Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Tuhan Maha Adil


__ADS_3

Setelah semua nya sepakat akan membantu kak Leo untuk melamar Lea, kak Leo dan mas Ricard pun pergi ke tempat kerja mereka masing-masing.


Aku mau membantu mamah untuk merapihkan ruang praktek nya tapi mamah melarang nya dan menyuruh aku untuk diam dan duduk manis.


Aku tesenyum melihat lukisan karya tangan ku terpampang di ruang praktek mamah, terbesit dalam pikiran ku untuk melukis kembali.


"Mah, aku kan ngga ada kerjaan, bagaimana kalau aku melukis lagi." Ucap ku dengan penuh harap.


"Tidak, kamu tidak boleh melakukan apa pun, kamu cukup diam dan duduk manis saja, kamu fokus sama kandungan kamu saja, jaga dia dengan baik dan mamah minta setelah ini kamu tidak boleh menggunakan kontrasepsi apa pun." Ucap mamah.


"Ya Allah se sayang inikah mertua ku, aku sampai tidak di perbolehkan melakukan apa pun, kasih sayang mereka besar sekali sama aku, apa aku pantas untuk menolak keinginan nya." Gumam ku di dalam hati.


"Nak, kamu ngga ada niat untuk memakai nya kan?" Tanya mamah membuyarkan lamunan ku.


"Eh, iya mah, aku ngga akan memakai nya kok, aku dan mas Ricard sudah membahas ini sebelum aku hamil."


"Bagus, itu yang papah dan mamah harapkan, papah ingin punya banyak cucu dari kamu." Ucap papah yang baru masuk sambil tersenyum lebar.


"Jangan terlalu banyak juga lah pah, kasihan Yola nya." Ucap mamah.


"Ya makanya kita jangan membuat dia capek, kita jadikan ratu di rumah ini karena harapan kta hanya pada menantu kita yang cantik ini." Ucap papah sambil mengelus rambut ku.


Aku memeluk nya dengan bibir tersenyum, Tuhan memang maha adil, aku yang dari kecil tidak pernah merasakan belaian dan pelukan dari ke dua orang tua ku kini aku mendapatkan nya dari ke dua mertua ku.


"Makasih pah, makasih mah." Ucap ku sambil memeluk papah dan mamah.


*******


Usia kandungan ku kini sudah sembilan bulan dan lagi menunggu hadir nya buah cinta aku dengan mas Ricard.

__ADS_1


Selama aku mengandung banyak hal yang aku lewati, dari aku yang berada dalam fase ngidam dan dimana aku selalu ingin di manja oleh orang rumah.


Aku yang sering marah-marah sama mas Ricard dengan ngga jelas, tapi mas Ricard selalu sabar dan tetap menjadikan aku ratu dalam hidup nya.


Aku sangat bersyukur sekali karena aku di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangi dan mencintai ku, ini bukti kalau Tuhan itu maha adil dan Tuhan juga tidak tidur.


Om Bimo dan tante Dori yang sudah menganggap aku sebagai anak nya sering sekali datang ke rumah, mereka berdua sama dengan yang di lakukan papah dan mamah, mereka selalu memanjakan aku.


Sekarang aku sudah tahu cerita hilang nya Caca, ada rasa kasihan dalam hati ku, tapi mas Ricard dan yang lain nya selalu melarang ku untuk memikirkan hal-hal yang tidak seharus nya aku pikir kan.


Satu bulan yang lalu kak Leo sudah sah menjadi suami dari Lea sahabat ku, aku sangat bahagia sekali melihat kak Leo bahagia.


Aku tanpa kak Leo tidak mungkin bisa berada di rumah ini, aku tanpa kak Leo tidak mungkin akan mendapat kasih sayang dari semua nya.


Semua karena aku bertemu dengan kak Leo, sampai kapan pun aku tdak akan melupakan semua kebaikan dari kak Leo.


Karena aku sudah mendekati lahiran, tante Dori memilih tinggal bersama kami, karena dia tidak mau melewatkan momen bersejarah ku.


Aku berjanji kepada diriku sendiri, andai Tuhan percaya sama aku untuk merawat banyak anak, aku siap untuk mempunyai banyak anak.


Kasih sayang yang mereka berikan untuk ku membuat aku harus memberikan kebahagiaan buat mereka bagaimana pun cara nya.


Semua keperluan bayi sudah mereka siapkan semua nya.


Ketika kita semua berbelanja, aku hanya duduk sambil menikmati cemilan dan minuman, sedangkan yang memilih semua keperluan adalah mamah dan tante Dori.


Aku ngga habis pikir dengan mamah dan tante Dori ini, semua mereka beli tanpa melihat harga nya sama sekali, mereka seakan-akan kalap hingga membuat mas Ricard dan papah hanya bisa menggelangkan kepala nya saja.


Aku melihat struk belanjaan yang sangat panjang melebihi panjang nya kereta menatap kaget, dan yang membuat aku lebih kaget lagi ketika aku mendengar nominal total belanjaan yang harus di bayar.

__ADS_1


Aku menatap wajah mereka semua satu persatu, tapi ku lihat wajah mereka biasa saja, ngga ada yang kaget sama sekali, malah aku melihat mamah dan tante Dori tersenyum bahagia.


Papah sudah menyiapkan kamar untuk bayi ku, semua keperluan sudah tertata rapih di kamar itu.


Wajah-wajah mereka sudah menampak kan wajah tidak sabar dengan kehadiran nya.


Hari ini hari sabtu, dimana setiap hari sabtu kita semua suka berkumpul, om Bimo sudah berada bersama kami.


Aku kadang masih suka lupa memanggil nya om dan tante, dan mereka pun selalu protes dengan panggilan ku karena mereka ingin di panggl papah dan mamah seperti kepada orang tua mas Ricard.


Ketika kami sedang bercengkerama, aku merasakan sakit di bawah perut ku, pelan tapi pasti rasa sakit itu terus datang dan ku rasakan.


Awal nya aku tahan karena ngga mau membuat mereka semua khawatir dengan keadaan ku, tapi lama-lama rasa sakit itu terus berasa hingga aku mencengkeram keras tangan mas Ricard.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya mas Ricard sambil menatap ku yang sedang menahan rasa sakit di perut ku.


"Mas, sakit." Ucap ku lirih.


"Apa! Teriak semua nya sambil menatap ku.


"Jangan-jangan istri mu mau melhairkan, ayo kita bawa ke rumah sakit." Teriak mamah.


Ku lihat mamah langsung menghubungi pihak rumah sakit dan menghubungi teman dokter nya yang bagian kandungan, papah Anwar dan papah Bimo langsung pergi untuk menyiapkan mobil, sedangkan mamah Dori langsung pergi ke kamar calon bayi ku untuk mengambil semua keperluan yang sudah di siapkan.


Mas Ricard sendiri masih setia berada di samping ku, dia terus mememluk dan mengelus perut ku.


"Kamu sudah mau melihat kami semua ya nak, sabar ya nak, jangan buat mamah kesakitan seperti ini, papah ngga tega melihat nya." Ucap mas Ricard sambil terus mengelus perut ku.


"Ayo kita berangkat, semua nya sudah siap." Ucap papah Anwar.

__ADS_1


Semua nya langsung keluar dan masuk ke dalam mobil, aku sendiri di gendong oleh mas Ricard karena mas Ricard ngga memperbolehkan aku untuk berjalan.


__ADS_2