Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Persiapan


__ADS_3

Elena yang mendengar kalau suami nya butuh bantuan pun langsung pergi menemui nya dengan menggunakan jasa taksi.


Dengan perut yang sudah besar dan tinggal menunggu hari untuk menantikan buah hati nya kini Elena sudah berada di dalam taksi, banyak segala pertanyaan di dalam diri nya kepada suami nya itu.


"Sebenar nya apa sih yang sudah kamu lakukan mas, sehingga kamu ada di tempat yang jauh.


Bagas tidak mengatakan yang sebenar nya terjadi kepada Elena, dia hanya bilang butuh pertolongan dari Elena dan meminta Elena untuk menjemput nya.


"Berhenti pak, kalau saya lihat di peta lokasi mas Bagas ada di sini, tapi masa iya mas Bagas di sini, tempat nya saja jauh kemana-mana." Ucap Elena sambil melihat ke arah sekitar.


"Apa suami ibu ada di gedung tua itu bu, coba ibu lihat ke sana, nah itu ada mobil barangkali ibu mengenali mobil itu." Ucap sopir taksi sambil menunjuk ke arah gedung tua.


Elena pun langsung melihat ke arah yang sopir taksi itu tunjuk, dan ternyata Elena mengenali mobil nya.


"Iya benar pak itu mobil suami saya." Ucap Elena.


"Ibu tunggu saja di sini, biar saya yang melihat nya." Ucap sopir taksi yang merasa kasihan sama Elena.


Sopir taksi itu keluar dari mobil nya dan langsung menghampiri mobil Bagas.


"Tuan, apa yang sudah terjadi sama tuan?" Tanya pak sopir begitu melihat keadaan Bagas.


"Anda siapa?" Tanya Bagas sambil meringis.


"Saya sopir taksi yang mengantar istri anda kesini." Jawab pak sopir.


"Mari tuan saya bantu." Ucap pak sopir sambil meraih tangan nya hendak memapah tubuh Bagas.


"Aw." Teriak Bagas.


"Maaf tuan, apa tuan ngga bisa untuk berdiri?" Tanya pak sopir yang kaget dengan keadaan Bagas.


"Tangan sama kaki saya patah pak."


"Ya sudah kalau gitu saya suruh teman saya untuk membantu bapak membawa kan mobil nya." Ucap pak sopir.


"Boleh pak, makasih ya pak." Jawab Bagas.

__ADS_1


"Mas, kamu kenapa?" Tanya Elena yang sudah berdiri di belakang pak sopir.


Elena merasa sangat penasaran dengan suami nya hingga Elena keluar dari dalam taksi dan menghampiri mobil suami nya.


"Sayang, tolong mas." Ucap Bagas sambil menatap wajah istri nya.


"Kamu kenapa mas, wajah kamu sampai babak belur begini?" Tanya Elena sambil menangis melihat keadaan Bagas yang seperti itu.


Wajah yang penuh luka lebam dan juga darah kering yang masih nempel di wajah nya membuat Elena sedih.


"Sebentar saya jemput teman saya dulu, kebetulan rumah nya tidak jauh dari sini." Ucap pak sopir lalu pergi meninggalkan Bagas dan Elena.


Elena menangis melihat keadaan Bagas yang sangat memprihatinkan itu.


"Mas, ceritakan kenapa kamu bisa seperti ini?" Tanya Elena dalam tangis nya.


"Nanti mas ceritakan, sekarang tolong mas, mas sudah ngga kuat lagi." Ucap Bagas sambil menahan sakit nya.


Tidak berapa lama pak sopir yang tadi sudah kembali bersama seseorang.


"Permisi bu, kita bawa suami ibu ke rumah sakit ya." Ucap pak sopir.


Mereka berdua dengan susah payah memindahkan Bagas dari kursi depan ke kursi belakang.


Kini Bagas sudah di baringkan di kursi belakang, Elena duduk di kursi depan sedangkan teman pak sopir duduk di belakang kemudi.


