Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Keterlaluan


__ADS_3

Aku dan mbak Ratih berdiri menghadap ke arah mereka bertiga.


Terlihat mereka bertiga menatap ku dengan tatapan yang sangat tajam.


"Seorang wanita murahan memang pantas dengan laki-laki rendahan seperti selingkuhan kamu itu." Ucap mamah Elsa.


"Lebih rendah mana seorang pelayan yang selalu menjaga dan menghormati perempuan di banding orang yang berkedudukan tinggi tapi tidak pernah menghargai wanita." Ucap ku yang sudah tersulit emosi karena mereka merendahkan mas Ricard.


"Jaga mulut kamu." Teriak mas Bagas.


"Mas apa kamu sudah janjian sama wanita ini sehingga setiap kita bertemu selalu di tempat makan." Ucap Elena.


Elena tidak tahu saja kalau Bagas sengaja mengajak mereka makan di cafe itu karena Bagas ingin sambil mengintai Yola.


Elena tidak tahu kalau kantor tempat bekerja Yola adalah perusahaan yang berada di seberang cafe.


"Mana ada mas mau menemui dia lagi, mas tahu kalau dia wanita licik, mas sangat membenci nya." Ucap mas Bagas dengan wajah marah nya.


"Jangan-jangan wanita murahan ini yang sengaja mengikuti kamu Gas." Ucap mamah Elsa.


"Oh, jadi kamu sengaja ya ngikutin kemana pun suami saya pergi, dasar pe la cur." Teriak Elena.


"Hai kamu, jaga ucapan kamu." Teriak mbak Ratih yang ingin membela ku.


"Siapa kamu, kamu hanya orang luar jadi kamu tidak berhak ikut campur." Ucap mamah Elena.

__ADS_1


"Saya teman nya dia dan asal kalian tahu dia itu_."


"Mbak sudah cukup, jangan di ladeni biarkan saja, anggap saja mereka an ji ng yang lagi menggonggong." Aku tidak mau mbak Ratih ikut di hina dan di maki, karena bagaimana pun mereka hanya berurusan dengan ku dan aku tidak mau orang lain ikut di maki.


"Tapi sikap mereka sudah keterlaluan sama kamu."


"Sudah biasa mbak, aku sudah biasa di perlakukan seperti ini bahkan lebih dari ini." Ucap ku sambil menatap mbak Ratih.


Mbak Ratih menatap ku dengan penuh tanya, tapi itu hanya sebentar karena suara dari mereka membuat kita berdua mengalihkan pandangan.


"Kamu di bayar berapa untuk membela wanita mu ra han ini?" Tanya Elena dengan tatapan sinis nya.


"Mana mampu dia membayar orang, untuk biaya hidup nya saja dia harus menjadi wanita mu ra han, makanya suka menggoda laki orang." Ucapan mamah Elsa dan Elena membuat darah ku naik ke ubun-ubun.


"Saya tanya kepada kalian, yang wanita mu ra han itu siapa? Yang merebut laki nya orang itu siapa? Jadi seharusnya kalian bertiga itu ngaca di depan cermin yang besar, kalau kalian tidak punya cermin yang besar, mari ikut ke tempat kerja ku, di sana ruangan bos ku seluruh nya cermin." Ucap ku yang kesal dengan mereka.


"Ya pasti nya mah, coba mamah pikir, dia ini kelulusan dari mana coba, masa iya dia bisa langsung bekerja di suatu perusahaan kalau tidak merayu bos nya itu." Ucap Elena.


"Ya dan pasti nya wanita mana yang bisa menjadi istri seorang direktur kalau dia tidak merayu nya dengan tidur di atas ranjang secara gratis." Ucap ku sambil menatap mereka bertiga.


"Jaga mulut kamu." Teriak Elena


"Justru kamu yang harus menjaga mulut kamu, dengan mudah nya kamu menyerahkan barang berharga kamu kepada laki-laki yang sudah punya istri, jadi di sini siapa yang mu ra han?" Ucap ku sambil menatap mereka bertiga.


Elena hanya diam karena mungkin dia merasa kalau dia lah yang sudah merebut mas Bagas dari hidup ku.

__ADS_1


Aku pun melanjutkan ucapan ku, "Siapa yang pantas di sebut sebagai wanita mu ra han? dan kamu sebagai laki-laki hanya sebatas fisk saja yang kamu lihat, kamu hanya menyukai wanita seksi dan cantik, kamu tidak menghargai wanita sama sekali, kamu malah datang kepada ku dan merayu ku dan bilang kalau istri kamu sekarang gendut dan tidak menggairahkan, dan dengan mudah nya kamu bilang kalau kamu mencintai aku dan membujuk aku agar mau kembali menjadi istri kamu, asal kamu tahu tuan Bagas, mungkin dulu aku memuja dan bahkan mencintai kamu, tapi setelah melihat perilaku dan perlakuan kamu, semua rasa yang ada di dalam hati ku hilang, musnah dan hancur seiring dengan pengkhianatan mu."


Mas Bagas terdiam dan masih menatap ku, mbak Ratih hanya memperhatikan dan mungkin mencerna semua ucapan yang keluar dari mulut ku, aku tidak perduli lagi kalau semua orang tahu dengan kisah ku termasuk dengan mbak Ratih sendiri.


"Harus nya kamu juga sadar diri kenapa Bagas melakukan itu semua, dulu kamu itu hanya seorang wanita gendut dan jelek yang di jodohkan oleh almarhum kakek nya Bagas." Ucap mamah Elsa.


"Almarhum kakek? jadi kakek sudah meningal?" Aku kaget dengan ucapan dari mamah Elsa.


"Ya dia sudah meninggal dan sekarang tidak ada lagi yang akan membela kamu." Ucap mamah Elsa.


Aku sedih mendengar kakek sudah tiada, aku belum sempat menjelaskan fitnah yang mereka tujukan kepada ku.


"Yol, kita pulang saja, biar mbak yang antar kamu pulang." Ucap mbak Ratih yang sudah mau memanggil namaku saja.


"Pulang? Asal kamu tahu mbak Ratih, dia ini selalu nginap di hotel dengan para pria, anda jangan tertipu dengan penampilan nya." Ucap mas Bagas yang tidak henti nya menghina ku.


"Anda jangan asal bicara pak Bagas, anda belum tahu siapa dia, dia ini_" Ratih menghentikan kalimat nya ketika dia teringat dengan ucapan Ricard kalau dirinya harus menyembunyikan status Ricard.


"Dia apa? Dia yang wanita licik? Atau dia yang wanita mu ra han?" Tanya mas Bagas membuat aku emosi kembali.


"Jaga mulut kamu ya mas, kamu jangan asal bicara, apa beda nya aku dengan kamu yang sudah berani membawa perempuan ke dalam kamar dan melakukan hubungan suami istri, kamu jangan hanya bilang kalau aku wanita murahan tapi justru kamu laki-laki murahan yg tidak punya harga diri,hanya pria yang berselingkuh lah yang bisa di sebut pria yang tidak punya harga diri" Entah ada dorongan dari mana aku bisa mengucapkan kalimat seperti itu


"Brengsek kamu wanita mu ra han." Teriak mas Bagas sambil melayangkan tangan nya dan hampir mengenai pipi ku.


Aku memejamkan ke dua mata ku karena aku sangat takut dengan tamparan nya.

__ADS_1


"Jangan pernah menyakiti nya lagi, dan jangan berani menyentuh nya." Teriak seorang pria membuat aku membuka ke dua mata ku.


Aku langsung melihat ke arah nya, aku sangat terharu karena orang-orang di sekitar ku selalu menjaga ku.


__ADS_2