Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Sakit Hati


__ADS_3

[ Pov Bagas ]


Setelah membersihkan tubuh nya Bagas kembali memakai pakaian nya, sebelum dirinya benar-benar meninggalkan kamar itu Bagas melirik sebentar ke arah kasur bekas semalam dirinya bercinta dengan Yola.


Bibir nya menyunggingkan sebuah senyuman, "Akhir nya kamu akan kembali menjadi milik ku Yola, kamu memang wanita hebat yang bisa membuat aku tidak berdaya." Gumam Bagas lalu keluar dari kamar nya.


Sepanjang perjalanan menuju pulang ke rumah nya bibir Bagas tidak berhenti tersenyum, pikiran nya terus membayangkan pergulatan semalam dengan Yola hingga tanpa dia sadari mobil sudah masuk ke pekarangan rumah nya.


Bagas langsung ke luar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Begitu masuk dia berpapasan dengan istri nya yang sedang berjalan membawa koper.


"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya Bagas sambil menatap ke arah koper.


"Apa mas masih perduli dengan aku? Kemana mas semalam ngga pulang?" Tanya Elena dengan tatapan tajam nya.


Kedua mata Elena sembab karena semalaman dia menangis dengan perlakuan suaminya.


"Mas, itu mas, em, ya, mas lembur semalam, di kantor lagi banyak kerjaan jadi mas menyelesaikan nya semalaman." Jawab Bagas mencari alasan.


"Mas jangan bohong, sekarang katakan sejujur nya mas kemana?" Sekali lagi Elena bertanya dengan harapan Bagas mau jujur.


"Bukan kah mas sudah mengatakan nya barusan, apa kamu sekarang kamu tuli." Teriak Bagas.


Elena yang menahan emosi dari semalam akhir nya sekarang bisa dia keluarkan, sedangkan Bagas yang tidak mau di salahkan berusaha membela diri sehingga pertengkaran diantara mereka semakin memanas.


"Ya aku mau nya tuli dan buta, untuk apa aku bisa mendengar kalau hanya untuk mendengar ******* suami ku dengan wanita lain dan untuk apa aku bisa melihat kalau kedua mata ini hanya untuk melihat kamu berhubungan badan dengan seorang wanita, sekarang katakan siapa wanita itu, siapa mas." Teriak Elena sambil kembali mengeluarkan air mata nya.


"Jangan bicara sembarangan kamu, aku ini kerja banting tulang hanya untuk kamu dan sekarang kamu menuduh ku tanpa ada nya bukti." Teriak Bagas dengan nada tinggi nya.

__ADS_1


"Bukti? Mas mau bukti?" Ucap Elena sambil membuka ponsel dan mencari poto serta video yang dikirim Yola termasuk video yang baru saja dia terima.


Video terakhir yang di kirim adalah video pergulatan Bagas dengan wanita bayaran itu, tapi Ricard sudah mengedit nya sehingga wajah wanita tersebut tidak terlihat.


"Apa ini sudah cukup untuk di jadikan sebagai bukti? Apa mas mau mengelak nya lagi? Kamu jahat mas, kamu jahat." Tak henti-henti nya Elena berteriak sambil menangis.


Bagas kaget karena ternyata Yola sudah merekam percintaan mereka dan mengirimkan nya kepada Elena.


"Jadi Yola merekam percintaan semalam, rupanya dia ingin mengoleksi nya, kenapa kamu ngga bilang terus terang saja sayang kalau mau di rekam, baiklah nanti aku minta hasil rekaman nya agar aku bisa melihat nya kembali ke ganasan kamu semalam." Gumam bathin Bagas.


"Yang ada di poto dan video ini memang aku, dan aku ingin menikahi nya setelah kamu melahirkan, jadi bersiap-siap lah setelah melahirkan aku akan menceraikan kamu." Ucap Bagas dengan sangat jelas di dengar oleh telinga Elena.


