Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Lahir nya anak ke Empat


__ADS_3

Waktu terus bergulir, hari demi hari aku lalui dengan penuh kebahagiaan, walau tidak di pungkiri perdebatan kecil sering terjadi antara aku dan mas Ricard.


Perselisihan diantara suami istri memang selalu terjadi, asal bagaimana kita menyikapi nya.


Anak pertama ku yang ku beri nama Rafaizan Anthoni Syaputra kini sudah berusia empat tahun.


Anak ke dua ku beri nama Rezvan Anthoni Dwi Putra usia nya tiga tahun.


Anakku ke tiga ku beri nama Rafandra Anthoni Tri Putra yang sekarang usia nya dua tahun


Alhamdulilah aku sudah di karuniai tiga anak laki-laki dalam jangka satu tahun sekali.


Keluarga mas Ricard sangat bahagia sekali menyambut ke tiga anakku, itu lah yang di harapkan mereka selama ini.


Walaupun aku merasa sedikit kesusahan karena dalam jarak satu tahun punya bayi lagi, tapi aku sangat bahagia sekali karena keluarga sangat menyayangi aku.


Aku benar-benar di jadikan ratu oleh keluarga mas Ricard.


Aku sengaja memberikan nama awalan R biar sama dengan papah nya, karena mereka tampan-tampan seperti mas Ricard.


Dan perut ku sekarang sedang mengandung lagi dan tinggal menunggu kelahiran nya.


Keluarga mas Ricard termasuk aku sendiri saat ini sangat menginginkan anak perempuan, karena anak kita tiga-tiga nya laki-laki semua.


Untuk kehamilan ke empat ini aku dan mas Ricard tidak melakukan usg, kita semua ingin surprise dengan kehadiran nya.


Laki-laki atau pun perempuan, kita semua akan menerima nya dengan lapang dada.


Karena ini kelahiran anak yang ke empat, aku sudah paham dengan rasa yang akan melahirkan seperti apa.


Untuk kehamilan yang ke empat ini aku tidak merasakan ngidam atau gejala lain nya, tapi mas Ricard lah yang mengalami semua nya.


Kak Leo dan Lea sudah mempunyai seorang putra dan kini mereka sedang berada di luar negeri.

__ADS_1


Kak Leo membuka restoran di sana sehingga Lea dan anak nya di bawa pindah ke sana.


Aku dan yang lain nya hanya bisa melakukan sambungan lewat video call jika kita semua kangen dengan Lea dan putra nya.


Kini semua nya sedang berkumpul di rumah besar papah, semenjak lahir nya ketiga anak ku, papah Bimo dan mamah Dori ikut tinggal bersama kita dengan alasan tidak mau jauh-jauh dengan ke tiga cucu nya dan bahkan papah Bimo rela bolak balik hanya demi ke tiga cucu nya.


Karena aku sudah memberikan tiga cucu, kini mereka tidak terlalu berebut.


Semenjak dari tadi aku sudah merasakan gejala untuk melahirkan, tapi aku diam saja dan tidak memberitahu semua nya.


Tapi semakin ke sini semakin terasa perut ku sakit dan ini seperti nya sudah waktu nya untuk anak ku lahir untuk meramaikan dunia pernovelan.


"Mas, seperti nya aku mau melahirkan." Ucap ku dengan pelan.


"Mah, pah aku bawa Yola dulu ke rumah sakit, kalian semua jaga mereka saja ya." Ucap mas Ricard sambil membawa ku ke luar.


"Yola mau melahirkan nak?" Tanya mamah sambil menatap kita berdua.


"Iya mah, Yola mau melahirkan." Ucap mas Ricard sambil terus membawa ku ke mobil.


"Tahan ya sayang, sebentar lagi kita sampai." Ucap mas Ricard menenangkan aku, mas Ricard terus mengusap lembut perut ku.


Aku tahu mas Ricard tidak tenang dengan keadaan ku sekarang, tapi dia berusaha tenang di depan ku.


Kita sudah sampai di rumah sakit, dengan sigap mas Ricard langsung memanggil suster untuk membantu ku.


Kini aku sudah berada di dalam ruangan bersalin, untuk kelahiran anak ke empat kita hanya ada suami ku yang menemani karena para orang tua harus menjaga ketiga anak kita yang pada masih kecil.


Karena ini kelahiran anak ke empat aku jadi sudah hapal kapan aku harus mengejan.


"Oek, oek, oek." Suara nya sangat lantang dan nyaring membuat aku dan mas Ricard tersenyum.


"Terima kasih sayang kamu sudah memberikan aku keturunan lagi." Ucap mas Ricard lalu mencium seluruh wajah ku.

__ADS_1


"Selamat nyonya anak nya seorang perempuan, seperti nya ini akan menjadi anak bungsu di keluarga kalian." Ucap sang dokter sambil tersenyum.


"Mas, anak kita perempuan." Ucap ku dengan rasa yang sangat bahagia.


"Terima kasih sayang, akhir nya kita punya anak perempuan."


Tak henti-henti nya mas Ricard mencium seluruh wajah ku karena sangat bahagia dengan kehadiran putri kita.


"Kita ngga boleh kasih tahu orang rumah dulu dayang, biar nanti jadi surprise buat mereka semua nya." Ucap mas Ricard.


"Kalau mamah atau papah yang kesini bagaimana mas?" Tanya ku.


"Mereka tidak akan mas biarkan datang kesini, biar mereka nungguin trio R saja di rumah."


"Terserah kamu saja lah mas." Ucap ku pasrah.


Setelah aku dan bayi perempuan ku bersih, aku pindah ke ruang perawatan sedangkan bayi perempuan ku di bawa ke ruang bayi.


Mas Ricard sudah menghubungi orang rumah kalau aku sudah melahirkan, awal nya mamah mau datang ke rumah sakit, tapi mas Ricard melarang nya dengan alasan kasihan dengan trio R.


Kelahiran putri kita kali ini benar-benar hanya mas Ricard yang mengurus nya.


Aku melihat semangat mas Ricard yang begitu besar dengan kelahiran anak kita yang ke empat ini.


Izan dan Rezvan memang sudah lepas tidak minum asi lagi, dan untuk sekarang aku pun harus rela melepaskan Rafandra untuk tidak minum asi karena untuk saat ini anak ke empat lah yang sangat membutuhkan asi.


"Mas, kamu istirahat saja, dari semalam kamu belum istirahat lo." Ucap ku, aku merasa kasihan sekali dengan mas Ricard.


Dia rela ngurusin aku dan bayi perempuan kita sampai dia hanya tidur sebentar saja.


"Nanti saja lah sayang, sekalian saja istirahat nya di rumah." Ucap mas RIcard.


Aku sangat bersyukur sekali sudah menjadi istri nya mas Ricard, selain mas Ricard yang selalu menyayangi ku dia juga sosok suami yang selalu siaga.

__ADS_1


Selama aku bersama dengan mas Ricard, belum pernah aku di bentak atau di marahi walaupun kita dalam keadaan berdebat.


__ADS_2