
[ Pov Ricard ]
Ricard terus menatap Yola dari dalam ruangan nya, Ricard melihat kalau Bagas sedang menatap damba kekasih nya.
"Terpana kan kamu sekarang, makanya jangan suka meremehkan wanita yang dalam keadaan biasa aja, tapi seharusnya nya kamu merawat nya dan membuat dia cantik bukan malah menghina dan merendahkan nya." Gumam Ricard dengan ke dua mata nya yang terus menatap ke arah Yola dan Bagas.
Terlihat mbak Ratih yang di tugaskan Ricard untuk menyambut Bagas pergi dari ruangan Yola.
Mata Ricard merah menahan amarah nya ketika melihat Bagas memeluk Yola.
"Brengsek, kenapa pakai acara peluk-pelukan segala." Gumam Ricard lalu mengambil telepon kantor dan menghubungi Yola.
Aku yang mendapatkan pelukan tiba-tiba dari mas Bagas terdiam karena kaget.
"Maafkan semua sikap ku kemarin, tolong kembalilah menjadi istri ku, aku akan membahagiakan kamu dan akan mengabulkan semua keinginan kamu." Rayu mas Bagas.
"Maaf mas kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi jadi saya mohon lepaskan tangan mas dari tubuh ku." Ucap ku sambil berusaha melepaskan nya.
"Aku tidak akan melepaskan nya sebelum kamu menjawab dan bilang kalau kamu mau kembali menjadi istri aku." Mas Bagas memaksa ku.
Untung suara telepon kantor berdering hingga aku bisa terlepas dari pelukan mas Bagas.
"Bos." Gumam ku sambil melepaskan tangan mas Bagas lalu menerima panggilan yang memang dari Ricard.
"Ya pak." Ucap ku dengan sopan.
"Kenapa suara nya berasa ngga asing ya?" Aku memang baru pertama mendengar suara bos ku itu, tapi entah kenapa aku merasa kalau aku sering mendengar suara nya itu, tapi entah siapa dan entah dimana aku mendengar nya.
Aku langsung tersadar ketika mendengar kembali suara dari bos ku, "Oh sudah pak, dan sekarang beliau ada di ruangan saya." Jawab ku sambil melirik ke arah mas Bagas yang masih menatap ku.
"Oh baik pak, sebentar."
__ADS_1
Aku menatap mas Bagas, "Bos mau bicara." Aku memberikan ponsel nya kepada mas Bagas.
Mas Bagas mengambil ponsel nya sambil sedikit menyentuh tangan ku, bibir nya tersenyum dan kedua mata nya terus menatap ku.
"Iya pak." Terdengar mas Bagas yang menyapa bos ku dan aku duduk kembali di kursi ku sambil menajamkan kedua telinga ku untuk mendengar pembicaraan mereka.
******
[ Pov ricard ]
Ricard marah dan cemburu melihat kekasih hati nya di peluk sama mantan suami nya.
"Apa pak Bagas yang dari perusahaan xxxx sudah sampai?" Tanya Ricard dengan menahan amarah nya.
"Bisa kamu berikan telepon nya kepada pak Bagas." Ucap Ricard sabil terus menatap mereka.
Ricard melihat Yola memberikan ponsel nya kepada Bagas.
"Saya_ saya mau melakukan kerja sama pak." Ucap Bagas kaget karena mendapat pertanyaan seperti itu dari orang yang sangat berpengaruh di kota ini.
"Kalau anda datang ke perusahaan saya untuk melakukan kerja sama jaga sikap anda, tapi kalau anda datang kesini hanya untuk menggoda sekertaris saya, maka tinggalkan tempat ini sebelum satpam dan orang-orang saya mengusr anda secara paksa dan membuat anda jadi gelandangan saat ini juga." Gertak Ricard.
"I_iya pak, maaf kan saya." Ucap Bagas ketakutan, karena kerja sama yang selama ini ia harapkan sudah ada di depan mata, dan dirinya harus sedikit bersabar untuk mendekati Yola kembali.
"Berikan kembali ponsel nya kepada sekertaris saya, dan jangan coba-coba anda mengganggu sekertaris saya, karena saya melhat nya." Ucap Ricard.
"Baik pak." Jawab Bagas lalu memberikan ponsel nya kepada Yola.
"Ini bos anda ingin bicara lagi." Ucap Bagas dengan ucapan yang formal, mata nya melihat ke sekeliling ruangan, karena pikir Bagas di ruangan Yola ada cctv nya, tapi Bagas tidak menemukan satu cctv pun terpasang di ruangan itu.
"Padahal tidak ada cctv, tapi kenapa pak Ricard melihat apa yang aku lakukan di sini." Gumam Bagas di dalam hati nya.
__ADS_1
"Iya pak." Ucap ku sambil melihat ke arah mas Bagas dengan aneh.
"Kamu mau kerja atau mau menggoda para laki-laki brengsek?" Tanya Ricard dengan rasa cemburu nya yang membuncah.
"Maaf kan saya pak, tapi ini semua bukan saya yang memulai nya." Jawab ku dengan banyak pertanyaan di benakku.
"Ya sudah, kamu fokus saja sama pekerjaan kamu, lalu kamu bilang sama pak Bagas saya sudah tidak ada mood lagi untuk bertemu dia jadi suruh dia pulang dan balik lagi besok."
"Baik pak, akan saya sampaikan." Ucap ku lalu memutuskan panggilan nya.
Aku menatap mas Bagas setelah aku menyimpan kembali ponsel ku.
"Maaf pak Bagas, barusan bos saya bilang dia sudah ngga ada mood untuk melakukan kerjasama hari ini, jadi bapak di suruh kembali lagi besok." Ucap ku dengan nada formal.
"Baiklah kalau begitu saya akan kembali lagi besok, no kamu masih yang dulu kan sayang."
Aku hanya terdiam, aku tahu mas Bagas seperti itu karena melihat aku yang sekarang, coba dengan penampilan ku yang dulu, jangan kan memanggil aku dengan panggilan sayang, melirik saja dia ngga akan karena merasa jijik.
Aku melihat mas Bagas pergi sambil terus melihat ke sekeliling ruangan ku membuat aku juga melakukan hal yang sama dengan nya.
"Dia melihat apa? Apa ada hantu di ruangan ini? Ngga jelas banget." Aku duduk terdiam dengan sedikit senyuman, aku merasa bangga karena sudah membuat mas Bagas yang dulu selalu menghina dan membenci ku, kini dengan sendiri nya datang dan meminta ku untuk kembali menjadi istri nya.
"Baiklah mas, mulai hari ini aku akan membalas semua yang telah kamu lakukan kepada ku, aku akan membuat kamu dan selingkuhan kamu bertekuk lutut bahkan kalian semua akan bersujud di hadapan ku." Gumam ku dengan penuh amarah ketika aku mengingat semua hinaan dan perlakuan mereka waktu itu.
Lamunan ku buyar ketika aku mendengar kembali suara ponsel yang ternyata dari bos ku.
Baru juga aku menerima panggilan nya, terdengar suara bos dengan jelas di telinga ku yang membuat aku bingung dengan ucapan nya.
"Apa kamu senang sudah bertemu dengan pak Bagas, sampai kamu senyum-senyum seperti itu." Ucap nya seolah-olah dia melihat semua yang sudah aku lakukan.
Aku kaget dan dengan refleks aku melihat ke arah ruangan bos ku, tapi aku tidak melihat siapa-siapa, yang ada aku melihat diriku sendiri karena ruangan bos di kelilingi kaca, aku menatap ke atas mencari barangkali ada cctv yang sedang mengintai ku.
__ADS_1