Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Menghapus Jejak


__ADS_3

Di kamar yang di tempati Bagas sedang bertempur sampai Bagas benar-benar terkuras tenaga nya, Bagas terus menikmati percintaan nya yang dia kira dia bercinta dengan Yola.


Bagas terus mencari kepuasaan tanpa di sadari kalau perbuatan nya sedang di rekam.


Sementara di kamar Bagas sedang berlomba mengeluarkan keringat, beda lagi dengan di kamar yang di tempat Ricard dan Yola.


Ricard sedang berusaha untuk menghapus semua jejak dari Bagas, setiap kulit Yola dia cium tanpa ada yang dia lewat kan.


"Sana sekarang kamu mandi dan ganti baju nya." Ucap Ricard setelah dirinya merasa puas menghapus nya.


"Kalau aku ganti baju nanti mas Bagas curiga dong mas, aku mandi saja ya tapi baju nya pakai yang itu lagi, aku janji aku akan langsung membuang nya." Aku mencoba merayu mas Ricard karena aku takut banyak pertanyaan dari mas Bagas hingga membuat balas dendam ku gagal.


"Ya sudah, tapi besok kamu harus membuang nya langsung." Ucap mas Ricard dengan sedikit kesal.


"Iya sayang nya aku." Aku mencium pipi nya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku yang menurut mas Ricard banyak jejak dari mas Bagas.


Tubuhku kini sudah segar dan wangi aku memakai kembali baju ku yang pertama karena aku ngga mau banyak pertanyaan dari mas Bagas.


Mas Ricard menunggu ku sambil duduk di atas tempat tidur dengan kedua mata nya menatap tanpa berkedip ke layar ponsel.


"Mas kamu lihat apaan sih, sampai aku keluar dari kamar mandi pun tidak mendengar nya." Ucap ku lalu duduk di samping nya.


Rambutku yang basah aku tutupi dengan handuk agar air yang turun dari rambut tidak membasahi baju ku.


"Lagi lihat siaran langsung, ternyata wanita itu kuat juga ya." Ucap mas Ricard.


Aku yang penasaran pun melihat ke layar ponsel nya mas Ricard, nampak di sana ada adegan ranjang yang sedang di lakukan mas Bagas dengan wanita yang di bawa mas Ricard.

__ADS_1


"Mas, matiin ih geli tahu melihat nya, ngapain juga mas lihat adegan-adegan seperti itu." Ucap ku yang baru pertama kali nya melihat adegan ranjang sepanas itu, biasanya aku hanya melihat adegan ciuman lalu adegan ranjang yang di sensor di film.


"Entah apa yang akan terjadi jika mas tidak membawa wanita itu, mas akan hancur karena kamu pasti akan kembali kepada dia setelah kalian tidur bersama." Ucap mas Ricard sambil menyimpan ponsel nya.


Benar yang di ucapkan mas Ricard, aku sempat terbuai dengan segala sentuhan nya mas Bagas, dimana sentuhan nya itu baru pertama kali aku merasakan nya dari diri mas Bagas, karena semenjak menikah jangankan untuk di sentuh seperti tadi, duduk di samping nya saja tidak karena mas Bagas merasa jijik dengan ku.


"Siapa wanita itu mas? Kenapa mas bisa bersama dia?" Tanya ku penasaran.


"Dia adalah wanita bayaran yang sengaja mas bayar untuk malam ini, karena firasat mas ngga enak ketika melihat tatapan dan senyuman Bagas sama kamu, dia itu seperti ingin menjerat kamu agar kamu kembali kepada nya, dan mas ngga mau itu terjadi karena mas sangat mencintai kamu." Ucap mas Ricard lalu mencium bibir ku kembali.


"Terima kasih mas atas semua pengorbananmu, pasti kamu mengeluarkan banyak uang lagi untuk membayar wanita itu." Ucap ku setelah melepaskan ciuman nya.


"Uang bisa di cari, tapi wanita seperti kamu susah di cari dan tiada dua nya."


Aku menatap kedua mata mas Ricard, malam ini dia terlihat sangat tampan sekali, aku mengambil topi nya lalu memakai kan ke kepala mas Ricard.


"Aku suka mas pakai topi sama kaca mata seperti tadi, mas terlihat cool dan lebih tampan." Ucap ku sambil menatap mas Ricard yang sudah memakai topi dan kaca mata nya.


Mas Ricard kembali meraup bibir ku seolah-olah dia tidak mau melepaskan nya, kita bertukar saliva dan saling me lu mat hingga bajuku kembali terlepas dari tubuh ku.


"Mas stop, sekarang bukan waktu nya kita untuk melakukan semua ini, dan aku tidak mau melakukan nya sebelum kita halal." Aku sedikit mendorong tubuh mas Ricard lalu aku memakai kan kembali baju ku.


Mas Ricard terlihat sangat gelisah lalu pergi ke kamar mandi, mungkin mas Ricard sudah ngga kuat.


"Mas mau kemana?" Tanya ku begitu melihat mas Ricard berdiri.


"Ke kamar mandi, mau menyelesaikan adik kecilku." Teriak mas Ricard sambil menutup pintu kamar mandi nya.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum melihat kelakuan mas Ricard, aku melirik ke arah ponsel mas Ricard yang dia simpan di atas tempat tidur dengan keadaan yang masih menyala.


Aku meraih ponsel nya dan aku melihat video yang sedang berlangsung di ponsel nya.


Aku melihat mas Bagas dan wanita itu sedang bercinta dengan berbagai gaya hingga membuat tubuh ku meremang seketika.


Sebagai wanita normal aku juga ingin merasakan seperti yang mas Bagas dan wanita itu lakukan, tapi aku masih sadar dan masih bisa menahan nya.


Terlihat mas Bagas terkulai lemas sedangkan wanita itu hanya diam saja di samping nya mas Bagas.


Terlihat wanita itu melirik ke arah mas Bagas yang seperti nya sudah tertidur dengan lelap nya.


Wanita itu turun dari tempat tidur dan memakai kembali pakaian nya.


"Sayang, kamu lagi lihat apa? Serius amat sampai mas ada di sini saja kamu tidak menyadari nya." Ucap mas Ricard yang sudah berdiri di samping ku.


"Mas, mereka seperti nya sudah selesai, wanita itu sudah memakai kembali pakaian nya, aku harus pergi ke sana takut nya mas Bagas terbangun." Ucap ku.


"Kamu tidur di sini saja lah sayang, aku ngga rela kamu tidur di samping nya." mode posesif nya mulai.


"Mas, kalau aku tidur di sini yang ada nanti mas Bagas curiga, sabar saja dulu ya sayang, aku janji setelah dendam ini selesai kita akan menikah."


"Baiklah, tapi awas saja kalau kamu macam-macam sama dia."


"Mau macam-macam bagaimana sedangkan mas menyimpan kamera di kamar itu, yang ada mas yang jangan macam-macam dengan wanita itu." Ucap ku sambil cemberut.


"Ngga usah cemberut gitu dong sayang, aku ngga bakal melakukan nya dengan siapa pun, aku hanya akan menjadi milik kamu satu-satu nya."

__ADS_1


Terdengar suara pintu kamar di ketuk, mas Ricard langsung membuka nya.


"Tugas sudah selesai bos, aku sudah membuat dia terkapar dan tidak berdaya." Ucap wanita itu sambil menghembuskan asap rokok dari mulut nya.


__ADS_2