
[ Pov Caca ]
"Brengsek! Awas kamu janda gatal, sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan kak Ricard menjadi milik mu." Gumam Caca sambil terus berjalan keluar dari perusahaan.
Sebagian karyawan memang sudah kenal dengan Caca, jadi Caca bebas untuk keluar masuk perusahaan Ricard.
Dengan wajah kesal nya Caca langsung pulang dan berencana untuk secepat nya kerja di perusahaan nya Ricard.
Caca akan membujuk papah nya Ricard agar dirinya bisa masuk bekerja besok pagi dan di tempat kan di dekat dengan ruangan Ricard, atau bila perlu dirinya akan meminta menjadi asisten pribadi nya.
*******
[ Pov Leo ]
"Siapkan beberapa makanan paforit, sebentar lagi bos Ricard akan datang." Leo memerintahkan pelayan nya.
"Baik pak." Jawab mereka lalu pergi untuk menyiapkan nya.
"Mana lagi si bos, ini udah jam istirahat tapi belum juga datang." Gumam Leo yang terdengar oleh Lea yang sedang melayani pengunjung yang sedang bayar.
"Terima kasih." Ucap Lea sambil memberikan kembali kartu atm pengnjung.
Lea menatap Leo yang sedang berdiri di samping nya dengan mata menatap ke luar.
"Sabar aja bos, paling sebentar lagi juga sampai." Ucap Lea sambil tersenyum.
"Barusan manggil apa? coba ulang?" Tanya Leo dengan tatapan tajam nya.
"Ini di tempat kerja bos."
"Tidak! Semua orang sudah tahu kalau kita ada hubungan, jadi dimana pun kita berada kamu harus manggil aku dengan panggilan mas atau sayang."
"Tapi_,"
"Tidak ada tapi-tapian, kalau kamu tetap memanggil mas dengan panggilan bos, maka jangan salahkan mas kalau mas mencium bibir kamu di depan mereka semua nya." Leo mengancam Lea.
Lea terdiam, dia pasrah dengan apa yang di ucapkan Leo, bagaimana pun juga dirinya malu kalau di cium di depan mereka semua, apalagi kalau lagi banyak pengunjung, mau di taro di mana muka nya itu.
Terlihat ada sepasang insan yang masuk ke dalam restoran nya sambil bergandengan mesra.
__ADS_1
"Mas, tuh mereka datang." Ucap Lea sambil melihat ke arah pintu masuk.
Leo pun menoleh lalu menghampiri nya sambil menarik tangan Lea.
"Kamu ikut aku sebentar." Ucap Leo.
******
Mobil mas Ricard masuk ke pelataran restoran milik nya, aku tersenyum sambil menatap restoran nya itu.
"Kamu kenapa tersenyum? Ayo kita turun." Ucap mas Ricard setelah menghentikan mobil nya.
Seperti biasa mas Ricard selalu membuka kan pintu nya untuk ku, kalau aku membuka nya sendiri tanpa menunggu mas Ricard, dia akan marah dan menghukum ku dengan mencium ku kasar di depan semua orang.
"Mas, kamu masih ingat ngga pertemuan kedua kita di sini?" Tanya ku sambil tersenyum.
"Mas sudah bilang kalau mas tidak akan pernah melupakan kenangan kita dari pertama kita bertemu."
"Berarti mas tidak akan lupa dengan tubuh ku yang dulu?"
"Tidak, apa pun tentang mu mas akan selalu mengingat nya, dan bahkan poto kamu yang dulu masih mas simpan di galeri."
Aku ngga nyangka kalau mas Ricard akan menyimpan poto sewaktu tubuh ku masih subur, aku kira mas Ricard menghapus nya dan mengganti poto ku yang sekarang.
Aku dan mas Ricard pun melangkah masuk ke dalam restoran milik nya yang sebentar lagi menjadi milik kak Leo.
Begitu masuk aku langsung melihat kak Leo dan Lea yang sedang menyambut ku.
"Selamat datang bos." Sapa kak Leo yang mendapat kan tatapan tajam dari Ricard.
"Ini lagi banyak orang bos, lagian kan mereka belum tahu siapa kita sekarang." Ucap kak Leo pelan.
"Sudah lah mas, ikuti saja, kan yang penting kalau di rumah ngga manggil bos." Ucap ku sambil mengusap tangan mas Ricard.
Ricard mengabaikan semua nya, dia menarik satu kursi untuk Yola.
"Maaf pak Ricard saya terlambat." Ucap pak Yahya sang pengacara.
"Tidak pak, saya juga baru sampai kok, ayo silahkan duduk." Ucap Ricard dengan sopan.
__ADS_1
Leo memang sudah di kasih tahu kalau siang itu dia akan datang bersama pengacara nya, jadi Leo mengosongkan satu meja dengan berukuran untuk enam orang.
Kini mereka sudah duduk memutari meja, mereka langsung ke pokok permasalahan.
"Bagaimana pak, apa semua nya sudah selesai?" Tanya Ricard kepada pak Yahya.
"Sudah pak, ini mungkin bapak mau memeriksa nya kembali, semua nya sudah saya tulis sesuai dengan yang bapak minta." Ucap pak Yahya sambil memberikan sebuah berkas kepada Ricard.
Mas Ricard dengan serius dan sangat fokus sekali membaca setiap kata yang tertulis di berkas itu, mas Ricard tidak ingin ada kesalahan satu kalimat pun.
"Baiklah, semua nya sudah jelas dan saya setuju dengan semua yang tertulis di berkas ini." Ucap mas Ricard sambil menyimpan berkas nya di atas meja.
"Baiklah pak, kalau begitu sekarang bapak tanda tangani di sini dan di sini." Ucap pak Yahya sambil menunjuk ke arah materai yang ada di berkas tersebut.
Mas Ricard pun menandatangani nya dan di lanjutkan dengan kak Leo.
Kini restoran itu menjadi milik kak Leo sutuh nya.
"Mohon perhatian untuk semua para karyawan restoran." Teriak mas Ricard sambil berdiri dan menatap mereka semua nya.
Para pelayan yang sedang melayani pengunjung pun berhenti dan menatap ke arah mas Ricard yang sedang berbicara termasuk para pengunjung restoran.
"Perlu kalian ketahui, kalau restoran ini sekarang sudah beralih ke tangan pak Leo, dan mulai saat ini restoran ini milik nya pak Leo." Ucap mas Ricard dengan tegas dan lantang.
Tepuk tangan pun riuh dari para pelayan dan pengunjung yang hadir.
Seketika mereka semua menghampiri meja kita dan mengucapkan selamat kepada kak Leo.
"Baiklah, karena hari ini restoran ini resmi menjadi milik saya, maka dari itu khusus hari ini makanan yang ada di sini gratis untuk kalian semua, dan untuk para karyawan, saya akan kasih bonus dua puluh lima persen perorang nya." Ucap kak Leo membuat semua orang riuh dan bertepuk tangan.
Semua orang terlihat bahagia hari ini, aku salut sama mas Ricard dan kak Leo, ternyata mereka selalu berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
"Selamat ya kak, semoga restoran ini semakin sukses di tangan kakak." Ucap mas Ricard sambil mengulurkan tangan nya.
"Terima kasih adik ipar, kakak akan menjaga dan membuat restoran ini semakin maju lagi."
Mas Ricard dan kak Leo pun saling menjabat tangan lalu berpelukan.
Beberapa pelayan datang membawakan makanan dan minuman dan menata nya di atas meja.
__ADS_1
Kini kita semua menikmati makan siang ini dengan penuh kebahagiaan.