
[ Pov Ricard ]
Ricard yang sudah berganti pakaian kini sudah duduk manis kembali di dalam mobil nya menunggu Yola keluar dari kantor.
Dengan wajah yang masih kesal karena cemburu melihat Yola di peluk Bagas Ricard terus menatap perusahaan nya sendiri menunggu Yola keluar.
"Awas saja kalau kamu terlena dan terbujuk oleh mantan suami kamu, aku akan membuat kamu hamil nanti." Gumam Ricard dengan kedua mata nya masih fokus ke arah lobi.
Tidak berapa lama orang yang di tunggu-tunggu pun terlihat sedang berjalan menghampiri nya.
Ricard langsung keluar dan membuka kan pintu mobil nya untuk Yola.
[ Pov Yola ]
Seperti biasa jam pulang aku langsung menuju parkiran dan menemui mas Ricard yang sedang menunggu di mobil.
Aku langsung menghampiri mas Ricard yang sudah membuka kan pintu untuk ku, mas Ricard sudah seperti sopir ku saja, tapi aku sangat menyukai nya karena aku di perlakukan bak ratu oleh nya.
Tapi ada yang sedikit aneh sore ini, aku melihat tatapan tidak suka pada diri mas Ricard, seperti nya mas Ricard lagi kesal.
Biasa nya mas Ricard menyambut ku dengan sebuah senyuman, tapi sore ini wajah nya di tekuk.
Aku hanya diam dan memperhatikan mas Ricard yang mulai masuk dan duduk di belakang kemudi.
"Kamu kenapa mas? Lagi ngga enak badan ya?" Aku bertanya karena aku takut kalau mas Ricard sakit dan sekaligus aku ingin tahu dengan sikap nya sore ini yang tidak biasa nya.
Mas Ricard tidak menjawab nya, tapi dia malah mendekatkan wajah nya lalu meraup bibir ku dengan tiba-tiba membuat aku sedikit kaget.
Ciuman mas Ricard ini sedikit kasar dan menandakan kalau mas Ricard memang sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Aku hanya diam menunggu mas Ricard tenang, dengan perlahan kurasakan gerakan bibir mas Ricard mulai tenang dan lembut hingga membuat aku membalas nya.
Sedikit lebih lama kita bercumbu, aku berusaha untuk mengimbangi nya hingga mas Ricard menghentikan cumbuan nya.
"Apa yang dilakukan mantan suami kamu." Ucap mas Ricard sambil menatap ku dengan tajam.
Ricard sebenar nya sudah tahu dan sudah melihat nya dari ruangan nya tadi, tapi Ricard ingin mengetahui dari Yola langsung, Yola akan jujur atau akan berbohong pada dirinya.
Sekarang aku tahu kenapa mas Ricard berlaku seperti ini, rupanya dia cemburu karena melihat mas Bagas datang tadi.
Aku sedikit tersenyum setelah mendengar ucapan mas Bagas, aku merasa beruntung sudah sangat di cintai oleh mas Ricard.
"Oh dia mau melakukan kerja sama dengan perusahaan ini."
"Kalau dia mau melakukan kerja sama berarti kamu tadi bertemu dengan dia dong, secara kamu kan seorang sekertaris di perusahaan ini." Ucap mas Ricard dengan nada yang masih cemburu nya.
"Iya, tadi aku bertemu dengan mas Bagas, kamu tahu ngga mas dia bilang apa tadi, dia bilang aku cantik dan seksi dan dia meminta aku untuk kembali kepada nya." Aku berusaha untuk jujur kepada mas Ricard dan aku ingin tahu bagaimana reaksi nya.
"Kok mas tahu kalau dia memeluk aku?" Tanya ku heran.
"Sudah ku duga, terus kamu mau kembali kepada pria brengsek itu."
Aku melihat sorot mata amarah karena cemburu di mata mas Ricard.
"Mas, dengarkan aku, tadi memang iya mas Bagas memeluk ku_," belum juga aku melanjutkan kalimat ku, mas Ricard sudah memotong nya karena dia memang sedang di landa cemburu.
"Dan kamu menikmati nya kan?" Tanya mas Ricard.
"Mas, dengarkan aku dulu aku belum selesai bicara." Ucap ku dengan nada sedikit tinggi karena kesal dengan mas Ricard.
__ADS_1
Ku lihat mas Ricard diam dan hanya menatap kearah perusahaan, karena memang kita belum beranjak pergi dari tempat ku bekerja.
"Tadi mas Bagas memang memeluk ku, tapi aku berusaha untuk melepaskan nya, tapi dia memeluk ku dengan erat hingga aku susah untuk lepas dari pelukan nya, tapi beruntung bos ku menelepon hingga aku bisa terlepas dari pelukan nya, tapi aku merasa ada yang aneh deh mas dengan bos ku itu, dia kan ngga ada di ruangan ku tapi dia tahu semua yang terjadi di dalam ruangan ku, aku mencari barang kali ada cctv yang mengintai di ruangan ku tapi setelah aku cek ngga ada sama sekali." Ucap ku jujur.
"Apa yang kamu ucapkan barusan jujur? Atau hanya sekedar alasan kepada ku."
"Aku selalu berusaha jujur, karena aku ngga mau dalam hubungan kita di penuhi dengan kebohongan, sekarang dan untuk selama nya aku milik kamu mas." Ucapku sambil membelai pipi mas Ricard.
"Terus apa yang akan kamu lakukan kepada pria brengsek itu, seperti nya dia akan kembali lagi ke perusahaan ini dan mungkin akan sering dan hampir tiap hari dia akan datang kesini dengan berbagai alasan karena untuk mendapatkan kamu kembali."
"Aku akan membuat dia tergila-gila sama aku dan akan membuat dia dan selingkuhan nya bertengkar hingga selingkuhan nya marah dan meninggalkan nya."
"Tidak! Aku tidak setuju, bisa saja kan nanti kamu menikmati kebersamaan kamu hingga kamu kembali mejadi istri nya." Ucap mas Ricard.
"Mas, percaya deh sama aku, aku tidak ada sedikit pun di hati ini untuk kembali lagi kepada mas Bagas, di hatiku sudah ada kamu, kamu dan kamu, tidak ada orang lain lagi dalam hidup ku, hanya kamu lah masa depan ku sekarang, aku ingin mempunyai anak dari kamu."
"Tapi aku hanya seorang sopir buat kamu dan dia seorang direktur perusahaan, apa kamu tidak malu hidup dengan aku?"
Aku paling tidak suka kalau mas Ricard sudah membandingkan dirinya dengan mas Bagas maka aku langsung meraup bibir nya dengan paksa.
Aku me lu mat bibir mas Ricard dengan rakus dan liar hingga membuat tubuh ku ini serasa panas dan seperti di aliri sengatan-sengatan aliran listrik yang bertegangan tinggi.
Mas Ricard membalas nya hingga terjadilah cumbuan yang memabuk kan itu di dalam mobil.
Setelah merasa cukup aku melepaskan nya lalu mengatur nafas ku.
"Mas jangan pernah sekali-sekali membandingkan mas dengan siapa pun, karena bagiku apa pun pekerjaan mas aku akan tetap menghargai nya dan aku akan tetap berada di samping mas, kita berjuang bersama-sama." Ucap ku sambil mengusap lipstik yang nempel di bibir nya mas Ricard.
Ku lihat bibir mas Ricard tersenyum setelah mendengar ucapan ku.
__ADS_1
Mas Ricard menatap dan menarik dagu ku hingga bibir kita berdua kembali menyatu, kita berdua mencurahkan semua nya dalam sebuah cumbuan yang panjang.