Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Cantik


__ADS_3

Hampir tengah malam Leo dan Ricard memutuskan untuk menyudahi pembicaraan nya.


"Sudah lah sekarang kita istirahat saja, kasihan juga mereka lama menunggu kita." Ucap Ricard sambil melihat ke arah jam yang ada di ruangan Leo.


"Baiklah bos, besok saya akan mempersiapkan semua nya.


Leo dan Ricard pun keluar ruangan dan menghampiri ruang keluarga.


"Mereka kemana?" Tanya Ricard sambil melihat ke arah sekitar.


"Paling mereka sudah tidur." Jawab Leo sambil melangkah kan kaki nya menuju kamar Yola.


"Kamu mau kemana?" Tanya Ricard.


"Mau lihat mereka, ada ngga di dalam kamar, takut nya mereka pergi dari rumah ini." Jawab Leo.


"Bener juga apa yang di ucapkan Leo." Gumam bathin Ricard lalu mengikuti gerak langkah Leo.


Perlahan Leo membuka pintu kamar Yola, terlihat dua wanita cantik sedang tertidur dengan lelap nya.


Ricard dan Leo menghampiri mereka berdua dan berdiri di samping pasangan nya masng-masing.


"Cantik, tidur yang nyenyak sayang." Ucap Ricard sambil mengusap kepalaku.


******


Pagi hari aku terbangun, rupanya Lea juga sudah terbangun dan sedang berada di kamar mandi.


"Sayang sudah bangun belum." Terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Aku turun dari tempat tidur dan membuka pintu nya, terlihat Ricard sudah rapih dan terlihat sangat tampan.


"Pagi sayang.'


"Pagi." ucap ku dengan wajah yang masih dengan ciri khas bangun tidur.


"Kamu sangat cantik saat bangun tidur seperti ini."


"Stop jangan meledek, aku masih muka bantal." Aku malu karena aku masih berpenampilan seperti ini sedangkan Ricard sudah rapih dan wangi.

__ADS_1


"Aku jujur sayang, aku sangat suka sekali melihat kamu di saat bangun tidur seperti ini."


"Sudah ah, masih pagi sudah menggombal." Aku merasakan wajah ku sedikit panas mendengar Ricard memuji ku.


"Aku kesini mau memberikan ini, hari ini kamu sudah mulai bisa masuk kerja, nanti aku yang akan mengantar nya." Ucap Ricard sambil memberikan paper bag yang dia pegang dari tadi.


"Serius? Secepat ini?" Aku kaget dengan yang diucapkan Ricard, aku ngga nyangka kalau aku akan langsung bisa bekerja dengan posisi yang bagus.


Kulihat Ricard mengangguk sambil tersenyum, karena rasa bahagia dan tidak kuat melihat senyuman nya, tanpa sadar aku mencium bibir nya.


"Terima kasih sayang." Ucap ku setelah aku menjauhkan wajah ku dari wajah Ricard.


"Barusan tanda terima kasih karena aku sudah memberi kamu kerjaan kan? Sekarang aku minta tanda terima kasih karena aku sudah menyiapkan semua ini."


"Oh, jadi kamu ngga ikhlas." Aku sedikit kesal karena Ricard seperti ngga ikhlas membantu aku.


"Bukan ngga ikhlas, tapi barusan kamu mendadak memberikan ciuman nya, jadi aku belum siap dan tidak merasakan nya, aku ingin merasakan nya dengan sepenuh hati." Ucap Ricard sambil menarik perlahan tengkuk ku.


Ricard menatap ku dengan penuh rasa cinta hingga membuat aku sedikit terpana hingga aku memejamkan kedua mata ku.


Terasa hangat bibir Ricard di pagi yang dingin ini, tubuh ku terasa dialiri oleh tegangan tinggi hingga membuat panas seluruh tubuh ku.


Setiap sentuhan yang di berikan Ricard, selalu membuat aku lupa diri.


