Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Gemas


__ADS_3

Hari pertama kerja aku serius mempelajari kerjaan, kadang ada yang tidak aku mengerti dan aku akan selalu bertanya kepada orang yang lebih senior dari aku, mereka semua baik dan mau memberitahu apa yang belum aku mengerti.


Aku menatap jam yang ada di ruangan, ternyata sudah jam makan siang, aku merapihkan meja dan mau pergi ke kantin, tapi seorang ob masuk dengan membawa bungkusan makanan di tangan nya.


"Maaf bu saya mengganggu, ini ada titipan makan siang buat ibu." Ucap seorang ob sambil memberikan bungkusan makanan tersebut.


"Dari siapa?"Tanya ku karena heran di hari pertama kerja sudah ada yang memberikan makanan.


"Tadi sih bilang nya dari teman ibu, ya sudah kalau begitu saya kembali ke ruangan, selamat menikmati bu."


Ob itu pergi setelah memberikan makanan nya, aku menatap makanan itu dengan wajah bingung.


Ponsel ku berbunyi dan ternyata Ricard yang menghubungi ku.


"Iya mas?"


"Oh jadi makanan ini dari mas."


"Baiklah aku akan menghabiskan nya, mas sudah makan?"


"Ya sudah aku makan dulu ya mas."


"Love you to." Aku menutup panggilan dari mas Ricard, aku sangat bahagia sekali karena baru kali ni aku di perhatikan dan di cintai, memang mas Ricard ini pria pertama yang menerima aku apa ada nya, mas Ricard mencintai aku dengan sangat tulus, bahkan dia ngga memandang status ku.


"Kamu tahu aja mas kesukaan aku." Gumam ku ketika aku melihat makanan yang di berikan mas Ricard.


*******


[ Pov Ricard ]


Selama mengerjakan pekerjaan nya kedua mata Ricard terus melirik ke arah ruangan Yola.


Ruangan Yola sengaja di buat dari kaca transfaran semua nya biar Ricard bisa menatap nya setiap saat.


Berbeda dengan ruangan Ricard, ruangan Ricard juga terbuat dari kaca semua, tapi yang membedakan kaca nya.


Kaca ruangan Ricard bisa melihat dari dalam sedangkan dari luar mereka malah bercermin, sedangkan ruangan Yola kaca nya kaca biasa yang tembus pandang jadi Ricard dengan leluasa bisa melihat semua gerak gerik nya Yola.

__ADS_1


Ricard menatap jam yang ada di pergelangan tangan nya, "Sudah hampir jam makan siang." Gumam Ricard lalu menghubungi ob dan menyuruh nya membeli makanan untuk dirinya dan Yola.


Sambil menunggu makanan nya datang pandangan Ricard tidak lepas dari ruangan Yola, bibir nya tersenyum kala melihat Yola yang serius dengan kerjaan nya.


"Ingin sekali aku menghampiri kamu dan memeluk kamu saat ini." Gumam Ricard.


Ricard melihat seorang ob berada di depan pintu ruangan nya, Ricard mengambil remot dan membuka pintu nya.


Ob itu ngga perlu mengetuk pintu lagi, karena dirinya pun tahu kalau bos nya itu pasti sudah melihat nya dari dalam.


"Ini bos pesanan nya." Ucap ob itu sambil menyimpan nya di atas meja.


"Tolong kamu berikan satu untuk ibu Yola, tapi jangan bilang dari saya kamu cukup bilang dari teman nya saja." Ucap Ricard.


"Baik bos, kalau begitu saya permisi." Ob itu pergi setelah mendapatkan kode dari Ricard.


Semua karyawan nya termasuk ob tidak pernah mau mengekspos wajah bos nya, karena mereka sudah tahu dengan semua peraturan perusahaan yang di buat Ricard, jadi kalau ada yang melanggar nya mereka akan hidup sengsara karena dimana pun mereka mencari kerja pasti tidak akan ada yang mau menerima nya karena sudah masuk ke daftar hitam.