"Kamu jahat mas, kamu tega, kurang apa aku sama kamu, selama ini aku selalu melakukan yang terbaik buat kamu." Sakit hati Elena mendengar ucapan dari suami nya.


"Aku sekarang sudah tidak tertarik lagi sama kamu, lihat badan kamu sekarang, gemuk tidak terurus, kalau bercinta kamu cepat lelah, apa salah aku mencari yang lebih seksi dan kuat?"


"Bodi ku seperti ini juga karena kamu mas, karena ada anak kita di dalam perut ku." Elena sungguh tidak percaya dengan semua yang di katakan Bagas atas dirinya.


Elena terduduk di sofa sambil menangis, sakit hati nya mendengar penghinaan dari suami tercinta nya.


"Kamu Jahat mas, kamu jahat, argh." Teriak Elena lalu menangis sejadi-jadi nya.


"Tidak, aku tidak boleh kalah, aku tidak boleh menyerah, aku akan tetap berada di samping mas Bagas, tidak akan aku biarkan pelakor itu masuk ke dalam rumah ini, aku tidak akan membiarkan pelakor itu menguasai semua nya." Gumam Elena sambil menghapus air mata nya.


Untuk beberapa menit Elena terus mencurahkan nya lewat tangisan sampai dirinya tenang.


Elena baru sadar kalau ponsel nya masih ada di tangan suami nya, dengan perasaan yang malas Elena masuk ke dalam kamar.


Terlihat suaminya sedang tersenyum sambil menatap ponsel nya.

__ADS_1


"Mas, aku mau ambil ponsel ku." Ucap Elena yang kini sudah berdiri di samping Bagas.


Bagas hanya melirik lalu memberikan ponsel Elena, video percintaan yang di kirim Yola sudah dia kirim ke ponsel pribadi nya, hingga dia bisa melihat nya kapan saja.


"Mas tidak berangkat ke kantor?" Tanya Elena berusaha tegar dan melayani suami nya.


"Mas masih capek." Jawab Bagas dengan nada datar.


"Ya sudah kalau begitu mas istirahat saja, aku akan memasak kan makanan buat mas." Ucap Elena lalu pergi menuju dapur untuk membuat makanan.


 Bagas merasa sedikit aneh dengan sikap Elena, tapi itu hanya sebentar saja karena setelah itu Bagas kembali mas bodo.


Bagas membuka kembali video percintaan nya dengan Yola semalam, dengan serius dia melihat nya hingga bayang-bayang semalam menari-nari di pikiran nya hingga adik nya kembali tegang dan berdiri.


"****, kenapa harus tegang lagi, seperti nya nanti malam aku harus bertemu dengan Yola kembali." Gumam Bagas lalu menghubungi no ponsel Yola.


Beberapa kali Bagas menghubungi nya tapi lagi-lagi hanya suara operator yang menjawab nya.


Wangi masakan membuat Bagas merasakan lapar di perut nya, Bagas beranjak dari kamar nya menuju dapur.


Terlihat Elena yang sedang menata makanan di atas meja dengan pakaian yang sangat seksi.


Elena sengaja memakai pakaian seksi nya agar Bagas tidak lagi pergi menemui wanita nya itu.


Walaupun perut nya buncit, Elena tidak perduli yang penting dia sudah berusaha.


Bagas yang memang hasrat nya sedang naik karena melihat dan membayangkan percintaan nya dengan Yola langsung memeluk Elena dari belakang.


"Mas, ayo makan dulu." Ucap Elena, tapi Bagas tidak memperdulikan nya dan terus mengeksplor tubuh Elena hingga mereka pun melakukan nya di dapur dengan tangan Elena bertumpu kepada meja makan.

__ADS_1


Dengan sesak di dada nya Elena berusaha melayani Bagas sebaik mungkin, hingga dirinya mendengar nama yang familiar di dalam hidup nya keluar dari bibir Bagas.


"Ah, Yola sayang."


__ADS_2