Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Ngga Pantas


__ADS_3

Setelah kepergian keluarga mas Bagas, kondisi cafe mulai normal dan tenang, aku menatap tajam ke arah mas Ricard minta penjelasan.


"Sayang, kita duduk dan makan dulu, aku janji setelah kita semua makan akan menjelaskan dari awal sampai akhir." Ucap mas Ricard dengan nada lembut.


Aku hanya diam karena aku sangat penasaran dengan semua nya, aku sedikit kecewa dengan mas Ricard yang ngga jujur dari awal.


Terlihat kak Leo memanggil pelayan cafe dan memesan makanan dan minuman nya.


Kak Leo langsung saja memesan semua makanan tanpa bertanya dulu sama aku mau nya apa.


Kami berlima duduk saling berhadapan, diantara kami ngga ada yang mau bicara satu pun.


Sambil menunggu makanan datang kami sibuk dengan ponsel masing-masing.


Mbak Ratih sibuk menghubungi orang-orang nya mas Ricard untuk mengurus perusahaan nya mas Bagas.


Kak Leo dan mas Ricard sama-sama lagi menghubungi orang, sedangkan aku dan Lea hanya diam.


Sesekali aku melirik ke arah Lea, tapi Lea pura-pura tidak melihat ku, aku yakin kalau Lea sudah tahu dari awal.


Makanan sudah datang dan tanpa banyak kata lagi aku langsung melahap nya, aku ingin segera menyelesaikan makan malam ini karena sudah negga sabar mendengar semua penjelasan dari mas Ricard.


Karena tidak ada percakapan apa pun dari kita semua, tidak berapa lama kita semua sudah menghabiskan makanan nya.


"Sekarang sudah bisa menjelaskan nya kan mas? Atau diantara kalian ada yang ingn bicara duluan? Saya yakin kalau kalian semua mengetahui nya" Tanya ku ngga sabar.


Mbak Ratih melirik ke arah mas Ricard, setelah melihat angguk kan dari mas Ricard mbak Ratih pun langsung berbicara.


"Mbak Yola, sebelum nya saya minta maaf karena saya tidak bicara terus terang dengan mbak." Ucap mbak Ratih.


"Saya ngga akan memaafkan mbak Ratih kalau mbak Ratih masih memanggil saya dengan panggilan mbak." Ucap ku yang memang ngga suka dengan panggilan yang di lontarkan mbak Ratih.

__ADS_1


"Maaf Yol, tapi saya merasa ngga enak sama pak Ricard." Ucap mbak Ratih sambil melirik ke arah mas Ricard.


"Panggil dia dengan keinginan nya, kamu jangan merasa ngga enak dengan saya, apalagi ini di luar jam kerja." Ucap mas Ricard membuat mbak Ratih tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah, bagaimana Yol, apa kamu mau memaafkan saya?"


"Kenapa mbak Ratih menyembunyikan nya?" Tanya ku sambil menatap mbak Ratih.


"Saya hanya seorang wanita yang membutuhkan pekerjaan, jadi ketika atasan saya menyuruh saya untuk diam, maka saya akan diam, karena menurut saya patuh itu penting apalagi kepada atasan saya sendiri, jadi saya memilih mematuhi nya dari pada saya harus kehilangan pekerjaan saya." Ucap mbak ratih yang sangat masuk akal menurut ku.


"Baiklah, mbak saya maaf kan berarti satu poin mengarah kesalahan kepada mas Ricard." Ucap ku sambil melirik ke arah mas Ricard.


"Makasih Yol." Ucap mbak Ratih sambil memeluk ku.


Kini aku menatap ke arah Lea. "Apa ada yang bisa kamu jelaskan, karena aku yakin kamu juga sudah tahu kalau mas Ricard ini seorang pengusaha."


"Maafkan aku mbak, tapi ini semua permintaan dari mas Leo agar aku tidak memberitahukan nya kepada mbak." Ucap Lea dengan jujur.