"Ekhem, maaf saya kira mbak masih tidur." Ucap Lea yang memergoki aku sedang bercumbu dengan mas Ricard.


Aku dan mas Ricard kaget hingga kita berdua langsung menjauhkan wajah kita masing-masing.


"Maaf Lea saya hanya mau memberikan baju untuk Yola, kalau begitu aku tunggu di ruang makan." Aku mengangguk pelan.


"Mbak, serius ya dengan pak_ eh Ricard?" Tanya Lea.


"Kak, kenapa dari kemarin aku dengar kakak selalu memanggil Ricard dengan panggilan pak?" Aku sedikit curiga karena dari kemarin aku dengar Lea memanggil Ricard dengan panggilan pak.


"Berasa gimana ya aku di panggil kakak sama mbak." Ucap Lea sambil tersenyum.


"Sudah jangan banyak protes, lagian kan kita juga sudah sepakat semalam akan merubah panggilan kita, sekarang jawab pertanyaanku."


"Masih ingat saja itu pertanyaan, mungkin karena aku sering manggil Kak Leo dengan panggilan pak jadi kebawa sama Ricard, maklum aku belum terbiasa." Ucap Lea beralasan.

__ADS_1


"Ampun dah ini bibir ngga bisa diajak kompromi banget." Gumam bathin Lea.


Aku mengangguk dengan jawaban yang masuk akal dari Lea.


"Ya sudah aku mau mandi dulu, soalnya aku hari ini mulai masuk kerja."


"Mbak, eh ah belibet kan bibir ku jadi nya." Ucap Lea sambil menepuk pelan bibir nya membuat aku tersenyum melihat nya.


"Aku tahu pasti kakak nanya aku kerja di mana? Iya kan?" Lea mengangguk.


"Aku kerja perusahaan teman nya mas Ricard, dan kakak tahu ngga kak, aku di jadikan nya sebagai sekertaris."


"Wah, keren banget, selamat ya Yol, duh ngga enak banget aku manggil cuma nama aja, aku panggil mbak saja ya." Lea masih risih dengan panggilan nya kepada ku.


"Terserah kakak saja lah, ya sudha aku mau mandi dulu takut kesiangan."


Aku langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa mendengar teriakan Lea lagi.


"Tapi pertanyaan aku belum di jawab mbak."Teriak Lea.


Aku membersihkan tubuh ku dengan perasaan yang bahagia, mulai saat ini aku akan merubah hidup ku, dan ini awal yang baik untuk merubah nya.


Ricard memang pria yang sangat memperhatikan pasangan nya, dia membelikan baju untuk ku selalu pas ditubuh ku.


Aku sedikit merias wajah ku dan mengikat rambut panjang ku agar terkesan rapih.


Setelah aku merasa sudah cukup dengan penampilanku ini, aku turun ke bawah dan menuju ruang makan, Lea sudah tidak ada di kamar, kemungkinan besar Lea sudah berada di ruang makan.


Aku masuk ke ruang makan, terlihat mereka bertiga menatap ku tanpa berkedip.


"Kakak cantik banget." Ucap Lea.


"Kamu cantik banget." Ucap kak Leo


"Cantik sekali kamu sayang." Ucap Ricard sambil berdiri dan menggeser kursi untuk ku.


"Terima kasih mas." Aku duduk di samping mas Ricard.


"Aku tidak suka kamu mengikat rambut kamu ke kantor, dan jangan pernah sekali-sekali kamu memperlihatkan leher putih mu kepada semua orang, hanya aku yang boleh melihat nya." Ucap mas Ricard sambil menarik ikat rambut ku hingga rambut ku kini tergerai menutupi bagian leher.

__ADS_1


Aku hanya diam, ada sedikit rasa kesal karena rambut yang dengan susah payah aku mengikat nya biar rapih kini di hancurkan oleh mas Ricard, tanpa banyak bicara aku mengambil sarapan dan menikmati nya.


Aku lihat Kak Leo dan kak Lea tersenyum melihat kelakuan ku.


__ADS_2