Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Sah


__ADS_3

Semenjak dirinya di usir dan di lecehkan oleh ke dua preman, kini Caca hidup menjadi gelandangan.


Kehidupan Caca yang dulu berbanding balik seratus delapan puluh derajat dengan kehidupan Caca yang sekarang.


Dulu selalu memakai barang-barang mewah, kini dia hanya mengenakan baju compang camping nya.


Sebenar nya pagi hari setelah Caca di per ko sa, Caca pergi kembali ke rumah Leo, tapi orang suruhan Ricard mengusir nya dan tidak memperbolehkan Caca untuk masuk ke dalam rumah Leo.


Semenjak hari itu Caca jadi pendiam, setiap ada pria yang lewat di depan nya Caca selalu merasa ketakutan.


Caca berbaur dengan gelandangan perempuan lain nya, kadang makan kadang juga tidak.


Dulu makanan mewah dan enak yang selalu Caca konsumsi, tapi sekarang makan cuma nasi bekas pun Caca mau menyantap nya.


[ Oke bestie, aku sudah menceritakan kisah Bagas yang sekarang hidup nya sudah hancur, dia yang kini tinggal sendiri harus merawat diri sendiri dengan mengandalkan mengemis di pinggir jalan dengan kondisi yang memprihatinkan, dan Caca yang hidup menjadi gelandangan dengan tidur hanya beralaskan kardus di pinggi-pinggir toko.


Jadi sekarang kita fokus ke cerita Ricard dan Yola, kita tinggalkan mereka, inti nya kehidupan mereka sudah hancur karena perlakuan mereka sendiri. ]


So, jangan bertanya lagi nasib Caca dan Bagas, oke bestie kita lanjutkan lagi cerita nya.


**********


"Sah." Ucap semua orang yang menyaksikan pernikahan aku dengan mas Ricard.


Kini aku sudah sah menjadi istri nya mas Ricard, serangkaian acara sudah kita lewati dan kini kita menuju acara pesta pernikahan kita.


Walaupun acara nya diadakan malam hari, tapi para tamu banyak yang hadir, dari para tetangga sekitar, teman-teman mas Ricard, para karyawan dan juga klien mas Ricard, kak Leo dan juga mertua ku memenuhi rumah kak Leo.


Dari pekerja biasa sampai para suster dan dokter pun ikut menghadiri pernikahan ku.


Aku merasa terharu karena aku tidak menyangka akan banyak tamu yang hadir di acara pernikahan ku yang ke dua, sementara aku sendiri tidak mempunyai teman.


Dari dulu aku ngga pernah punya teman karena fisik aku yang membuat mereka malu untuk berteman dengan ku, hanya Lea seorang yang mau berteman dengan aku.


"Kamu sangat cantik sekali malam ini, ternyata aku ngga salah pilih, selain wajah kamu yang cantik, hati kamu pun begitu lembut." Puji mas Ricard sambil menatap damba.

__ADS_1


"Kamu juga tampan mas, aku beruntung banget punya suami seperti kamu, sudah tampan, kaya, dan menerima aku apa ada nya lagi." Aku pun memuji balik mas Ricard.


Mas Ricard menatap ku dengan mesra, tangan nya terus menggenggam tangan ku erat.


Kulihat wajah nya bersinar penuh kebahagiaan, aku berjanji akan selalu mengabdi sama mas Ricard.


Perlahan wajah mas Ricard mendekati wajah ku, aku merasa terhipnotis oleh tatapan nya hingga aku melupakan keberadaan para tamu dan memejamkan ke dua mata ku.


Terasa bibir mas Ricard menyentuh bibir ku, tapi baru saja bibir kita berdua saling bertemu, suara kak Leo terdengar sangat jelas di telinga kita berdua hingga membuat kita berdua saling menjaga jarak.


"Bisa sabar ngga bos, tunggulah beberapa jam lagi, tunggu sampai para tamu pulang." Ucap kak Leo dengan senyum jahil nya.


