
Waktu terus berlalu, hubungan kak Leo sama Lea pun semakin dekat, aku dan mas Ricard semakin mesra, mas Ricard semakin hari semakin mesra dan posesif kepadaku, kadang aku di buat kesal dengan rasa cemburu nya, tapi aku kembali berpikir positif kalau mas Ricard melakukan semua itu karena rasa sayang dan cinta nya yang besar terhadap ku.
Aku tahu kalau mas Ricard hanya pelayan restoran yang kini menjadi asisten pribadiku atas permintaan kak Leo, tapi aku tidak malu dengan semua itu, justru aku aku dan mas Ricard semakin lengket dan mesra.
Pernah suatu hari pas kita makan berdua sepulang kerja, waktu itu mas Ricard lagi ke toilet, tiba-tiba ada seorang pria yang mendekati ku, dan pria itu hanya sekedar menyapa saja, ketika mas Ricard kembali, mas Ricard melihat nya hingga mas Ricard langsung memasang wajah cemburu nya dan bilang kepada semua orang yang ada di restoran tersebut kalau dirinya adalah suami ku.
Kadang aku merasa kesal dan malu dengan sikap nya, tapi mau bagaimana lagi, aku juga sangat mencintai nya, aku ngga perduli dengan pekerjaan nya, karena aku sadar tidak akan ada pria sebaik dan setulus mas Ricard.
Hari ini ada pertemuan dengan seorang direktur dari salah satu perusahaan, aku merasa ngga asing dengan nama perusahaan nya itu, tapi aku tidak terlalu memikir nya karena yang aku pikirkan sekarang bagaimana cara nya aku melakukan pekerjaan aku dengan baik.
Sudah beberapa bulan ini aku bekerja di perusahaan ini, tapi sampai detik ini aku belum pernah melihat wajah atasan ku.
Sebenar nya sih aku penasaran dengan wajah atasan ku itu, tapi aku ngga mau banyak berharap dan tidak mau mencari tahu karena takut di pecat, karena aku sangat membutuhkan pekerjaan ini, karena aku tidak mau terlalu membebani hidup kak Leo.
"Mas, kalau kamu bosan kamu jalan-jalan saja atau kamu pergi ke restoran bantu-bantu kakak dari pada kamu diam seharian di sini." Ujarku ketika kita sudah berada di depan kantor.
"Aku ngga pernah bosan kalau dalam hal berhubungan dengan kamu." Ucap mas Ricard sambil menatap ku dengan mesra.
"Kamu ini kenapa sih mas selalu mengutamakan aku?" Aku bertanya karena penasaran dengan mas Ricard.
"Aku sudah berjanji dalam diriku kalau aku akan meratukan kamu di dalam hidup ku."
__ADS_1
Sungguh jawaban yang membuat aku sangat bahagia sekali, ini yang aku suka dari mas Ricard, dia selalu menghormati dan menyayangi aku, dia bahkan rela berdiam diri seharian di dalam mobil sampai aku selesai kerja.
"Makasih mas, kamu sudah mau menjadikan aku sebagai kekasih dalam hidup mu, dan terima kasih kamu sudah menjadikan aku sebagai ratu di dalam hidup kamu, tapi entah kenapa sampai saat ini aku belum merasa tenang."
"Kenapa? Apa ada sikap ku yang membuat kamu tidak tenang? Katakan lah."
"Tidak, sikap mu tidak menjadi masalah bagiku."
"Terus?"
"Aku belum bisa tenang selama aku belum mengenal keluarga kamu, aku takut keluarga kamu terutama kedua orang tua kamu tidak menyetujui hubungan kita ini." ujarku dengan jujur, memang selama aku mengenal mas Ricard aku belum pernah sama sekali di ajak untuk menemui keluarga nya.
"Suatu saat mas akan memperkenalkan kamu kepada kedua orang tua mas, kamu jangan khawatir dengan restu mereka, mas yakin mereka akan memberikan restu nya, sekarang kamu fokus dulu dalam kerjaan kamu dan dendam kamu, setelah itu kita akan menemui mereka." Mas Ricard meyakin kan aku.
Ini yang aku suka dari mas Ricard di kala ia mencium ku, dia selalu membuat aku terbuai dengan cumbuan dan sentuhan lembut nya hingga aku selalu membalas dan ngga ingin melepaskan nya.
Aku melepaskan nya setelah aku tersadar kalau aku harus masuk kerja.
"Sudah cukup mas, aku harus masuk sekarang karena hari ini akan ada seorang di rektur dari salah satu perusahaan yang akan datang ke kantor ini, tapi aku merasa ngga asing lo mas dengan nama perusahaan nya itu." Ucap ku sambil merapihkan rambut ku yang sudah berantakan akibat kelakuan mas Ricard barusan.
"Mungkin hanya perasaan kamu saja sayang, kamu jangan memikirkan nama perusahaan orang lain, kamu cukup persiapkan diri kamu saja untuk mengahadapi nya."
__ADS_1
"Iya mas, ya sudah kalau begitu aku masuk dulu ya? Kalau kamu bosan kamu jalan-jalan saja, tapi ingat jaga mata dan hati kamu." Ucap ku sambil menunjuk mata dan dada mas Ricard.
"Tidak ada yang aku pandang selain wajah kamu dan hati ini tidak akan ada orang lain lagi yang akan masuk, karena di hati ini sudah tertulis permanen dengan nama kamu seorang."
Aku tersenyum sambil menatap wajah tampan nya mas Ricard, ah ingin sekali aku berada di dalam pelukan nya saat ini, tapi aku harus kerja.
"Seandainya hari ini hari libur, aku tidak akan jauh-jauh dari pelukan mu mas." Entah kenapa aku menjadi mesum seperti ini, entah mungkin karena aku baru merasakan nya hingga aku ingin terus berada di dalam pelukan nya.
"Kalau begitu kamu ngga usah masuk kerja saja, bagaimana kalau kita ke pantai dan kita menghabiskan waktu di sana."
"No, aku tidak mau dipecat dari kerjaan ku sekarang, aku sangat membutuhkan nya, selain aku tidak mau membebani kak Leo, aku juga sedang mengumpulkan uang untuk membayar bekas operasi aku dulu ke kamu."
"Stop, aku sudah bilang dari awal kamu ngga usah memikirkan uang itu, aku ikhlas memberikan nya untuk kamu, jangankan untuk biaya operasi kamu untuk kamu shoping saja akan aku berikan, ingat kamu itu calon istri ku jadi kamu ngga usah memikirkan bahkan sampai mengganti uang yang sudah aku berikan untuk kamu, karena uang ku uang kamu, kalau kamu ngga percaya semua gaji dari kak Leo akan aku berikan untuk kamu."
"Tidak mas, kamu pegang saja uang kamu itu, kamu kumpulin untuk biaya kita nikah nanti."
"Wah udah ngasih kode nih, kamu tenang saja, kalau untuk biaya pernikahan kita aku sudah siap kok."
Aku tersenyum menatap nya, entahlah aku itu ngga bosan-bosan untuk menatap wajah nya mas Ricard.
Aku berinisiatip untuk mencium nya terlebih dahulu hingga membuat mas Ricard menatap ku dengan tatapan aneh.
__ADS_1
Aku mengeksplor bibir mas Ricard hingga kita berdua melupakan semua nya, mas Ricard membalas ciuman ku hingga aku merasa kegerahan.