Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Ketakutan


__ADS_3

"Sekarang jelaskan kenapa kalian bisa sedekat ini? Apa kalian pacaran?" Aku bertanya kepada kak Leo dan Lea, saat ini kita sedang duduk berkumpul di ruang keluarga.


"Dia akan menjadi kakak ipar kamu." Jawab kak Leo.


"Apa! Jadi kalian_." Aku kaget mendengar nya, ternyata mereka sekarang sudah menjadi sepasang kekasih.


"Ya, kita sudah jadi sepasang kekasih, dan kakak ingin menjadikan Lea sebagai istri kakak." Ucap Leo sambil menggenggam tangan nya Lea.


"Selamat ya Le, kamu akan menjadi kakak ipar aku, ah apa yang kita impikan dari dulu ternyata terwujud ya." Aku dan Lea memimpikan kita akan menjadi saudara dan terus bersama-sama sampai kita tua.


"Iya mbak." Ucap Lea sambil memeluk ku.


"Mulai sekarang yang manggil kamu mbak itu aku, kan kamu mau menjadi kakak ipar ku."


"Tapi, aku sudah biasa dengan panggilan mbak."


"Nanti juga akan terbiasa kok."


"Kita ke ruang kerja dulu ya, kalian ngobrol saja dulu berdua di sini." Ucap Leo yang mengerti dengan kode dari Ricard.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama ya, takut kemalaman pulang nya." Ucap Lea.


"Sudah kalau kemalaman kamu nginap saja di sini, kita tidur bareng seperti dulu." Aku mengajak Lea untuk menginap.


"Benar yang di ucapkan Yola, kamu menginap saja di sini." Ucap kak Leo.

__ADS_1


"Ya sudah sayang, kamu tunggu di sini dulu ya." Ucap mas Ricard, aku mengangguk sambil tersenyum.


Kak Leo dan mas Ricard pergi ke ruangan kerja nya kak Leo dan ini kesempatan aku untuk bercerita dengan Lea.


"Sekarang cerita kenapa kamu bisa menjadi pacar nya kak Leo." Aku sangat penasaran dengan cerita Lea.


"Ngga, lebih baik mbak dulu yang cerita selama mbak di singapoera, terus sekarang kelihatan nya mbak dan pak eh dengan Ricard semakin dekat saja, apa kalian berdua juga sudah jadian?" Lea malah balik bertanya kepada ku.


Akhir nya aku dan Lea saling menceritakan apa yang sudah terjadi selama beberapa bulan ini.


[ Pov Ricard ]


"Kamu sudah berani bentak saya ya tadi, bahkan kamu akan memukul saya." Ucap Ricard yang kini sudah duduk di ruang kerja nya Leo.


"Sebegitu besar nya kah rasa sayang kamu kepada Yola?" Tanya Ricard.


"Ya, dan saya tidak mau ada yang menyakiti nya lagi."


"Saya janji di depan kamu saat ini, saya akan selalu menjaga dan mencintai Yola, saya sudah jatuh cinta kepada nya dari awal saya bertemu dengan nya."


"Baiklah saya pegang kata-kata bos hari ini." Ucap Leo yang di sertakan sebuah anggukan dari Ricard.


"Oh ya Leo, mulai besok aku akan menjadikan Yola sebagai sekertaris saya di kantor." Ucap Ricard yang membuat Leo kaget.


"Memang nya Yola sudah tahu siapa bos sebenar nya?" Tanya Leo dengan wajah kaget nya.

__ADS_1


"Tidak! Dia belum tahu, saya akan menjadikan Yola sebagai sekertaris saya, tapi saya ada di belakang layar dan ngga bakalan sampai Yola melhat saya."


"Saya kira Yola sudah mengetahui nya, ya sudah terserah bos atur saja lah."


"Kita akan mulai membalaskan dendam Yola kepada keluarga si Bagas itu, saya sudah ngga sabar ingin segera melihat wajah mereka saat mereka bertemu dengan Yola yang sekarang." Ucap Ricard dengan tatapan penuh amarah.


Ricard orang pertama yang tahu tentang semua kesedihan Yola, Ricard juga orang pertama yang melihat air mata Yola, bahkan pundak nya juga menjadi pundak pertama Yola untuk bersandar dan menumpahkan air mata nya sampai tertidur.


"Saya setuju bos, kita akan membuat orang sombong itu memohon sama Yola." Ucap Leo yang ikut emosi dengan semua kelakuan keluarga Bagas.


"Tapi saya masih ada rasa takut untuk ke depan nya." Ucap Ricard dengan wajah sedikit sendu.


"Takut kenapa bos? Bos kan orang yang berpengaruh di kota ini, apa yang bos takut kan?" Tanya Leo heran, karena baru kali ini dirinya mendengar kata takut dalam hidup seorang Ricard.


"Saya takut Yola kembali kepada mantan nya itu, saya tahu dari awal kalau Yola sangat mencintai mantan nya itu, jadi ada kemungkinan kan kalau mereka akan rujuk kembali, apalagi Yola tahu nya aku hanya pelayan rumah makan, sedangkan mantan nya itu seorang pengusaha." Ucap Ricard yang memang sangat takut kehilangan Yola.


"Bos tenang saja, saya yakin Yola bukan orang seperti itu, Yola bukan wanita yang akan tergiur dengan harta, Yola orang yang tulus dan selalu menghargai orang lain, dan saya melihat dari sorot mata nya seperti nya Yola sangat mencintai bos."


"Kamu jangan membuat hati saya melayang."


Leo tersenyum melihat bos nya yang sedang jatuh cinta, mereka terus bercengkerama di ruang kerja hingga melupakan para wanita nya.


Sedangkan aku dan Lea yang sudah banyak bercerita kita memutuskan untuk masuk kamar dan istirahat.


Kita berdua lelah menunggu mereka yang seperti nya masih lama akan keluar dari ruang kerja kak Leo.

__ADS_1


__ADS_2