Mereka pun melajukan mobil nya saling beriringan menuju salah satu rumah sakit.


Kini Bagas sudah berada di salah satu rumah sakit, dia sudah di tangani oleh dokter.


Elena terus saja menangis sambil melihat ke arah Bagas yang sedang di tangani dokter hingga merasakan sakit di perut nya.


"Aw, sus tolong saya, seperti nya saya akan melahirkan." Teriak Elena sambil menahan rasa sakit di bagian bawah perut nya, cairan dari bawah sana pun sudah keluar dan membasahi ****** ***** nya.


Suster pun langsung membawa Elena ke ruang bersalin.


Kini Bagas sedang di obati oleh dokter tanpa ada istri yang menemani nya, sedangkan Elena sedang berjuang untuk melahirkan buah hati nya tanpa di dampingi suami nya.

__ADS_1


Sedangkan dua sopir yang membawa Bagas dan Elena ke rumah sakit sudah kembali setelah Elena mengucapkan terima kasih dan memberi nya beberapa lembar uang.


********


Di rumah kak Leo kini sangat ramai sekali, banyak orang yang sedang mendekorasi di setiap sudut rumah hingga kini sebagian rumah kak Leo sudah terlihat cantik.


Atas perintah dari kak Leo, bi Narsih sudah mengajak beberapa orang tetangga nya untuk membuat makanan yang banyak.


Kedua orang tua mas Ricard bersama om Bimo dan tante Dori sudah kembali ke rumah nya, mereka mau mempersiapkan segala sesuatu nya untuk acara malam nanti.


Pak Anwar menyuruh para pekerja nya untuk mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa di acara pernikahan Ricard anak nya nanti malam.


Diantara mereka semua yang paling sibuk adalah kak Leo, dia yang mengurus semua nya dari urusan hal yang terkecil hingga terbesar sekalipun.


Lea di suruh mas Ricard untuk menemani ku di dalam kamar, mas Ricard tidak memperbolehkan aku keluar dari kamar.


Aku ngga menyangka pernikahan ke dua ku akan segera di laksanakan,, pernikahan yang ke dua ini sangat berbeda sekali dengan pernikahan pertama ku.


Dulu aku menikah karena di jodohkan oleh kakek, sedangkan sekarang atas dasar saling mencintai.


Bibir ku tersenyum di kala aku mengingat kebersamaan dengan mas Ricard dari awal bertemu hingga saat ini.


"Cie, yang mau nikah senyum-senyum aja, bahagia ya mbak?" Tanya Lea sambil menatap ku.


"Iya dong Le, aku sangat bahagia sekali dengan pernikahan ku kali ini, dimana yang akan menjadi suami ku itu orang yang sangat aku cintai dan begitu pun sebalik nya, inti nya kita saling mencintai, berbeda dengan dulu." Jawab ku.


"Mungkin ini balasan dari sebuah kesabaran mbak."


"Permisi." Teriak seseorang sambil mengetuk pintu kamar ku.


Aku bangun dan menghampiri pintu lalu ku buka dengan perlahan.


"Maaf mengganggu, saya dari butik xxxx mau mengantarkan gaun pengantin ini, kalau bisa di coba dulu ya mbak, takut nya ada kekurangan bisa kita ubah nanti mumpung masih banyak waktu." Ucap seorang wanita dengan sebuah gaun pengantin di tangan nya.


"Oh silahkan masuk mbak." Aku menyuruh nya masuk lalu aku mengambil gaun dan mencoba nya.


Aku menatap kaca besar yang ada di kamar ku, gaun nya sangat cantik sekali, aku ngga tahu bagaimana mas Ricard bisa mendapatkan gaun pengantin cantik ini secara dadakan.

__ADS_1


"Bagaimana mbak? Ada yang mau di ubah?" Tanya wanita itu.


"Seperti nya sudah pas mbak dan ngga perlu di ubah lagi."


__ADS_2