
Sambil menunggu Yola membersihkan tubuh nya, Ricard dan keluarga nya termasuk Leo membicarakan perihal pesta pernikahan nya yang ingin Ricard selenggarakan besok malam.
"Kak Leo, kerahkan semua orang untuk menyiapkan semua nya, aku tidak mau tahu pokok nya semua nya harus selesai sore hari, berapa pun bayaran yang mereka minta kamu kasih saja, asalkan semua nya selesai dan siap sore hari." Ucap Ricard membuka pembicaraan.
"Baik, saya akan langsung bergerak." Jawab Leo sambil mencatat apa saja yang di perlukan.
"Terus untuk kartu undangan nya gimana nak? Itu tidak bisa selesai sehari lo, belum lagi kita harus memberikan nya kepada orang yang ingn kita undang." Ucap bu Mesti.
"Mah, sekarang itu sudah zaman modern, nanti kak Leo buat link nya lalu kirim ke setiap kontak yang ingin kalian semua undang." Jawab Ricard.
Bu Mesti pun mengangguk tanda mengerti, semua nya sekarang pasrah dan menyerahkan nya kepada Ricard dan Leo.
"Gara-gara si brengsek Bagas aku jadi mumet sekarang." Gumam bathin Leo.
"Nak, maaf kan om dan tante, gara-gara kelakuan Caca semua nya jadi kacau." Ucap om Bimo sambil menunduk.
"Om ngga salah, om ngga perlu minta maaf sama aku, ini semua bukan kesalahan om." Ucap Ricard.
"Om merasa sangat bersalah dan om merasa telah gagal dalam mendidik Caca."
"Sudah lah om, tante, jangan di pikirkan lagi, yang sudah terjadi kita lupakan, sekarang aku ingin menata masa depan dan hidup bahagia tanpa ada yang mengganggu lagi." Ucap Ricard yang belum sadar kalau Caca sudah tidak ada di antara mereka.
"Terima kasih nak, dan om yakin setelah kejadian malam ini tidak akan ada yang berani mengganggu kehidupan kamu lagi." Ucap om Bimo.
Ricard melihat ke arah mereka semua dan akhir nya dia sadar kalau Caca tidak ada diantara mereka.
__ADS_1
"Om, tante, Caca kemana?" Walaupun Ricard marah dengan Caca, tapi semenjak mereka kecil mereka sering bersama, jadi Ricard masih ada rasa peduli terhadap Caca.
"Caca sudah om usir dan om sudah tidak mau lagi melihat keberadaan nya."
"Maaf kan Ricard om, tante, gara-gara Ricard emosi, Caca yang om dan tante sayang harus pergi." Ucap Ricard.
"Tidak nak, om dan tante tidak menyalahkan kamu, Caca pantas menerima semua itu karena memang dia sudah berlaku kurang ajar sama kamu." Ucap tante Dori sambil mengusap air mata nya.
"Tapi tante sekarang jadi sedih, aku merasa sangat bersalah jika aku terus-terusan melihat air mata tante, tante kan sangat mengharapkan dengan kehadiran seorang anak, tapi sekarang tante harus kehilangan yang tante harapkan dan tante impikan." Ucap Ricard lalu memeluk tante Dori.
"Tidak nak, tante janji ini air mata pertama dan terakhir yang tante keluarkan, ke depan nya tante akan tersenyum, tapi kamu harus janji sama tante kamu harus sering-sering berkunjung ke rumah tante, mulai sekarang kamu dan Yola adalah anak tante juga." Ucap tante Dori lalu mencium seluruh wajah Ricard.
"Tante, kalau bos tidak mau datang ke rumah tante, biar aku saja yang jadi anak tante, aku juga sangat berharap sekali mempunyai keluarga." Ucap Leo membuat bibir mereka semua tersenyum.
"Tidak! Kamu tidak boleh mengambil kasih sayang mereka semua, nanti yang ada kamu lupa diri lagi." Ucap Ricard bercanda.