Ricard menatap ke arah ruangan Yola, dia melihat wajah bingung Yola ketika mendapatkan makanan dari seorang ob yang dia suruh.


Ricard meraih ponsel nya dan menghubungi Yola.


"Kamu sudah terima makanan nya?"


"Iya sayang, kamu habiskan ya makanan nya."


"Ini juga mas mau makan, biar terasa makan berdua sama kamu."


"Iya sayang, I love you."


Ricard tersenyum sambil menympan kembali ponsel nya, Ricard melihat Yola tersenyum sambil menatap ponsel nya.


Ricard pun menikmati makan siang nya sambil menatap wajah Yola dari ruangan nya.


Mulai hari ini Ricard akan terus masuk ke kantor nya, tidak seperti kemarin-kemarin yang datang bila ada pekerjaan yang mendadak atau ada sesuatu yang benar-benar harus dirinya kerjakan atau bertemu klien saja.


Leo sang asisten tidak di perbolehkan masuk ke dalam kantor karena takut ketahuan oleh Yola.

__ADS_1


Jam terus berputar hingga tidak terasa waktu sudah sore hari dan saat nya untuk para karyawan semua nya untuk pulang.


Sebelum Yola keluar Ricard keluar dari ruangan nya dan mengganti pakaian nya terlebih dahulu.


Ruangan Ricard memang sangat besar, di dalam ruangan nya terdapat sebuah kamar untuk dirinya istirahat, lemari yang berisi pakaian dan kamar mandi yang lumayan luas.


Setelah berganti pakaian dengan langkah cepat Ricard keluar dari ruangan, tidak lupa Ricard menyuruh seorang karyawan untuk mengajak Yola berbicara hingga Yola tidak menyadari nya kalau bos nya keluar dari ruangan nya.


Ricard langsung masuk ke dalam mobil nya dia berlaga kalau dirinya seharian di dalam mobil menunggu Yola.


"Baiklah mbak, kalau begitu sekarang kita pulang saja, besok kita lanjut lagi kerja nya." Ucap karyawan itu setelah melihat Ricard masuk ke dalam lift.


"Makasih ya mbak, sudah mau membantu aku hari ini." Ucap ku tanpa rasa curiga sama sekali.


"Sama-sama, ya sudah ayo kita bareng keluar nya." Ajak Ratih sambil tersenyum.


Aku dan mbak Ratih masuk ke dalam lift, aku dan mbak Ratih terus bercengkerama hingga kami sudah mulai dekat.


Sampai di lobi, kita berpisah karena mbak Ratih sudah di jemput sama suami nya.


Ricard menghampiri ku dan mobil nya berhenti tepat di depan ku.


"Silahkan masuk sayang." Ucap mas Ricard sambil membuka kan piintu mobil nya.


"Terima kasih mas." Aku masuk dengan bibir tersenyum, rasa capek tidak terasa ketika melihat perlakuan manis dari mas Ricard.


"Bagaimana kerja nya? pasti capek ya?" Tanya mas Ricard ketika dia sudah duduk di belakang kemudi.


"Sebenar nya tadi tuh capek mas, dan aku sedikit pusing dengan kerjaan aku, mungkin karena hari pertama juga dan belum menguasai semua nya, tapi ketika melihat mas yang menyambut aku dengan senyuman, rasa capek itu langsung hilang dan sirna.


"Kamu ini bisa saja, sekarang kamu sudah pintar rupanya." Ucap mas Ricard sambil mengusap kepala ku.


"Aku kan dari dulu memang sudah pintar mas." Ucap ku sambil tersenyum.


"Iya pintar membuat hati aku meleleh."


Ah aku gemas sekali dengan mas Ricard ini, dia selalu membuat aku tersenyum dan bahagia.

__ADS_1


"mau langsung pulang atau mau makan dulu."


"Langsung pulang saja mas, kita makan di rumah saja bareng kak Leo, nanti aku masakin buat kamu dan kakak."


__ADS_2