Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Membalas nya


__ADS_3

Aku ngga fokus dengan apa yang di ucapkan oleh mas Bagas, aku hanya diam dan menurut saja dengan apa yang diucapkan oleh mas Bagas.


Hingga tanpa sadar aku suah berada di depan sebuah hotel.


"Lo mas, kok kita kesini?" Aku bertanya dengan wajah kaget ku.


"Dari tadi kita sudah muter-muter, mas tanya alamat rumah kamu ngga di jawab, mas mengusulkan kita tidur di hotel kamu mengangguk jadi mas kesini saja."


"Mampus, sekarang aku bingung harus bagaimana, aku menatap hotel yang ada di hadapan ku ini, tanpa sengaja aku melihat sosok mas Ricard dengan perempuan itu sedang berjalan melewati mobil mas Bagas dan masuk ke dalam hotel.


"Jadi kamu membawa wanita itu ke hotel juga, baiklah mas, semua ini kamu yang memulai nya." Gumam ku di dalam hati.


Dengan perasaan yang tidak menentu, hati yang panas dan juga pikiran yang sedang kalut membuat aku lupa semua nya, yang ada di pikiran aku hanya ingin membalas sikap mas Ricard saja.


Aku terus mengikuti langkah mas Bagas hingga kini sudah berada di dalam kamar hotel.


"Lo mas, kenapa kamu ada di sini juga?" Tanyaku setelah aku sadar.


"Kamar nya penuh dan hanya ada satu kamar ini saja yang kosong, sudah lah kita tidur bersama malam ini, aku janji aku ngga bakal ngapa-ngapain kamu." Ucap mas Bagas sambil membuka jas dan sepatu nya.


"Aku ngga bawa baju ganti mas, masa aku tidur pakai baju kerja seperti ini."


"Kalau kamu merasa ngga nyaman dengan baju kerja yang kamu pakai, kamu bisa membuka nya dan tidur lah tanpa memakai baju."


"Apa! Tidak, aku tidak mau." Aku berteriak karena kaget dengan apa yang di ucapkan mas Bagas.


Bagaimana aku bisa membuka bajuku di depan mas Bagas, sementara aku ini masih perawan dan tidak biasa tidur tidak memakai baju.


"Sudah lah sayang, aku ngga bakal ngapa-ngapain kamu kok, aku akan menunggu nya sampai kamu sudah menjadi milikku seutuh nya." Ucap mas Bagas sambil memeluk ku dari belakang hingga hembusan nafas nya menyentuh kulit leher ku.


Aku terdiam merasakan tubuh ku sedikit merinding, seketika aku mengingat mas Ricard yang berada di hotel yang sama membuat aku ingin membalas nya.


Terasa benda kenyal menyentuh kulit leher ku hingga membuat aku memejamkan kedua mata ku.


Mas Bagas mengabsen leherku dengan bibir nya lalu berpindah ke bibir ku.

__ADS_1


Aku merasa terpancing dengan semua perlakuan mas Bagas hingga aku membalas ciuman nya.


Aku mengambil ponsel dari dalam tas kerja ku, lalu ku nyalakan mode video dan mengarahkan nya kepada aku dan mas Bagas yang sedang bercumbu dengan panas nya.


Setelah aku mendapatkan video nya langsung aku kirim ke no Elena dan menyimpan nya kembali ke dalam tas ku.


Aku melepaskan ciuman dan menjauhkan bibir ku dari bibir mas Bagas.


"Sayang, boleh kan aku melakukan nya sekarang, aku janji aku akan menikahi kamu dan menceraikan Elena, aku sudah ngga tahan." Ucap mas Bagas dengan mata yang sudah berkabut nafsu.


"Baiklah mas, tapi kamu janji harus menikahi ku."


Mas Bagas langsung membuka semua yang menempel pada tubuh nya dan hanya menyisakan ****** ***** nya saja.