"Apa sih." Ucap mas Ricard dengan wajah kesal nya.


"Jangan kesal-kesal, nanti aku larang Yola untuk tidur bareng adik ipar tampan ku ini."


"Siapa kamu main larang-larang, sekarang aku yang lebih berhak atas diri Yola, jadi ancaman kamu tidak berarti lagi."


"Aku kan kakak nya Yola." Ucap kak Leo.


Aku dan Lea hanya menjadi penonton atas perdebatan mereka berdua.


"Sudah-sudah, malu sama tamu." Ucap Lea mencoba melerai mereka.


Lea terus berusaha melerai perdebatan antara kak Leo dan mas Ricard, tapi mereka berdua seakan-akan tidak perduli dengan Lea.


Karena aku sudah kesal dengan kedua nya, akhir nya aku ikut turun tangan melerai mereka.


"Ya sudah kalau kalian berdua tidak mau berhenti, aku akan tidur dengan Lea." Ucap ku membuat mas Ricard terdiam.


"Sukur." Ucap kak Leo dengan senyum lebar nya, kak Leo merasa menang karena mas Ricard langsung diam.


"Kakak juga, kalau kakak ngga bisa diam aku ngga bakal merestui hubungan kakak dengan Lea." Akhir nya aku juga ikut mengancam kak Leo.


"Iya deh kakak diam." Akhirnya mereka berdua diam dan tidak berdebat lagi.

__ADS_1


***********


Malam pun semakin larut dan pertengahan malam pesta pun usai.


Rumah kak Leo yang tadi nya ramai banyak orang, kini hanya tinggal beberapa orang saja.


Kedua orang tua mas Ricard termasuk papah Bimo dan mamah Dori sudah pamit pulang, mereka ingin istirahat karena sudah dua malam mereka kurang istirahat.


Rumah memang berantakan, tapi mas Ricard melarang mereka untuk membersihkan nya sekarang, mas Ricard memberi waktu sama mereka untuk beristirahat dulu.


Lea nginap di rumah kak Leo karena sudah terlalu larut malam untuk pulang.


"Mbak, aku istirahat duluan ya." Ucap Lea dengan wajah lelah nya.


"Ya sudah kamu istirahat saja Le, makasih ya atas bantuan kamu, tanpa kamu aku ngga akan seperti sekarang."


"Sudah ngga usah banyak drama, sekarang aku ingin istirahat sudah sangat lelah, mbak juga sana istirahat, tapi aku saranin minum jamu dulu yah biar sedikit ada tenaga." Ucap Lea sambil berdiri.


"Jamu-jamu, pikiran kamu ya." Ucap ku sambil ku lempar Lea dengan bantal kursi.


Lea berlari masuk ke kamar biasa yang selalu dia tempati sambil tertawa puas.


"Ya sudah lah bos, aku juga mau istirahat, jangan sampai kalah ya bos, hajar terus sampai pagi." Ucap kak Leo lalu pergi meninggalkan aku dan mas Ricard.


"Ini lagi, ngga laki nya, ngga cewek nya sama saja pikiran nya kemana-mana." Ucap ku sambil melemparkan bantal kursi satu nya ke arah punggung kak Leo.


Kini tinggal aku dan mas Ricard yang masih duduk di sofa di ruang keluarga.


"Kita juga istirahat yuk sayang." Ajak mas Ricard sambil menarik tangan ku.


Aku hanya tersenyum sambil mengikuti langkah mas Ricard masuk ke dalam kamar.


Mas Ricard tidak tahu saja, jantung ku berdegup sangat kencang, karena malam ini malam pertama buat aku.


Pernikahan ini memang pernikahan yang ke dua, tapi kalau bicara malam pertama, malam ini adalah malam pertama ku, dan aku akan memberikan kejutan suamiku dan aku anggap ini adalah hadiah pernikahan dari ku untuk mas Ricard.

__ADS_1


__ADS_2