Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Ngga Enak Hati


__ADS_3

[ Pov Elena ]


Seharian ini elena merasa ngga enak hati dengan sikap Bagas semenjak pulang dari kantor kemarin malam.


Elena merasakan kalau ada yang di sembunyikan oleh Bagas, karena semenjak mengenal Bagas dirinya belum pernah melihat dan merasakan hal seperti sekarang.


Elena menatap jam dinding yang ada di kamar nya, "Mas Bagas pasti masih istirahat." Gumam Elena lalu ngambil ponsel dan menghubungi no suami nya.


Elena menekan panggilan nya, dengan sabar Elena menunggu Bagas menerima panggilan nya, tapi Bagas tak kunjung menerima nya.


"Kamu kemana mas, ini jam makan siang kamu tapi kamu kenapa ngga menerima panggilan ku." Ucap Elena dengan perasaan ngga enak nya.


Tidak seperti biasa nya Bagas tidak menerima panggilan nya, biasa nya walaupun Bagas lagi rapat dia selalu menerima panggilan dari nya.


"Aku coba sekali lagi." Kembali Elena menekan no ponsel Bagas.


Betapa senang nya Elena melihat kalau Bagas menerima panggilan nya."


"Halo mas." Ucap Elena dengan senyuman nya yang mengembang.


"Halo."


Terdengar dengan sangat jelas di telinga Elena kalau yang menjawab adalah suara seorang wanita, Elena kembali melihat layar ponsel nya untuk memastikan kalau no suami nya lah yang dia panggil.


"Siapa kamu? Ini no ponsel mas Bagas kan? Mas Bagas nya kemana?" Tanya Elena dengan hati yang sudah bergemuruh.

__ADS_1


"Mas Bagas nya lagi mandi, ada pesan?" Ucap ku dengan senyuman yang mengembang di bibir ku.


"Tahu rasa kamu, mulai sekarang aku akan terus bersama mas Bagas mu itu sampai kamu berlutut di hadapan ku memohon untuk meminta mas Bagas kembali." Gumamku di dalam hati.


Betapa aku ingin sekali melihat wajah nya yang sekarang, dia pasti kesal dan emosi mendengar kalau suami nya sedang di dalam kamar mandi.


"Siapa kamu!" Teriak Elena dengan nada yang emosi.


"Aku adalah wanita yang sudah memuaskan nya di atas kasur, ternyata suami kamu hebat juga ya dalam menyenangkan wanita, pantas saja kamu sampai tergila-gila sama mas Bagas hingga kamu tidak memikirkan ada wanita yang tersakiti." Sengaja aku bicara seperti itu agar Elena merasa sakit hati seperti aku yang merasakan sakit nya hati ini ketika mendengar de sa han mereka berdua waktu itu.


"Maksud kamu apa wanita ja lang." Teriak elena.


"Anda pikir saja sendiri yang ja lang itu siapa? saya atau anda sendiri." Elena langsung memutuskan panggilan nya ketika aku terus memanas-manasi dirinya.


Tidak sengaja aku membuka ponsel mas Bagas, ternyata tidak di kunci nya.


Aku langsung menyimpan no Elena ke ponsel ku sebelum mas Bagas keluar dari kamar mandi.


Aku menekan no lama ku dan memanggil nya dari ponsel mas Bagas, tertera nama di ponsel nya dengan nama si jelek.


Sakit hati ini ketika melihat nama yang mas Bagas simpan di ponsel nya, dia menyimpan no ku dengan nama si jelek sedangkan untuk istri nya dia tulis istri cantik ku.


Aku mencoba memanggil nya dari no baru ku, dan mas Bagas menyimpan nya dengan nama istriku.


"Sekarang saja dikala kita sudah ngga ada hubungan apa-apa lagi kamu tulis istriku, kemarin sewaktu aku jadi istri mu mana ada." Aku sangat kesal dengan kelakuan mas Bagas yang hanya melihat fisik luar nya saja.

__ADS_1


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, aku langsung menyimpan kembali ponsel mas Bagas di atas meja dan berpura-pura sibuk dengan ponsel ku sendiri.


"Maaf lama sayang." Ucap mas Bagas sambil tersenyum manis.


"Sayang-sayang pala lo peang, coba sejak dulu kamu memanggil ku dengan mesra begitu, ngga mungkin aku akan membalas dendam." Ucap ku di dalam hati.


"Memang nya mas lagi ngapain sih di dalam kamar mandi sampai lama begitu?" Sebenar nya masa bodo dengan apa yang akan dia lakukan di kamar mandi, tapi aku pura-pura perduli terhadap nya.


"Mas tadi sudah ngga tahan sayang, jadi mas selesaikan sendiri saja di kamar mandi, mas minta sama kamu pun belum tentu kamu mau melayani mas." Ucap mas Bagas dengan tanpa rasa malu nya.


"Bukan kah mas yang ngga mau di layani aku?" Aku balik bertanya membuat mas Bagas kaget dan memberikan alasan nya kepada ku.


"Mas, ingin sekali di layani kamu sayang, tapi waktu itu mas selalu kena rayuan Elena sehingga mas selalu melayani nya, jadi setelah pulang mas sudah ngga ada hasrat lagi karena capek dan lelah."


"Wow, bagus sekali alasan kamu mas, memang nya aku ini bodoh dan tidak tahu kalau kamu selalu melakukan nya di kamar kamu." Sumpah demi apa pun aku ingin sekali memukul bibir nya itu, mas Bagas pintar sekali membalik kan fakta seakan-akan orang lain yang salah dan dirinya yang selalu benar.


"Benarkah? Bukan nya mas jijik ya berdekatan dengan aku, jangan kan untuk tidur bersama, untuk duduk bersebelahan seperti ini pun mas ngga mau kan?"


"Maaf kan aku Yola sayang, mas memang salah waktu itu, mas akan memperbaiki semua nya dan mulai sekarang mas akan selalu membahagiakan kamu, mas akan selalu ada di samping kamu dan akan selalu menjaga kamu." Ucap mas Bagas sambil mencium telapak tangan ku terus-terusan.


"Janji ya mas, oh iya mas, tadi istri mas menghubungi mas di saat mas berada di dalam kamar mandi, aku panggil-panggil mas tapi mas tidak menjawab nya, maaf aku sudah lancang menjawab nya karena takut ada hal yang penting yang harus di sampaikan." Ucap ku berbohong.


"Ngga apa-apa, nanti mas yang urus, mas sudah ngga menyukai Elena lagi, rasa cinta mas ke Elena kini menghilang, yang mas rasakan saat ini hanya benci dan jijik melihat nya, apalagi semenjak tubuh nya berubah gendut, mana perut nya jadi buncit, ngga enak banget untuk di pandang."


"Dasar laki-laki biadab yang tidak bersyukur, wanita itu berubah kan gara-gara dia yang sudah menanam benih di dalam rahim nya, dan sekarang dengan seenak jidat nya dia bilang kalau tubuh nya sudah ngga enak dipandang." Aku kesal dan marah dengan ucapan nya yang menjelek kan wanita yang sedang hamil.

__ADS_1


Aku memang benci dengan Elena, tapi sebagai wanita aku juga merasakan bagaimana kalau ada di posisi wanita hamil, yang di harapkan mas Bagas hanya wanita cantik yang bodi nya oke, kalau wanita itu kehilangan bodi nya maka mas Bagas akan membuang nya.


__ADS_2