"Baiklah berarti satu poin kesalahan di dapat oleh mas Ricard dan satu poin kesalahan di dapat sama kak Leo, dan sekarang apa yang akan kakak ucapkan? Apa kakak akan bilang kalau semua ini atas permintaan dari mas Ricard juga." Ucap ku dengan nada kesal.


"Baik, sama kalian urusan nya sudah selesai, dan sekarang aku tinggal menunggu penjelasan dari mas Ricard." Ucap ku dengan tatapan yang sangat tajam ku berikan kepada mas Ricard.


"Pak, Yola, saya mohon pamit pulang, soalnya anak saya sudah menunggu di rumah." Ucap mbak Ratih.


Mbak Ratih ini memang sudah punya suami dan anak yang baru berusia satu tahun, mbak Ratih bekerja karena untuk membantu perekonomian suami nya.


"Ya sudah kalau begitu hati-hati di jalan ya mbak." Ucap ku.


"Mbak, bagaimana kalau kita yang mengantar mbak nya pulang, kebetulan kita berdua juga mau pulang." Ucap Lea.


"Tapi_"

__ADS_1


"Ngga usah tapi-tapian mbak, ayo ikut kita aja." Ucap kak Leo.


"Ya sudah kalau kalian tidak keberatan saya nebeng ya."


"Ya sudah kalian semua pulang saja, biar saya yang bayar semua tagihan makanan nya." Ucap mas Ricard.


"Ngga bayar juga ngga apa-apa bos, kan cafe ini milik bos juga."


Lagi-lagi ucapan kak Leo membuat aku kaget dan menjadi sebuah surprise, aku jadi semakin penasaran seberapa banyak harta yang di miliki mas Ricard.


"Ngga bayar gundul mu, kalau ngga bayar nanti cafe ku jadi bangkrut." Ucap mas Ricard.


"Ha, ha, ha, ya sudah lah ayo kita pulang, biarkan mereka berdua menyelesaikan masalah nya." Ucap kak Leo sambil tertawa.


Mbak Ratih dan Lea berdiri dan melangkahkan kaki setelah berpamitan kepada kita berdua.


"Bos, selamat memberikan penjelasan yang sejelas-jelas nya, kita pulang dulu ya." Ucap kak Leo lalu pergi mengikuti langkah mbak Ratih dan kekasih nya Lea.


Setelah kepergian mereka bertiga, aku menatap mas Ricard dengan tatapan yang sangat tajam.


"Sekarang jelaskan semuanya, dan jangan berbohong lagi, kalau sampai mas berbohong lagi, aku benar-benar akan pergi dari hidup mas." Aku sedikit mengancam nya.


"Baiklah mas akan menjelaskan semua nya, tapi sebelum nya mas minta maaf sama kamu, semua yang mas lakukan demi mendapat seorang wanita yang tulus mencintai mas."


"Aku akan memaafkan mas, apabila penjelasan mas jelas dan akurat."


Mas Ricard pun mulai menceritakan dari awal dimana dirinya sering bertemu dengan wanita yang hanya menginginkan harta nya saja, dan mereka tidak tulus mencintai nya, maka dari itu mas Ricard memutuskan berpura-pura menjadi seorang pelayan restoran ketika bertemu dengan ku.


Dan mas Ricard mengatakan kalau dirinya kini sudah menemukan wanita yang dia harapkan.


"Tapi aku ini seorang janda mas, apa tidak akan jadi masalah ke depan nya." Ucap ku setelah mas Ricard menceritakan semua nya.

__ADS_1


"Aku tidak perduli dengan status mu, yang aku perduli kan hanya cinta dan sayang yang tulus, apalah arti sebuah status kalau kita ngga tulus."


Aku terdiam, sekarang aku merasa kalau aku ini wanita yang ngga pantas untuk menjadi pendamping mas Ricard.


__ADS_2