Terlihat adik kecil nya sudah menonjol dan ingin keluar dari sarang nya, baru pertama kali ini aku melihat barang pribadi milik pria.


"Tapi mas."


"Kenapa sayang? Ayolah buka baju kamu, atau aku yang akan membuka nya, aku sudah ngga tahan ini." Ucap mas Bagas lalu mencium leher ku kembali.


"Baiklah sayang, apapun yang kamu mau akan mas turuti."


Mas Bagas mau mematikan lampu nya tapi aku mencegah nya.


Mas tunggu saja di tempat tidur biar aku yang mematikan nya nanti, sekarang aku mau ke toilet dulu." Ucap ku sambil mengerlingkan sebelah mata ku membuat mas Bagas tersenyum lebar.


"Baiklah sayang, jangan lama-lama."


Aku hanya tersenyum lalu masuk ke dalam kamar mandi.


******


[ Pov Elena ]


Dengan perasaan gelisah Elena menunggu suami nya pulang, dia sudah terlihat cantik dan seksi dengan perut buncit nya untuk menyambut kedatangan suami nya.

__ADS_1


"Mas, kenapa kamu belum pulang." Gumam Elena lalu menghubungi no Bagas.


Elena terus menghubungi no Bagas tapi lagi-lagi suara operator yang terdengar.


"Kenapa kamu mematikan ponsel mu mas, sejak aku mengenal kamu baru kali ini sikap kamu berubah, dan baru kali ini juga kamu mematikan ponsel kamu." Elena terus bergumam sambil menatap ponsel nya.


Terdengar suara pesan masuk membuat Elena semangat membuka nya dan berpikiran kalau yang memberikan nya pesan adalah Bagas.


Tanpa melihat siapa yang ngirim pesan, Elena langsung membuka chat nya.


"Apa! Kamu sedang makan dengan siapa mas? Siapa wanita ini?" Elena kaget ketika dirinya membuka pesan ternyata sebuah poto dimana suami nya lagi makan malam berdua dengan seorang wanita cantik.


Elena mencoba menghubungi no si pengirim dengan maksud ingin bertanya tentang suami nya, tapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Apa karena wanita ini mas sekarang berubah? Dan lupa pulang." Gumam Elena sambil terus menatap wajah Yola.


Sesak dada Elena melihat suami nya sedang makan berdua dengan seorang wanita, apalagi terlihat senyuman suami nya seperti sangat bahagia sekali.


"Kamu tega mas, kamu jahat." Teriak Elena sambil menangis.


Elena terus menatap poto Bagas dan Yola sambil mengusap air mata nya.


"Seperti nya aku mengenali nya, tapi siapa? Aku ngga asing dengan wajah nya, tapi aku juga ngga bisa mengingat nya siapa dia." Elena terus bergelut dengan pikiran nya.


Elena kembali menghubungi no Bagas tapi tetap saja tidak ada jawaban hingga Elena lelah dan melupakan nya.


Elena menatap langit-langit kamar nya dengan segala berbagai pikiran tentang suami nya di luaran sana hingga terdengar suara pesan masuk.


Elena membuka nya dan berharap pesan dari suami nya, tapi Elena harus menelan kekecewaan kembali karena ternyata itu pesan dari no yang sama yang mengirim nya sebuah poto.


Elena memutar video yang di kirim Yola hingga selesai, Elena menangis, dia ngga kuat melihat nya, jantung nya berdebar hati nya panas, dan hati nya sangat sakit melihat suaminya sedang bercumbu dengan seorang wanita.


"Kamu jahat mas, kamu jahat." Teriak Elena sambil memukul-mukul kasur dengan sangat keras.


Elena menangis dan berteriak karena merasa sakit hati dan sangat marah dengan suami nya.

__ADS_1


Elena menghubungi no Yola tapi tetap tidak ada respon sama sekali hingga membuat Elena hanya bisa menangis malam itu.


__ADS_2