berbuat mesra sama kamu mas, kelakuan dia itu sudah seperti kepada kekasih nya, dan kelakuan Caca kemarin itu menurut ku sudah di luar batas."


"Iya sayang mas minta maaf, mas baru tahu semalam dari mamah, pantas saja semalam Caca memaksa ingin kerja di perusahaan mas, ternyata ada udang di balik bakwan."


"Udang di balik batu mas, kenapa jadi udang di balik bakwan." Ucap ku sambil tersenyum.


"Lagian mas lihat yang jual gorengan kok jadi pengen makan bakwan ya."


"Ya sudah kalau gitu mas berhenti dan kita beli goreng bakwan nya."


"Sudah kelewat sayang, oh iya sayang, nanti siang kita nyari cincin ya."

__ADS_1


"Kita kan belum menentukan pernikahan kita mas."


"Buat acara lamaran sayang." Ucap mas Ricard dengan mata genit nya.


__ADS_2