Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Menunggu Waktu Yang Tepat


__ADS_3

Sesekali aku melirik ke arah kaca spion untuk melihat kalau mas Ricard ada d belakang ku.


"Maafkan aku ya mas, aku melakukan semua ini hanya untuk membalas kan dendam ku kepada mereka." Gumam ku di dalam hati.


"Kamu tinggal sama siapa sekarang?" Tanya mas Bagas membuyarkan lamunan ku.


"Sendiri mas kenapa?" Tanya ku sambil menatap nya.


"Boleh dong sesekali mas menginap di rumah mu." Ucap nya dengan wajah mesum nya.


"Kita bukan siapa-siapa lagi mas, jadi ngga baik kalau mas nginap di rumah ku." Aku mengelak nya.


"Kan sebentar lagi kamu akan menjadi istri ku kembali sayang." Ucap nya sambil menyentuh paha ku.


Andai saja aku ngga ingat dnegan balas dendam ini, sudah ku pukul dia.


"Tapi kan sekarang belum." Aku terus menghindari permintaan dari mas Bagas.


"Kamu ngga usah takut sayang, semua nya akan baik-baik saja, aku sangat malas untuk pulang ke rumah, apalagi melihat bodi Elena yang sekarang, mending aku memandang kamu, kamu itu enak sekali dipandang apalagi di peluk, dan mas yakin kamu akan lebih hebat dari Elena dalam hal di atas ranjang."


Aku hanya terdiam dengan semua yang diucapkan oleh mas Bagas, yang ada di pikiran mas Bagas hanya kesenangan di atas tempat tidur saja.


"Mas, kita makan di sana aja ya? Aku ingin makan pecel." Ucap ku sambil menunjuk sebuah warung tenda dipinggir jalan, sekalian mengalihkan pembicaraan yang sudah menjurus tidak baik.


"Kamu mau makan di sana? Kenapa ngga makan di restoran saja."


"Ngga mas, aku ingin makan di sana, kalau mas ngga mau ngga apa-apa dan silahkan mas pulang duluan saja.


"Baiklah sayang, apa pun mau mu mas akan mengabulkan nya." Ucap mas Bagas lalu menghentikan mobil nya.


Sebelum mas Bagas membuka kan pintu nya aku langsung keluar dari mobil dan melirik ke arah belakang.


Terlihat mobil mas Ricard juga berhenti, ku lihat mas Ricard keluar dengan memakai kacamata hitam dan topi untuk mengelabui mas Bagas, karena bagaimana pun mas Bagas sudah mengetahui wajah mas Ricard.

__ADS_1


Mas Ricard menatap ku sambil tersenyum membuat hati ku meleleh.


Ah ingin sekali rasanya aku memeluk mas Ricard saat ini, dia begitu tampan dengan penampilan seperti itu dan aku sangat menyukai nya.


"Awas saja ya mas kalau kamu tebar-tebar pesona dengan wanita lain." Entah kenapa sekarang aku yang merasa takut akan kehilangan sosok mas Ricard, aku mengumpat dan mengancam di dalam hati dan aku ngga sadar kalau aku saja sekarang lagi jalan berdua dengan mantan suami ku, seharusnya nya yang cemburu itu mas Ricard bukan aku.


"Sayang ayo, katanya mau makan." Dengan panggilan sayang yang lembut mas Bagas memanggilku.


Aku menatap mas Bagas dan berpura-pura tersenyum lalu melangkah masuk ke warung tenda.


Aku duduk berhadapan dengan mas Bagas, sedangkan mas Ricard duduk di belakang ku hingga kita berdua saling membelakangi.


Mas Bagas memesan makanan dan minuman nya sedangkan aku hanya diam sambil merasakan sentuhan lembut di tangan ku.


Tangan mas Ricard menyentuh dan membelai tangan ku, kelima jari kita saling bertaut erat hingga aku tidak mau melepaskan nya.


"Ya Tuhan, berdosa kah aku? Berdosa kah dengan apa yang aku lakukan sekarang, di depan ku ada mantan suami ku, sedangkan di belakang ku adalah calon suami ku ke depan nya." Gumam ku di dalam hati.


Kami bertiga dengan posisi yang berbeda pun menikmati makan malam di warung tenda.


"Mas kita poto dulu yuk?"


"Dengan senang hati."


Mas Bagas sedikit mencondongkan tubuh nya ke depan agar kita berdua dekat dan muat di kamera nya.


"Bagus sekali, ya sudah ayo di makan mas." Ucap ku dengan bibir tersenyum, karena aku sudah berhasil mengirimkan nya ke ponsel Elena.


Mas Bagas dari tadi bicara dan terus memuji dan merayu aku tapi aku mengabaikan nya karena pikiran ku terus kepada mas Ricard yang sedang berada di belakang ku.


Terdengar suara mas Ricard sedang berbicara dengan seorang wanita hingga membuat aku refleks menoleh ke belakang.


"Hai." Sapa wanita itu.

__ADS_1


"Hai juga, bagaimana? Kamu siap malam ini?" Tanya mas Ricard.


"Asal sesuai saja."


"Kamu tenang saja, kalau semua nya berhasil dan sesuai rencana ku, aku akan memberikan tips yang banyak buat kamu." Ucap mas Ricard.


Mereka berdua bicara nya memang dengan nada pelan, tapi karena posisi ku yang tepat di belakang ku, sedikit demi sedikit aku bisa mendengar nya walaupun harus dengan sekuat tenaga telinga ini bekerja.


"Baiklah kalau begitu deal."


"Mereka ini lagi membicarakan apa sih, awas saja mas kalau kamu macam-macam, aku akan langsung menyuruh kakak untuk membunuh kamu." Gumam ku dalam hati.


"Sudah selesai makan nya sayang, yuk kita pulang nanti kemalaman lagi, oh iya mobil kamu simpan saja di sana, besok aku yang antar kamu ke kantor." Ucap mas Bagas.


Aku hanya mengangguk saja tanpa tahu apa yang sudah di ucapkan oleh mas Bagas, karena hati dan pikiran aku sedang tertuju kepada mas Ricard dan perempuan cantik di depan nya.


Sebelum aku melangkah kan kaki ku, aku melirik sebentar ke arah mas Ricard yang sedang tersenyum kepada wanita di depan nya.


Aku melihat wanita itu menatap penuh damba kepada mas Ricard.


Sakit hati ini, jantungku bergemuruh, ingin sekali aku mengguyur mereka berdua dengan minuman yang ada di meja, tapi aku masih sadar kalau di belakang ku ada mas Bagas.


"Ayo sayang." mas Bagas memeluk pinggangku dan membawa ku ke mobil nya.


Aku sudah duduk di dalam mobil mas Bagas, tapi kedua mata ini masih menatap ke warung tenda.


Terlihat mas Ricard keluar sambil memeluk pinggang wanita itu sambil tersenyum dengan mesra membuat hati ku benar-benar panas dan marah.


"Kamu tega mas, ternyata kamu mengizinkan aku untuk diantarkan pulang oleh mas Bagas karena kamu sudah ada janji dengan wanita lain." Gumam ku dengan air mata yang hampir saja keluar dan jatuh di pipi ku.


Mas Ricard lewat di hadapanku tanpa melirik sedikit pun kepada ku, hati wanita mana yang ngga sakit bila melihat orang yang di cintai nya jalan sama wanita lain.


Jujur aku sangat cemburu melihat nya, tapi aku masih sadar dan aku harus lebih bersabar lagi menunggu waktu yang tepat untuk membahas nya.

__ADS_1


__ADS_2