Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Giliran Kalian


__ADS_3

Dengan suasana kamar yang gelap, Bagas terus membuat nya melayang dan memberikan kenikmatan hingga suasana kamar itu ramai oleh suara-suara yang keluar dari mulut kedua nya yang merasakan sensasi bercinta.


Selama melakukan penyatuan, bibir Bagas selalu tersenyum karena malam ini dirinya bisa mendapatkan apa yang dia ingin kan, karena penyatuan ini akan dijadikan senjata oleh nya agar Yola mau menikah dengan nya.


Sengaja Bagas tidak memakai alat dan mengeluarkan nya di dalam agar suatu saat Yola benar-benar memohon untuk jadi istri nya kembali.


Berbagai cara dan gaya mereka lakukan dalam kegelapan ini.


Suasana nya memang gelap, tapi mereka berdua tidak perduli dan seolah-olah mereka bisa saling melihat nya hingga mereka bisa terus melakukan penyatuan nya.


Bagas terus membuat nya melayang-layang sampai mereka berdua terkulai lemas dan terkapar.


Bagas memeluk erat tubuh nya seperti dirinya tidak mau melepaskan nya lagi, bibir nya tersenyum lebar karena malam ini dirinya sudah dibuat melayang dengan sensasi yang berbeda.


"Terima kasih sayang, aku ngga nyangka kamu bisa sehebat ini, kamu lebih ganas dari Elena." Ucap Bagas lalu mencium pundak nya.


Bagas terus menelusuri kulit Yola hingga berlabuh di bibir nya, kembali mereka berdua saling berpagutan hingga hasrat nya kembali muncul dan membara.


Entah kenapa hasrat Bagas malam ini benar-benar besar apalagi mencium aroma wangi dari tubuh Yola hingga membuat dirinya ingin terus melakukan nya.


"Kamu sangat wangi sayang, kita lakukan sekali lagi ya." Ucap Bagas lalu kembali meraup bibir Yola dengan sanga liar.


Ypla tidak kalah liar nya membalas cumbuan dari Bagas hingga mereka pun ingin kembali melakukan nya.


Kini mereka kembali mengulang apa yang baru saja mereka lakukan, seakan-akan tidak ada rasa lelah dalam diri mereka hingga mereka berdua menghabiskan seluruh tenaganya malam ini hingga mereka berdua benar-benar tidak mampu lagi untuk melakukan nya.

__ADS_1


Tubuh kedua nya terkulai, Bagas memeluk erat tubuh nya hingga terdengar suara hembusan nafas Bagas yang sudah tertidur.


Aku menyalakan lampu nya nya, mas Bagas yang memang benar-benar capek dan sudah terlelap tidak terganggu sama sekali dengan cahaya lampu yang sudah menerangi kamar hotel itu.


Bibir ku tersenyum lebar lalu aku mengambil ponsel yang ada di dalam tas dan kembali merebahkan tubuh ku di samping mas Bagas.


Ku tarik selimut hingga sampai di atas dada lalu aku mengambil posisi untuk kelihatan mesra dan kuambil gambar lewat ponsel ku.


"Bagus." Gumamku sambil menatap hasil nya, beberapa tanda merah di dada mas Bagas sangat jelas sekali terlihat.


Aku mencari kontak Elena lalu mengirim kan nya, sekarang aku sangat puas sekali sudah melakukan nya, dan aku ngga sabar ingin melihat wajah Elena yang menangis-nangis dan memohon kepada ku.


"Sekarang giliran kalian yang menikmati rasa sakit hati yang aku rasakan dulu atas perbuatan kalian berdua, aku tidak akan puas sebelum melihat kehidupan kalian berdua benar-benar hancur." Gumam ku di dalam hati dengan bibir tersenyum.


Aku menyibak kan kembali selimut nya lalu aku kembali memakai baju dan kembali merebahkan tubuh ku di samping mas Bagas.


"Selamat malam mas, semoga hari esok lebih baik lagi dan semoga besok mas tidak kaget dengan kabar ini." Ucap ku dengan pelan dan aku ikut terlelap di samping mas Bagas.


*******


[ Pov Elena ]


Elena tidak bisa tidur malam ini, dia terus menangis setelah melihat video yang Yola kirim ke ponsel nya.


"Mas, kamu jahat, kamu tega melakukan semua ini kepada ku, kamu tega melakukan ini kepada anak kita." Ucap Elena dalam tangisan nya.

__ADS_1


Ingin sekali Elena berteriak sekencang-kencang nya, tapi Elena masih sadar kalau hari sudah larut malam.


Elena kembali mencoba menghubungi no suami nya, tapi hasil nya tetap sama hanya seorang operator yang menjawab nya dengan setia.


Elena menangis dia menahan rasa marah dan kesal kepada suami nya itu, baru kali ini Bagas membuat nya menangis, selama ini dirinya selalu di sayang dan di manja oleh Bagas.


Air mata Elena seakan-akan tidak pernah kering, air mata nya terus mengalir deras dan turun melewati kedua pipi nya, mata nya yang sudah sembab tidak dia perduli kan lagi, yang ada di pikiran nya saat ini hanya ingin menangis.


Di tengah malam seperti ini dan di kala sebagian orang sedang beristirahat di atas peraduan nya, Elena tidak ingin tidur sama sekali, dirinya terus mengeluarkan air mata nya.


Rasa kantuk nya menghilang semenjak dirinya melihat video suami nya sedang bercumbu dengan seorang wanita cantik.


Di kala dirinya masih mengeluarkan ar mata nya, terdengar kembali suara pesan masuk di ponsel nya.


Elena dengan cepat mengambil ponsel nya dan berharap pesan dari suami tercinta nya.


Elena membuka sebuah pesan dari no yang sebelum nya yang mengirim nya video.


Elena melihat suami nya dan perempuan itu sedang berada di atas tempat tidur dengan tubuh yang tidak memakai sehelai benang pun serta tanda merah yang sangat jelas terlihat membuat dada nya bergemuruh, hati nya seperti di sayat-sayat oleh sebuah silet yang sangat tajam.


Sakit dan hancur yang Elena rasakan saat ini, ingin sekali Elena menghancurkan ponsel nya, tapi dia masih sedikit sadar kalau video yang dia terima akan di jadikan nya sebagai bukti.


Elena mengemas dan memasukan semua baju nya ke dalam koper, dia bertekad akan pergi dari rumah Bagas dan menemui orang tua nya Bagas.


Elena ingin memberitahukan kelakuan suami nya dengan bukti yang sudah ada.

__ADS_1


Elena melihat jam yang berada di dinding kamar nya yang ternyata sudah menunjukan jam dua.


Elena menyimpan kembali koper nya lalu membaringkan tubuh nya, air mata nya tidak berhenti mengalir membayangkan suami nya yang sudah melakukan penyatuan dengan wanita lain.


__ADS_2