"Eh, tidak bisa seperti itu, kamu mau saya pecat." Ucap Ricard.
"Pecat? Restoran itu sekarang kan sudah menjadi milik saya, jadi siapa yang berani memecat saya."
Mereka berdua terus berdebat sehingga membuat yang mendengar dan melihat nya tersenyum, sampai-sampai mereka tidak melihat kedatangan Lea dan Yola.
"Kalau mas Leo tidak merestui mereka berdua, aku tidak akan menikah dengan mas." Ucap Lea yang sudah berdiri di belakang mereka dengan ku.
***********
__ADS_1
Aku dan Lea kini sudah berada di dalam kamar, sebelum aku membersihkan tubuh ku, aku bertanya kepada Lea.
"Apa aku masih pantas untuk mendampingi mas Ricard Le?"
""Mbak kenapa bicara seperti itu? Mbak itu berhak bahagia, dan kebahagiaan mbak bersama pak Ricard." Jawab Lea.
"Tapi aku merasa jijik dengan tubuh ku sekarang Le, mas Bagas pasti sudah menodai aku dalam keadaan tidak sadar." Ucap ku sambil meneteskan air mata.
Aku sungguh merasa jijik dengan tubuh ku yang sekarang, dalam keadaan tidak sadar bisa saja kan mas Bagas sudah memperlakukan aku sesuka hati nya.
"Mbak, sekarang aku tanya sama mbak, apa mbak merasakan sakit di bagian itu? Atau mbak lihat sekarang ada bercak noda merah nya ngga, setahu aku kalau seorang wanita yang baru pertama kali melakukan nya itu pasti sakit dan keluar noda merah." Ucap Lea sambil menatap ku dengan serius.
Aku terdiam, aku memang tidak merasakan apa-apa pada bagian inti ku, apa mungkin aku memang belum diapa-apain sama mas Bagas.
"Ya sudah kalau gitu aku mandi dulu ya, mudah-mudahan aku memang belum diapa-apain oleh laki-laki brengsek itu."
"Ya sudah aku siapin baju nya buat mbak ya, mbak mandi saja dan jangan pikirkan yang macam-macam, aku yakin kalau pak Ricard menolong mbak di saat waktu yang tepat." Ucap Lea yang terus meyakinkan dan memberi ku semangat.
"Le, kenapa aku jadi pakai kemeja seperti ini ya? Siapa yang memakaikan nya ya Le?" Tanya ku yang baru sadar kalau aku sedang memakai kemeja dan celana pendek.
"Yang pasti nya pak Ricard yang memakai kan nya, karena pak Ricard tidak akan membiarkan siapa pun untuk menyentuh mbak, mbak sangat beruntung mendapatkan pak Ricard, dia sangat mencintai dan menyayangi mbak dengan tulus, meski dia tahu kalau mbak maaf seorang janda, tapi mas Ricard tidak mempersoalkan nya, oh iya mbak, apa mas Ricard tahu kalau sebenar nya mbak ini masih suci?" Tanya Lea penasaran.
"Tidak Le, tidak ada seorag pun yang tahu kalau aku masih suci, hanya kamu seorang yang tahu rahasia ku, jadi aku mohon kamu jangan bilang siapa-siapa, aku mau memberikan kejutan sama mas Ricard di kala kita sudah menikah nanti, tapi setelah kejadian malam ini aku tidak yakin dengan semua itu." Ucap ku dengan pikiran ngga tentu.
"Mbak harus yakin seperti aku yakin kalau mbak sampai sekarang masih suci, maka dari itu mbak mandi sekarang dan lihat apa ada noda merah di ****** ***** mbak atau tidak, dan rasakan sama mbak di bagian itu mbak merasakan sakit atau ngga."
__ADS_1
Aku pun masuk ke kamar mandi dan menuruti semua ucapan dari Lea.