
Mereka yang melihat aku yang baru keluar dari toilet pun terlihat sedikit kaget, tapi ada salah satu karyawan yang sangat kaget dan mengenali ku.
"Maaf kan kita nona, bukan maksud kita untuk_"
"Ngga apa-apa, mari saya duluan sudah di tunggu sama pak Ricard." Ucap ku lalu berlalu dari mereka yang sedang menatap ku.
Sebenar nya aku ngga langsung pergi, aku diam di balik tembok dan ingin mendengar percakapan mereka.
"Siapa dia?" Tanya salah satu karyawan.
"Itu yang kita bicarakan tadi, itu kekasih nya pak Ricard."
"Bukan nya kekasih nya pak Ricard itu mantan isti nya pak Bagas yang gendut itu kan?" Salah satu karyawan kembali mempertanyakan dan memperjelas fisik aku.
"Iya memang benar, tapi pak Ricard sudah merubah nya menjadi sosok wanita yang cantik dan seksi."
"Wah beruntung sekali ya wanita itu, berarti pak Ricard sangat mencintai nya."
"Jelas lah, apalagi sekarang dia itu sudah cantik dan seksi, ah andai saja pak Ricard melirik aku, pasti aku akan di buat cantik dan seksi seperti dia." Ucap salah atu karyawan sambil menyentuh kedua pipi nya.
"Huh, ngarep."
"Sudah-sudah lebih baik kita kembali bekerja, kalau ketahuan kita lagi bergosip di sini apalagi gosipin pak Ricard dan kekasih nya, bisa-bisa kita jadi pengangguran besok."
Bibir ku sedikit tersenyum mendengar celotehan mereka, aku melangkahkan kaki ku dan Mega ternyata masih duduk denga setia menunggu ku.
"Sudah nona?" Tanya Mega sambil berdiri begitu melihat ku.
"Sudah."
"Mari saya antar ke ruang meeting."
Aku pun kembali mengikuti langkah Mega dari belakang sambil melihat-lihat suasana kantor itu.
__ADS_1
**********
Semua orang yang di suruh Ricard langsung masuk ke ruang meeting termasuk Bagas dan Caca.
Ricard sudah duduk dengan penuh wibawa di kursi yang dulu menjadi kursi kebesaran Bagas.
"Kak, akhir nya kamu menemui ku." Ucap Caca sambil mau duduk di samping Ricard.
"Tempat duduk kamu di sana." Ucap Ricard pelan.
"Tapi aku mau duduk dekat kakak, aku kangen sama kakak, habis nya kakak pulang nya suka larut malam." Jawab Caca dengan nada manja nya.
"Tidak bisa, ini diperusahaan dan kamu harus mengikuti semua peraturan yang ada." Ucap Ricard dengan sangat tegas.
Para karyawan yang ikut hadir di ruangan meeting pun menatap Caca dan Ricard.
"Kakak jahat." Ucap Caca sambil duduk di samping Bagas.
"Kamu pasti bertanya-tanya untuk siapa dua kursi kosong ini." Gumam bathin Ricard sambil menatap Bagas.
"Maaf pak, apa bisa kita mulai meeting nya? Semua nya sudah berkumpul dan sudah siap dengan semua laporan nya." Ucap salah satu karyawan.
"Belum, masih ada dua orang yang belum hadir." Ucapan Ricard membuat para karyawan saling menatap dan bertanya-tanya termasuk Bagas dan Caca.
"Kakak nunggu siapa lagi sih, siapa dua orang itu, apa orang yang akan duduk di samping nya ya." Gumam Caca di dalam hati nya.
Terdengar suara pintu di ketuk dan nampak seorang wanita yang sangat cantik sedang berdiri sambil tersenyum manis.
"Selamat siang, maaf saya terlambat." Ucap ku dengan sopan.
Aku tidak melihat kepada orang-orang yang sedang berada di sana, ke dua mata ku fokus kepada calon suami ku yang sedang duduk menatap ku dengan senyuman manis nya.
"Yola, ngapain dia di sini." Gumam bathin Bagas sambil menatap bangga kepada Yola.
__ADS_1
Tatapan Bagas tidak lepas dari wajah Yola yang semakin hari semakin bersinar dan cantik.
"Oh, jadi si janda gatel ini yang sedang di tunggu, aku akan menanyakan nya sama pak Bagas, apa benar gosip yang aku dengar ini, tapi siapa satu orang lagi?" Gumam bathin Caca sambil melirik ke arah Bagas.
"Yang kita tunggu sudah datang tinggal satu oang lagi." Ucap mas Ricard sambil berdiri menyambut ku.
Aku masuk dan duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh mas Ricard, mas Ricard selalu memperlakukan ku bak seorang ratu di mana pun kita berada, dan bahkan mas Ricard ngga malu melakukan nya walaupun di hadapan para karyawan nya.
"Terima kasih mas." Ucap ku sambil duduk.
"Benar kata wanita tadi, aku sangat beruntung sudah di jadikan nya kekasih hingga aku di jadikan ratu oleh mas Ricard, aku tidak akan membiarkan para calon pelakor merebutmu dari ku." Gumam ku di dalam hati.
"Baiklah sambil menunggu satu orang lagi, saya ingin memperkenalkan wanita cantik yang ada di samping saya ini." Ucap mas Ricard sambil menatap ku dengan sneyuman nya.
Semua mata menatap ku dengan penasaran, aku melihat ada mas Bagas dan Caca yang juga sedang menatap ku, tapi tatapan mereka berdua berbeda dengan tatapan yang lain nya.
"Perkenalkan ini Yolanda, dia ini adalah calon istri saya, dimana sebentar lagi kita berdua akan melangsungkan pernikahan." Ucap mas Bagas sambil menggenngam tangan ku.
Semua orang bertepuk tangan dan mengucapkan selamat kecuali mas Bagas dan Caca, mereka hanya diam menatap ku dengan tatapan yang penuh kebencian.
"Maaf pak Ricard, kita ini kan mau meeting bukan mau membicarakan soal pribadi bapak." Ucap mas Bagas membuat semua orang kini menatap nya.
"Iya benar, kita ini lagi di ruang meeting, bukan lagi di ruang keluarga." Ucap Caca ikut mengomentari.
"Ya saya tahu itu, tapi saya di sini adalah bos nya, sekarang perusahaan ini milik saya, jadi suka-suka saya mau membicarakan apa, kalau kalian berdua tidak suka dengan apa yang saya ucapkan barusan, pintu keluar ada di sana dan kalian tinggal masuk ke ruang hrd untuk mengambil uang gaji kalian." Ucap mas Ricard.
Aku melihat ada rasa kesal dan emosi di wajah nya mas Ricard, aku mengelus lembut bahu nya hingga mas Ricard sedikit tenang.
Semua orang terdiam dan menatap ke arah mas Bagas dan Caca, mereka sedikit takut dan ikut kesal dengan ucapan mas Bagas dan Caca karena mereka takut kena imbas nya, sedangkan mas Bagas dan Caca hanya diam sambil menunduk.
"Selamat siang, maaf semua nya dan juga pak Ricard, saya terlambat karena tadi ada kecelakaan di jalan hingga membuat jalan menjadi macet total." Ucap Seorang pria setengah baya yang sudah berdiri di depan pintu dan menghampiri mas Ricard.
Semua yang berada di ruang meeting menatap pria tersebut termasuk aku sendiri.
__ADS_1