Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Di Terima Sebagai Menantu


__ADS_3

Kini kami semua kembali duduk bersama di ruang keluarga, aku merasa senang berada di tengah-tengah keluarga mas Ricard.


"Mantan suami kamu pasti sangat menyesal telah memperlakukan kamu tidak baik." Ucap mamah Mesty.


"Apa! Jadi kamu ini sudah punya suami?" tanya Caca dengan tatapan kaget nya.


Aku hanya tersenyum dan mengangguk, sebenar nya aku ngga mau bahas status ku dulu, tapi mau bagaimana lagi kalau calon mertua yang bertanya.


"Ya, tapi dulu dan sekarang dia sudah cerai dengan suami nya." Jawab mas Ricard.


"Memang nya kakak masih mau dengan seorang janda?" Tanya Caca dengan wajah sinis nya.


"Ca, kamu ngga boleh begitu." Ucap om Bimo menegur Caca.


Aku hanya diam, aku tahu berat bagi ku yang ber status janda untuk masuk ke keluarga besar mas Ricard yang identik masih berstatus lajang.


"Sudah lah Ca, kakak tidak memperdulikan status nya, kakak sangat mencintai Yola apa pun dan bagaimana pun dia." Ucap mas Ricard sambil menggenggam tangan ku.


"Sudah-sudah jangan di bahas lagi, yang penting mereka saling mencintai dan menyayangi, apa pun keputusan kamu papah dan mamah menerima nya." Ucap papah Anwar.


"Apa-apaan ini, kenapa papah sama mamah malah menerima janda ini sebagai menantu nya, mendingan aku lah yang masih asli perawan." Gumam bathin Caca sambil menatap sinis kepada Yola.


"Jadi papah menerima Yola sebagai menantu papah?" Tanya mas Ricard ingin memastikan.


"Ya, makasih ya nak sudah memberikan hadiah yang tidak ternilai harga nya, papah hanya minta satu hal sama kamu, jangan sia-sia kan Yola, karena Yola wanita yang mempunyai perasaan yang tulus kepada kamu, dan mungkin kamu sudah merasakan akan hal itu." Ucap pak Anwar.


"Kalian tidak tahu saja kalau dia itu hanya modus, dan hanya ingin mendapatkan harta kak Ricard saja." Lagi-lagi Caca mengumpat di dalam hati nya.


"Terima kasih pah, mah, sudah mau menerima aku sebagai menantu kalian, maaf kalau aku bukan menantu yang di idam kan, tapi aku berjanji akan selalu menjadi menantu yang baik buat keluarga papah dan mamah." Ucap ku dengan jujur.


Mamah Mesty memeluk ku dengan erat, aku pun membalas nya, sungguh hangat dan membuat aku nyaman berada di pelukan nya.

__ADS_1


Sekilas aku melihat ke arah Caca, wajah nya menampak kan dia lagi kesal dan cemburu.


Dengan perlahan aku menjauhkan tubuh ku dari pelukan mamah Mesty.


"Jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya mamah Mesty.


"Kita adakan lamaran dulu mah, baru kita bicarakan tanggal dan tempat nya." Ucap pak Anwar.


"Mau melamar kemana? Lagian kan dia ngga punya keluarga." Ucap Caca yang membuat aku sedikit sakit hati.


"Aku tidak akan membiarkan kalian sampai menikah, aku yang harus nya menikah dengan kak Ricard, bukan janda gatel ini." Gumam Caca di dalam hati nya.


Aku heran dengan Caca, kita ini baru bertemu dan baru bertegur sapa, tapi dia seperti nya sangat membenci aku.


"Jaga bicara kamu Ca, dia ada kakak angkat dan bagaimana pun kita harus menghormati nya." Ucap mas Ricard dengan nada sedikit tinggi, mungkin mas Ricard kesal mendengar ucapan dari Caca.


Caca menangis di depan semua nya, tapi aku merasa kalau Caca ini sedang mencari perhatian dari semua nya.


"Kamu kenapa menangis?" Tanya tante Dori.


"Sudah ngga usah nangis, kak Ricard hanya ngasih tahu kalau Yola masih ada kakak angkat saja." Ucap Tante Dori sambil mengusap bahu Caca.


"Kakak bukan membentak Ca, tapi memang Yola ini ada kakak angkat dan kita harus menghormati nya, kamu jangan bilang kakak ngga sayang sama kamu ya, kakak selalu sayang sama kamu dari dulu sampai sekarang." Ucap mas Ricard membuat Caca kembali tersenyum.


Entah perasaan apa yang ada pada diriku, aku melihat kalau Caca itu menyukai mas Ricard bahkan seperti nya Caca sangat mencintai mas RIcard, tapi itu ngga mungkin kan, secara mereka itu bersaudara.


"Oh jadi kamu ada kakak angkat nak?" Tanya mamah Mesty yang mengabaikan tangisan Caca.


"Iya mah, dan papah sama mamah juga mengenal nya kok." Aku yang di tanya malah mas Ricard yang menjawab.


"Siapa?" Tanya pak Anwar.

__ADS_1


"Leo." Jawab mas Ricard.


"Apa! Jadi kakak rese itu yang menjadi kakak angkat nya, pantas saja kelakuan nya sama dengan kakak rese." Ucap Caca.


"Caca." Teriak semua nya bersamaan membuat Caca marah dan pergi ke kamar nya.


"Kalian semua ngga sayang lagi sama Caca, dan ini semua gara-gara kamu janda gatal." Ucap Caca lalu berlari ke sebuah kamar, mungkin kamar itu kamar khusus Caca di rumah ini.


"LIhat lah, ini semua karena kalian berdua terlalu memanjakan nya." Ucap pak Anwar.


"Sudah biarkan saja, dia sudah biasa kalau marah seperti itu, besok juga biasa lagi." Ucap bu Mesty.


"Maafkan Caca ya nak, Caca memang seperti itu anak nya, dia terlalu manja pada kita semua jadi takut kasih sayang kita pindah ke yang lain." Ucap tante Dori.


"Ngga apa-apa tante, saya juga minta maaf, karena kehadiran saya Caca jadi marah." Aku merasa ngga enak dengan keluarga mas Ricard, karena kehadiran ku malah membuat Caca merajuk.


"Sudah jangan di bahas lagi, bilang sama Leo minggu depan kita akan datang ke rumah untuk melamar kamu." Ucap pak Anwar.


"Baik pah, nanti aku sampai kan."


"Wah selamat ya kak, akhir nya kakak akan punya mantu cantik seperti Yola." Ucap tante Dori.


Bukan aku saja yang tersenyum mendengar ucapan dari tante Dori, tapi kedua orang tua mas Ricard termasuk mas Ricard sendiri pun ikut tersenyum.


"Terima kasih pah, mah, om dan tante, sudah mau menerima aku untuk berada di tengah-tengah kalian, kalau begitu aku pamit pulang karena sudah malam." Aku pamit karena memang hari sudah malam.


"Ya sudah kalau gitu hati-hati ya nak, dan jangan lupa bilang sama Leo."


"Iya mah." Aku pun pamit kepada kedua orang tua mas Ricard dan juga kepada om dan tante.


Aku pergi meninggalkan rumah keluarga mas Ricard dengan hati yang bahagia sekali.

__ADS_1


Aku yang sudah berada di dalam mobil mas Ricard tanpa sengaja melihat ke atas, dan terlihat Caca sedang berdiri menatap kepada kita.


Aku yakin Caca lagi mengumpat di sana, tapi aku langsung mengalihkan pandangan ku dan pura-pura tidak melihat nya.


__ADS_2