
[ Pov Ricard ]
"Kak Leo tolong cari seorang wanita bayaran dan suruh temui aku, tempat nya aku sharlock." Ucap Ricard.
Setelah mendapatkan telepon dari Yola yang minta izin akan pergi dengan Bagas, Ricard langsung menghubungi Leo untuk mencari wanita bayaran.
"Baik bos, nanti kalau saya sudah menemukan nya saya akan langsung kirim poto orang nya." Ucap Leo lalu memutuskan panggilan nya.
"Buat apa si bos memesan seorang perempuan? Tidak! Aku tidak boleh berprasangka buruk dulu, aku tahu si bos seperti apa." Gumam Leo lalu mencari dan menghubungi wanita yang di inginkan bos nya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Leo sudah mendapatkan seorang wanita cantik untuk Ricard.
Leo langsung menghubungi Ricard dan mengirimkan poto wanita bayaran nya.
Ricard sudah duduk di tempat makan membelakangi Yola, tangan nya menggenggam tangan Yola, mereka saling menggenggam tanpa sepengetahuan dari Bagas hingga makanan tersaji di depan mata.
Ricard tersenyum melihat seorang wnaita yang baru masuk, lalu dirinya menyuruh wanita itu untuk duduk dan membicarakan tujuan nya.
"Bagaimana apa kamu siap untuk malam ini?" Tanya Ricard.
"Asal sesuai saja."
"Kamu tenang saja, kalau semua nya berhasil dan sesuai rencana ku aku akan memberikan tips yang banyak buat kamu."
"memang rencana apa?" Tanya wanita itu dengan serius.
"Nanti kita bicara kan di mobil." Ucap Ricard sambil melirik ke arah Yola yang sudah berjalan ke luar.
"Ayo kita ikuti mereka." Ucap Ricard sambil berdiri.
Wanita itu mengikuti langkah Ricard dari samping, Ricard melihat kalau Yola sedang menatap nya, tangan nya langsung memeluk erat pinggang wanita itu.
"Maaf sayang, aku hanya ingin kamu merasa cemburu saja." Gumam Ricard dalam hati nya.
Ricard terus mengikuti kemana arah mobil Bagas sambil membicarakan rencana nya dengan wanita itu.
__ADS_1
Wanita bayaran itu menyanggupi nya karena Ricard berani membayar nya dengan harga yang tinggi, bahkan menurut nya harga itu jauh lebih tinggi.
Ricard sengaja masuk ke dalam hotel duluan di bandingkan dengan Bagas.
Ricard menyewa dua kamar yang bersebelahan dengan kunci kamar dua-dua nya dia yang pegang.
Awal nya penjaga hotel tidak memberikan nya karena itu sangat di larang bagi hotel nya untuk memberikan kunci cadangan kepada tamu, tapi apa yang ngga bisa sih kalau uang sudah berbicara.
Ricard meminta salah satu kamar yang ia pesan di berikan nya kepada tamu yang bernama Bagas atau Yola.
Awal nya pegawai hotel tersebut tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Ricard, tapi setelah Ricard sedikit menjelaskan akhirnya pegawai itu mengerti.
Pegawai hotel tersebut akhir nya memberikan dua kunci kamar kepada Ricard setelah dirinya di berikan uang dengan nominal yang sangat pantastis.
Ricard rela mengeluarkan uang banyak demi lancar nya balas dendam yang akan di lakukan oleh calon istri nya.
Ricard dan wanita itu tanpa menunggu lama lagi langsung masuk ke dalam kamar.
Ricard masuk ke dalam kamar yang akan di tempati Bagas dan Yola lalu meletakan sebuah kamera di sudut yang bisa menjangkau kamar tersebut.
"Kamu santai saja dulu, nanti pas sudah waktu nya kamu masuk dan kamu harus membuat laki-laki itu sampai tidak berdaya, terserah kamu mau berikan dia servis berapa kali yang penting sampai dia terkapar dan tidak berdaya." Ucap Ricard sambil terus menatap ponsel nya yang sudah di sambungkan dengan kamera yang ia pasang di kamar sebelah.
"Baik bos, saya jago nya dalam hal itu." Ucap wanita itu dengan kepulan asap yang keluar dari bibir nya.
Ricard melihat Bagas dan Yola baru masuk ke dalam kamar, dengan serius Ricard melihat nya.
Hati Ricard sedikit panas melihat Yola sedang berciuman dengan Bagas, Ricard juga melihat kalau Yola mengeluarkan ponsel nya.
Dengan cepat Ricard mengirimkan sebuah pesan kepada Yola, terlihat Yola membaca nya sambil melirik ke arah kamera yang ada di sudut ruangan, bibir nya tersenyum.
Ricard langsung menyuruh wanita itu memakai kaca mata inframerah yang sudah ia siapkan sebelum nya.
Ricard memang mempunyai alat-alat itu, dia sengaja membeli nya untuk mengecek perusahaan nya di malam hari jika ada anak buah nya yang berbuat curang atau sengaja menggelapkan semua barang-barang di perusahaan nya.
Semua alat-alat itu Ricard masukan ke dalam tas nya, dan di bawa kemanapun dia pergi.
__ADS_1
"Kamu pakai ini." Ucap Ricard sambil memberikan sebuah kaca mata inframerah nya.
Wanita itu menurut dengan Ricard dan memakai nya.
"Ayo kita akan mulai." Ajak Ricard ketika Yola sudah membaca pesan nya.
Dengan secara perlahan Ricard membuka pintu kamar yang ditempati Bagas.
Yola mengalihkan Bagas dengan ciuman yang liar dan panas hingga Bagas tidak mendengar pintu terbuka dan tidak mengetahui kalau ada dua orang yang masuk ke kamar nya.
Yola melirik ke arah pintu dan melihat Ricard dan seorang wanita masuk dan bersembunyi di belakang sofa yang ada di kamar itu.
Terdengar Yola meminta izin untuk masuk ke dalam kamar mandi, Ricard memberi kode kepada wanita yang di bawa nya untuk bersiap-siap.
Begitu Yola keluar dari kamar mandi, Yola mematikan lampu nya.
"Mas, aku matikan lampu nya ya." Ucap Yola.
"Baik sayang matikan saja agar kamu bisa menikmati nya." Jawab Bagas yang sudah membaringkan tubuh nya dan hanya ****** ***** saja yang melekat di tubuh nya.
Yola mematikan lampu nya Ricard dan wanita itu langsung berdiri, Ricard langsung menarik tangan Yola dan langsung memakai kan kaca mata iframerah yang di berikan wanita itu.
Yola langsung bisa melihat kalau wanita itu naik keatas tempat tidur Bagas.
Yola menatap wajah Ricard yang sedang tersenyum kepada nya.
Ricard menarik tangan Yola dan dengan langkah perlahan dan hati-hati mereka keluar dari kamar tersebut.
Bagas sedang di berikan sentuhan yang memabuk kan oleh wanita bayaran itu sehingga dia tidak mendengar pintu ada yang membuka nya.
"Sekarang kamu mandi dan ganti baju kamu sayang, aku tidak mau bekas dia nempel terus di baju dan tubuh mu, dan sekarang aku akan menghapus jejak dia di bibir kamu." Ucap Ricard yang kini sudah berada di kamar sebelah.
Ricard melahap bibir Yola dengan penuh penghayatan, dia ingin jejak bibir Bagas benar-benar terhapus di bibir nya Yola.
Yola hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Ricard.
__ADS_1